Writy.
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS

Pansus Agraria Mandek, Forum Tani Sawit Rakyat dan Pusat Studi Sawit IPB Resah

5 bulan ago
in BERITA TERKINI, BOGOR RAYA
6 0
0
Pansus Agraria Mandek, Forum Tani Sawit Rakyat dan Pusat Studi Sawit IPB Resah

Suasana kegiatan FGD Pansus Konflik Agraria di IPB Convention Center Bogor pada Kamis, 27 November 2025.

Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Mandeknya pembahasan Panitia Khusus atau Pansus Agraria DPR RI memicu keresahan baru di kalangan petani sawit rakyat. Forum Tani Sawit bersama Pusat Studi Sawit IPB menilai stagnasi ini sebagai langkah mundur serius dalam penyelesaian konflik agraria yang terus menjalar di berbagai daerah.

Mereka menyebut, tanpa kerja nyata Pansus, pemerintah dan DPR seolah membiarkan ribuan keluarga petani hidup dalam ketidakpastian hukum. Kepastian lahan yang seharusnya menjadi fondasi produksi, justru berubah menjadi sumber ketakutan berkepanjangan.

Contoh paling nyata dari carut-marut tata kelola agraria terlihat dalam konflik berkepanjangan agraria yang terjadi di Taman Nasional Teso Nilo (TNTN), Riau. Alih-alih ditangani secara menyeluruh, persoalan ini justru menggantung selama bertahun-tahun dan memakan ribuan korban sosial dari penggusuran, kriminalisasi petani, hingga hilangnya mata pencaharian.

Forum Tani Sawit mengkritik pemerintah karena hanya fokus pada penindakan tanpa memperbaiki akar masalah, ketidakjelasan batas kawasan, tumpang tindih izin, dan absennya skema penyelesaian yang adil bagi petani yang sudah turun-temurun tinggal di kawasan yang kini diklaim negara.

“TNTN adalah salah satu bukti paling jelas dari banyaknya kasus konflik Agraria bahwa pemerintah gagal merumuskan solusi permanen dari konflik agraria,” ungkap Abdul Aziz, Ketua Forum Tani Sawit saat menggelar FGD Pansus Konflik Agraria di IPB Convention Center Bogor pada Kamis, 27 November 2025.

Hal senada juga diungkap Samuel Simanjuntak Wakil Sekjend Forum Masyarakat Korban Tata Kelola Hutan dan Pertanahan Riau. Ia menambahkan, bahwa di berbagai kawasan konservasi, termasuk TNTN, persoalan tidak hanya soal perambahan, tetapi karena negara terlambat dalam menyelesaikan konflik.

Banyak masyarakat sudah bermukim sejak sebelum penetapan kawasan, namun kini diperlakukan sebagai perambah ilegal dan dipaksa keluar dari rumahnya sendiri.

“Jangan tiba-tiba datang terus mengusir masyarakat dengan pendekatan kekuasan melalui alat-alat negara, kami ini juga anak-anak bangsa yang dijamin hak hidupnya” sindirnya.

Disisi lain Yagus Suyadi Mantan Staf Ahli Bidang Hukum ATR/BPN mengungkapkan jika negara dianggap bersikap kontradiktif. Pemerintah terus mendorong ekspor CPO, mengejar target pemasukan negara via pajak dan non pajak atau PNBP, meningkatkan kesejahteraan petani sawit, dan menggaungkan hilirisasi, tetapi membiarkan kebijakan agraria tumpang tindih yang membuat petani berada dalam posisi rentan.

TNTN hanyalah satu dari lebih 600 titik konflik agraria yang belum terselesaikan secara struktural.

“Perlu singkronisasi data kawasan hutan serta penguatan dan pengendalian di kawasan HGU yang terlantar atau yang sudah dikelola masyarakat, juga penting melakukan pendekatan yang humanis dengan masyarakat agar capaian dan target manis pembenahan pemerintah diatas kertas sejalan dengan realita dilapangan,” ungkap Yagus yang juga pengurus Bank Tanah ATR/BPN.

Keterlambatan Pansus Agraria dalam bekerja memperburuk situasi. Para petani menganggap mandeknya pansus sebagai bentuk ketidakseriusan DPR dalam menghadapi konflik berbasis lahan yang telah berlarut puluhan tahun.

“Pansus seperti kehilangan nyali politik, jika kawasan hutan Dikelola negara Halal, namun sebaliknya jika dikelola rakyat Haram,” timpal Eko dari Samade Riau (Sawitku Masa Depanku).

Padahal, keberadaan Pansus diharapkan menjadi momentum reformasi agraria yang lebih tegas dan terukur, bukan hanya seremonial. Tanpa keberanian politik untuk merombak regulasi dan membenahi institusi agraria, konflik seperti TNTN akan terus berulang, bahkan bereskalasi.

Forum Tani Sawit mendesak agar Pansus segera memanggil pemerintah, Kementerian ATR/BPN, KLHK, hingga pemerintah daerah untuk duduk satu meja dan menyelesaikan akar persoalan. Mereka juga meminta pengakuan hak bagi petani yang telah menghuni sebelum kawasan ditetapkan, serta skema legalisasi yang realistis dan humanis.

Mereka menegaskan bahwa penyelesaian konflik agraria bukan hanya soal memulihkan lahan, tetapi memulihkan martabat masyarakat. Ketika pemerintah tidak hadir dengan solusi, masyarakat akhirnya menjadi korban dari ketidakteraturan hukum yang diciptakan negara sendiri.

Tanpa pembenahan serius, TNTN dan ratusan konflik lain akan terus menjadi bom waktu sosial di pedesaan. Petani sawit, yang selama ini menopang perekonomian daerah dan negara, dibiarkan berjalan tanpa kepastian.

“Jika Pansus tidak bergerak, ini sama saja membiarkan masa depan jutaan keluarga petani hancur,” pungkas Aziz. (sep)

Tags: Konflik Agraria

BERITA LAINYA

Prestasi Gemilang! Atlet Bogor Taklukkan Kejurnas Taekwondo 2026 di Samarinda

Prestasi Gemilang! Atlet Bogor Taklukkan Kejurnas Taekwondo 2026 di Samarinda

by admin juruketik
26 April 2026
0

Juruketik.com - Prestasi membanggakan kembali diraih UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor yang saat ini dikenal dengan Kawah Candradimuka atlet-atlet masa...

Pasar Parung Bogor Ditata Ulang, 700 Lapak Disiapkan bagi PKL Terdampak Gusuran

Pasar Parung Bogor Ditata Ulang, 700 Lapak Disiapkan bagi PKL Terdampak Gusuran

by admin juruketik
26 April 2026
0

Juruketik.com - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga Kabupaten Bogor menyiapkan sebanyak 700 lapak untuk menampung para pedagang kaki lima...

Resmi Pimpin Forki Bogor, Taufan Siapkan 100 Persen Atlet Lokal di Porprov Jabar 2026

Resmi Pimpin Forki Bogor, Taufan Siapkan 100 Persen Atlet Lokal di Porprov Jabar 2026

by admin juruketik
26 April 2026
0

Juruketik.com - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Kabupaten Bogor periode 2026-2030, Muhammad Taufan Sahara Putra ternasuk salah satu...

Meriah! Ribuan Warga Tumpah Ruah di Parade Budaya Lebaran Bojonggede

Meriah! Ribuan Warga Tumpah Ruah di Parade Budaya Lebaran Bojonggede

by admin juruketik
26 April 2026
0

Juruketik.com - Ribuan warga tumpah ruah meriahkan acara Parade Budaya Lebaran Desa Bojonggede di Lapangan Siaga pada Minggu, 26 April...

Next Post
Karpet Merah Rino Indira Gusniawan jadi Bos Air di Kota Bogor

Karpet Merah Rino Indira Gusniawan jadi Bos Air di Kota Bogor

Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah di BBR Cipaku, 2 Orang Terluka hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah di BBR Cipaku, 2 Orang Terluka hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Polisi Gerebek Pabrik Mie dan Pangsit Mengandung Tawas di Bogor, Beroperasi Gunakan Merk Mie Wayang dan Kulit Pangsit Wayang

Polisi Gerebek Pabrik Mie dan Pangsit Mengandung Tawas di Bogor, Beroperasi Gunakan Merk Mie Wayang dan Kulit Pangsit Wayang

Siap Harumkan Nama Indonesia di Dunia! Petinju Bogor Alfino Caesar Ikuti Ajang Iba Men’s World Boxing Championships Dubai 2025

Siap Harumkan Nama Indonesia di Dunia! Petinju Bogor Alfino Caesar Ikuti Ajang Iba Men’s World Boxing Championships Dubai 2025

Jenal Mutaqin Buka Pelatihan Koperasi Merah Putih, Lurah Diminta Maksimalkan Potensi Ekonomi Warga

Jenal Mutaqin Buka Pelatihan Koperasi Merah Putih, Lurah Diminta Maksimalkan Potensi Ekonomi Warga

Rekomendasi

Mahfud Md Jadi Menpan RB, Ini Penyebabnya

Mahfud Md Jadi Menpan RB, Ini Penyebabnya

25 Juni 2022
Bulan Lingkungan Hidup Sedunia, PTPN IV Regional V Salurkan Puluhan Ribu Bibit Pohon & Ikan

Bulan Lingkungan Hidup Sedunia, PTPN IV Regional V Salurkan Puluhan Ribu Bibit Pohon & Ikan

28 Juni 2024

Berita Populer

  • Prestasi Gemilang! Atlet Bogor Taklukkan Kejurnas Taekwondo 2026 di Samarinda

    Prestasi Gemilang! Atlet Bogor Taklukkan Kejurnas Taekwondo 2026 di Samarinda

    12 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Meriah! Ribuan Warga Tumpah Ruah di Parade Budaya Lebaran Bojonggede

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Geger! Rumah di Perumahan Cileungsi Diduga jadi Tempat Penampungan Pekerja Migran Ilegal, Tiga Orang Diamankan

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Setelah Sempat Lumpuh, Ruas Jalan Cikampak-Gunung Bunder Segera Normal Lagi

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Resmi Pimpin Forki Bogor, Taufan Siapkan 100 Persen Atlet Lokal di Porprov Jabar 2026

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Hubungi Kami

No Result
View All Result
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist