Juruketik.com – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Allan Tandiono di Kantor Pusat Kemenhub, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat baru-baru ini.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu pembahasan adalah penataan perlintasan kereta api sebidang di Kota Bogor, khususnya di kawasan MA Salmun dan Kebon Pedes.
Untuk perlintasan di MA Salmun, Wali Kota Bogor mendorong percepatan penutupan lintasan sebidang demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: Kemenhub Buka Opsi Pembangunan Trem dan Stasiun Sukaresmi
Sebagai langkah antisipasi, Dedie Rachim meminta Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Kota Bogor menyiapkan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) agar mobilitas masyarakat tetap terfasilitasi dengan aman.
Sementara itu, untuk perlintasan Kebon Pedes, rencana penanganan akan dilakukan melalui pembangunan underpass.
Namun demikian, sebelumnya pernah diajukan permohonan penutupan perlintasan tersebut yang belum dapat direalisasikan, karena masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Baca Juga: Trem di Kota Bogor Diuji Coba 2026
Dalam tahap awal, pembangunan underpass Kebon Pedes akan diprioritaskan melalui proses pembebasan lahan atau bidang terdampak sebagai langkah awal pelaksanaan proyek.
Dedie Rachim menegaskan bahwa penataan perlintasan sebidang ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta mendukung kelancaran mobilitas warga di Kota Bogor.
Bahas Pengembangan Perkeretaapian
Dedie Rachim menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah rencana strategis pengembangan infrastruktur perkeretaapian di wilayah Kota Bogor, termasuk kepastian pembangunan Stasiun Sukaresmi.
Ia menjelaskan bahwa Pemkot Bogor pada prinsipnya siap mendukung rencana pembangunan tersebut, termasuk integrasinya dengan program perumahan melalui pembangunan rumah susun di kawasan sekitar stasiun.
“Kami membahas terkait Stasiun Sukaresmi, termasuk rencana pembangunan rumah susun yang terintegrasi dengan program perumahan dari pemerintah pusat. Pada prinsipnya kami siap mendukung, karena ini sudah cukup lama dan perlu ada kepastian apakah stoplet sukaresmi jadi dibangun atau tidak,” ujar Dedie Rachim.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut turut dibahas mengenai pengembangan akses menuju Stasiun Ciomas Rancamaya yang dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas wilayah selatan.
Baca Juga: Semrawut! Dedie Rachim Potong Kabel Internet di Sepanjang Jalan Sudirman Bogor
Dedie Rachim mengungkapkan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian di wilayah selatan Jawa Barat menjadi salah satu prioritas, termasuk rencana konektivitas Bogor–Bandung yang ke depan dapat menjadi alternatif perjalanan masyarakat.
“Tadi disampaikan bahwa rencana pengembangan perkeretaapian wilayah selatan Jawa Barat menjadi prioritas, sehingga dari Bogor bisa terhubung hingga Bandung. Ini menjadikan keberadaan Stasiun Ciomas Rancamaya penting sebagai alternatif akses masyarakat Kota Bogor bisa ke Bandung tanpa harus melalui wilayah utara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedie Rachim juga melaporkan progres pembangunan kawasan Stasiun Batutulis yang selama ini masuk dalam proyek strategis nasional.
Ia menyampaikan bahwa proses pembebasan lahan telah dilakukan oleh Pemkot Bogor, serta tahapan lelang telah berjalan di tingkat provinsi, sehingga diperlukan sinkronisasi lanjutan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
“Kami juga melaporkan, untuk Batutulis kami sudah melakukan pembebasan lahan dan proses lelang juga sudah dilaksanakan. Selanjutnya perlu ada sinkronisasi antara Pemkot Bogor dan Dirjen Perkeretaapian sebagai area yang selama ini dijadikan sebagai proyek strategis nasional untuk Stasiun Batutulis,” pungkasnya. (*)











