Juruketik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membentuk tujuh posko pemantauan hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha 2026 guna mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta antraks.
Posko pemantauan tersebut disebar di sejumlah wilayah strategis, yakni di Kantor Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor serta puskeswan UPTD Cibinong, Babakan Madang, Cileungsi, Laladon, Pamijahan, dan Jasinga.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban tetap sehat dan aman sebelum didistribusikan maupun disembelih saat Idul Adha 1447 Hijriah.
Baca Juga: Pemkot Bogor Dirikan Pos Pemeriksaan Hewan Kurban di Sejumlah Perbatasan
“Untuk pengawasan dan pemeriksaan hewan kurbannya kami sudah lakukan sejak H-45 Idul Adha (13 April 2026),” ujar Ketua Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Diskanak Kabupaten Bogor, Siswiyani kepada wartawan.
Pemeriksaan tersebut, lanjut dia, fokus pada upaya meminimalisir penyakit-penyakit yang dapat menyerang hewan, seperti penyakit kaki dan mulut (PMK) serta antraks.
“Dari beberapa hasil peninjauan itu penyakit yang berat ga ada, paling cuma sebatas kelelahan di perjalanan seperti penyakit-penyakit ringan. Belum ada laporan seperti penyakit PMK,” jelas Siswiyani.
Baca Juga: Cara Cek Hewan Kurban Sehat Menurut Pemkot Bogor, Mulai dari Hidung hingga Gigi
Selain fokus ke sisi pemeriksaan sebelum Idul Adha 1447 Hijriah, Siswi juga mengaku akan terus melakukan pengawasan saat pemotongan hewan kurbannya.
“Itu H-1 sampai H+3, nah H-1 itu pemeriksaan untuk antemortem atau pemeriksaan hewan dalam keadaan hidup untuk memastikan bahwa hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat. Lalu postmortemnya dari hari H sampai hari tasyrik 4 hari, itu tujuannya memastikan daging dari hewan kurban ini layak dan dikonsumsi,” tuturnya.
Ia pun meminta kepada para pelapak untuk selalu memperhatikan kebersihan dari lapaknya hingga Idul Adha 1447 Hijriah tiba.
“Kita selalu memberikan sosialisasi kepada pelapak juga supaya tetap menjaga kebersihan lingkungan, limbahnya ditangani dengan baik supaya tidak menimbulkan pencemaran,” pungkasnya. (Kha)






