Juruketik.com – Pelajar Bogor diajak mengenal lebih dekat warisan budaya melalui kegiatan Pelajar Jelajah Budaya yang digelar di Museum Pajajaran, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bogor bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, yang turut membahas tentang pemahaman warisan budaya, termasuk upaya pengusulan golok sebagai warisan dunia menuju UNESCO.
Sekretaris TACB Kota Bogor yang juga Ketua Panitia, Hamdan mengatakan, kegiatan ini diikuti guru sejarah, guru bahasa, serta perwakilan OSIS tingkat SMA dan sederajat se-Kota Bogor.
Baca Juga: Museum Pajajaran di Bogor Resmi Dibuka, Simpan Puluhan Pusaka Kerajaan Pajajaran
“Peserta yang hadir sebanyak 140 orang,” ujar Hamdan.
Kegiatan turut dihadiri unsur Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Kota Bogor.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan objek budaya di kawasan Batu Tulis, dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Pajajaran yang baru diresmikan pada 3 Juni 2026. Setelah itu, peserta mengikuti kegiatan sarasehan yang menghadirkan sejumlah narasumber.
Baca Juga: Museum Pajajaran Tampilkan Koleksi Kujang dan Keris Sunda, Fadli Zon Ajak Lestarikan Budaya
Pemapar pertama dalam sarasehan tersebut adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Judi Wahyudin. Selanjutnya, Hamdan memaparkan materi mengenai Warisan Budaya Takbenda (WBTB).
Pada sesi penutup, peserta mendapatkan presentasi bertajuk Golok Road to UNESCO yang disampaikan pelopor gerakan tersebut, Ki Gatut Susanta.
Dalam paparannya, Ki Gatut Susanta menjelaskan perjalanan panjang upaya mendorong golok sebagai warisan budaya yang diusulkan ke UNESCO, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi dari berbagai aspek.
Ia juga memaparkan kebijakan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai negara pengusul dalam proses pengajuan golok ke UNESCO. (*)



























