Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK

Sosialisasikan Program Bangga Kencana, BKKBN Dukung Program Indonesia Emas 2045

26 Oktober 2026
in NASIONAL
3 1
0
Sosialisasikan Program Bangga Kencana, BKKBN Dukung Program Indonesia Emas 2045
Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama mitra kerja menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Sumurboto, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembangunan keluarga, pencegahan stunting, pengasuhan anak, peran ayah dalam keluarga, serta pemberdayaan lanjut usia (lansia).

Hadir sebagai narasumber, Anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Muhammad Haris, S.S., M.Si.; Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat BKKBN Pusat Anita Latifah, S.Si., M.H.; Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Tengah Al Khafid Hidayat, S.Pd.I.; serta Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan Kota Semarang Yuli Kurniasih Purwanti, S.KM., M.Kes.

Dalam sambutannya, Muhammad Haris menyampaikan bahwa Program Bangga Kencana merupakan salah satu program yang menjadi perhatian bersama antara DPR RI dan Kemendukbangga/BKKBN. Menurutnya, pembangunan keluarga membutuhkan perhatian menyeluruh, mulai dari fase kelahiran, masa anak-anak dan remaja, hingga usia lanjut.

“Program ini tidak hanya berbicara tentang keluarga berencana, tetapi juga menyangkut berbagai tahapan kehidupan manusia, mulai dari bayi yang baru lahir, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia,” ujar Haris.

Ia menjelaskan, Komisi IX DPR RI memiliki lingkup tugas di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial. Karena itu, kerja sama dengan Kemendukbangga/BKKBN menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Haris berharap sosialisasi tersebut dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang berkualitas sebagai salah satu fondasi mewujudkan Indonesia maju.

*Kemendukbangga Dorong Pencegahan Stunting dan Pengasuhan Berkualitas*

Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat BKKBN Pusat, Anita Latifah, menjelaskan bahwa Program Bangga Kencana dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembangunan keluarga dan kependudukan.

Menurut Anita, pembangunan generasi yang tangguh harus dilakukan melalui pendampingan di setiap tahapan kehidupan, mulai dari balita, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia.

“Generasi tangguh dimulai dari setiap tahap kehidupan. Karena itu, Kemendukbangga berupaya hadir dalam setiap proses tersebut, mulai dari balita, anak-anak dan remaja, hingga orang dewasa dan lanjut usia,” kata Anita.

Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting masih menjadi salah satu perhatian utama. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang mengedepankan semangat gotong royong berbagai elemen masyarakat untuk membantu menurunkan angka stunting.

Selain itu, Anita menekankan pentingnya pengasuhan anak di lingkungan keluarga. Orang tua perlu memastikan anak memperoleh kesehatan, gizi, waktu bermain, serta lingkungan rumah yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya.

Bagi keluarga yang kedua orang tuanya bekerja, dukungan terhadap pengasuhan berkualitas juga dilakukan melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Program ini diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas pengasuhan di tempat penitipan anak.

“Pengasuhan di rumah merupakan kunci tumbuh kembang anak. Orang tua harus memastikan kesehatan, gizi, waktu bermain, dan lingkungan yang aman. Ketika kedua orang tua bekerja, kualitas pengasuhan tetap harus menjadi perhatian,” jelasnya.

Anita juga menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan melalui program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Menurutnya, peran ayah tidak sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan pendampingan, keterlibatan emosional, dan keteladanan bagi anak.

Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia. Oleh karena itu, Kemendukbangga mendorong lansia agar tetap produktif, mandiri, dan berdaya melalui program Lansia Berdaya (SIDAYA).

“Kami mendorong para lansia agar tidak hanya menjalani masa tua, tetapi tetap produktif dan berdaya. Hidup hanya sekali, jangan menua tanpa arti,” ungkap Anita.

Angka Stunting Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Al Khafid Hidayat, menambahkan bahwa penurunan angka stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa angka stunting di Indonesia masih berada di kisaran 19 persen, sementara target yang ingin dicapai sebesar 14 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan perlunya upaya yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi, sekitar 19 persen, sedangkan targetnya 14 persen. Ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Karena itu, diperlukan gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat penurunan stunting,” ujar Al Khafid.

Ia menjelaskan bahwa program GENTING merupakan salah satu bentuk kolaborasi untuk mendukung keluarga yang membutuhkan bantuan dalam upaya pencegahan stunting.

Al Khafid juga menyoroti program TAMASYA yang mendorong standardisasi kualitas pengasuhan di tempat penitipan anak. Menurutnya, pengawasan dan kualitas pengasuhan perlu menjadi perhatian agar anak-anak memperoleh lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang mereka.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pengasuhan bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu. Keterlibatan ayah juga sangat penting dalam membentuk karakter dan mendukung perkembangan anak.

“Pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu. Peran ayah juga sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Karena itu, keterlibatan ayah dalam pengasuhan perlu terus didorong,” katanya.

Terkait peningkatan jumlah penduduk lansia, Al Khafid menyampaikan bahwa program SIDAYA diharapkan dapat membantu para lansia tetap produktif dan berdaya, sehingga mampu menjalani kehidupan yang berkualitas.

DP3AKB Semarang Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Keluarga Berencana

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan Kota Semarang, Yuli Kurniasih Purwanti, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kemendukbangga/BKKBN dan mitra kerja yang telah menyelenggarakan kegiatan di Kota Semarang.

Menurut Yuli, pemerintah daerah melalui dinas terkait memiliki tujuan yang sejalan dengan Kemendukbangga/BKKBN, yakni mengatasi persoalan kependudukan dan keluarga berencana serta meningkatkan kualitas keluarga.

“Kami di dinas merupakan salah satu mitra yang memiliki tujuan dan target yang sama dengan Kemendukbangga, yaitu membantu mengatasi berbagai persoalan kependudukan dan keluarga berencana,” ujar Yuli.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai layanan keluarga berencana yang tersedia. Salah satunya adalah layanan vasektomi bagi pria yang memenuhi persyaratan dan memilih metode tersebut sebagai bagian dari perencanaan keluarga.

Dalam kesempatan itu, Yuli menyampaikan adanya informasi bantuan sebesar Rp1 juta bagi peserta vasektomi dalam program yang disosialisasikan, termasuk fasilitas penjemputan dan pengantaran ke lokasi pelayanan. Ketentuan dan persyaratan program tersebut perlu dikonfirmasi kepada penyelenggara atau petugas layanan KB setempat.

Yuli menegaskan bahwa berbagai program yang dijalankan pemerintah bukan bertujuan mempersulit masyarakat, melainkan membantu keluarga agar lebih kuat dan mampu mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas.

“Program-program yang kami jalankan bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan untuk membantu keluarga Indonesia agar semakin kuat dan mampu mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Haris selaku Anggota Komisi IX DPR RI atas dukungannya dalam menyosialisasikan berbagai program Kemendukbangga/BKKBN kepada masyarakat.

Menurut Yuli, transformasi BKKBN menjadi kementerian memperluas perhatian terhadap pembangunan keluarga dan membuat program-program yang dijalankan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Perencanaan Kehamilan Perlu Menjadi Perhatian Bersama

Dalam kesempatan tersebut, Yuli turut mengingatkan pentingnya pemahaman mengenai perencanaan kehamilan dan persalinan yang aman. Menurutnya, pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan keluarga berencana tidak hanya perlu dimiliki perempuan, tetapi juga laki-laki.

Ia menyinggung konsep 4T dalam perencanaan kehamilan, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak jumlah anak. Faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi risiko yang dapat membahayakan ibu maupun bayi.

“Persoalan kehamilan dan persalinan bukan hanya perlu dipahami oleh ibu, tetapi juga oleh bapak. Perencanaan kehamilan yang tepat penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan ibu serta bayi,” jelas Yuli.

Melalui sosialisasi Program Bangga Kencana, para narasumber berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pembangunan keluarga, pencegahan stunting, pengasuhan anak yang berkualitas, keterlibatan ayah, perencanaan keluarga, serta pemberdayaan lansia.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program pembangunan keluarga demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(***)

Tags: Anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Muhammad HarisBKKBNM.H.; Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Tengah Al Khafid HidayatM.Si.; Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat BKKBN Pusat Anita LatifahS.Pd.I.S.S.S.Si.

BERITA LAINYA

Jawa Barat Target 70 Persen Pekerja Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Ini Strateginya

Jawa Barat Target 70 Persen Pekerja Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Ini Strateginya

by admin juruketik
14 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 70 persen pekerja melalui optimalisasi regulasi dan perluasan...

5 Negara Bertemu di Bogor, Bahas Masa Depan Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan

5 Negara Bertemu di Bogor, Bahas Masa Depan Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan

by admin juruketik
6 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Perwakilan dari lima negara bertemu di Bogor untuk membahas masa depan keanekaragaman hayati dan lingkungan dalam The 5th...

KPK OTT Pejabat BPN Bogor, 17 Orang Diamankan dalam Kasus Dugaan Suap HGB

KPK OTT Pejabat BPN Bogor, 17 Orang Diamankan dalam Kasus Dugaan Suap HGB

by admin juruketik
15 September 2026
0

Juruketik.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 17 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna...

Pemkot Bogor Raih Penghargaan Implementasi Program 3 Juta Rumah dari Kemendagri dan Kementerian PKP

Pemkot Bogor Raih Penghargaan Implementasi Program 3 Juta Rumah dari Kemendagri dan Kementerian PKP

by admin juruketik
31 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapatkan penghargaan Terbaik Pertama tingkat Kota dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Perumahan...

BERITA POPULER

  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata di Bogor Cocok Buat Liburan Bareng Anak, Lengkap dengan Harga Tiket Masuk

    Rekomendasi 10 Tempat Wisata di Bogor Cocok Buat Liburan Bareng Anak, Lengkap dengan Harga Tiket Masuk

    133 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Target Juara Umum Porprov Jabar 2026, Kontingen Kabupaten Bogor Siap Dikukuhkan 28 Oktober

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Hari Pangan Sedunia di Bogor, Warga Dapat Sayur dan Buah Gratis serta Pangan Murah

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Polisi Tetap Dalami Penyebab Kematian Bocah 7 Tahun di Sumur Gunung Putri Bogor

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Rudy Susmanto Dorong Penambahan Polsek di Kabupaten Bogor, Ini Alasannya

    6 shares
    Share 2 Tweet 2

Rekomendasi

KONI Kabupaten Bogor Segera Gelar Musorkablub, Penjaringan Ketua Dibuka

KONI Kabupaten Bogor Segera Gelar Musorkablub, Penjaringan Ketua Dibuka

27 April 2026
Mahasiswa GPPI Kota Bogor Dukung Pasangan Dokter Rayendra-Eka Maulana di Pilkada 2024 Kota Bogor

Mahasiswa GPPI Kota Bogor Dukung Pasangan Dokter Rayendra-Eka Maulana di Pilkada 2024 Kota Bogor

15 Oktober 2024
Ground Breaking PSEL Kayumanis Ditargetkan November, Pembangunan Akses Jalan Dikebut

Ground Breaking PSEL Kayumanis Ditargetkan November, Pembangunan Akses Jalan Dikebut

24 Juli 2026
Pengurus DPC KWB Kota Bogor Resmi Dilantik

Pengurus DPC KWB Kota Bogor Resmi Dilantik

23 Oktober 2022
APFI 2026 Digelar Meriah di Bogor, Foto Demo Ojol Terlindas Rantis Brimob Raih Penghargaan Tertinggi

APFI 2026 Digelar Meriah di Bogor, Foto Demo Ojol Terlindas Rantis Brimob Raih Penghargaan Tertinggi

10 Mei 2026
Kebakaran di Indomaret Bogor, Diduga Berawal dari Puntung Rokok yang Mengenai Kardus

Kebakaran di Indomaret Bogor, Diduga Berawal dari Puntung Rokok yang Mengenai Kardus

5 Agustus 2026
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist