Juruketik.com – Puluhan goweser dari berbagai komunitas, aparatur sipil negara (ASN), hingga atlet Indonesia Cycling Federation (ICF) Kabupaten Bogor menempuh perjalanan sejauh 65 kilometer dari Pendopo Tegar Beriman, Cibinong, menuju Pendopo Malasari, Kecamatan Nanggung, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan bertajuk Gowes Napak Tilas Bogor dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 itu tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga upaya mengungkap kembali jejak awal pemerintahan Kabupaten Bogor yang bermula dari Malasari.
Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, didampingi Ketua KONI Kabupaten Bogor Arif Rochmawan, Kepala Dispora Asnan AP.
Baca Juga: Semarak HJB ke-544, Karang Taruna Kabupaten Bogor Gelar Turnamen Voli Istimewa di Malasari
Kemudian, ada Ketua Panitia Gowes Napak Tilas Bogor A Wildan, Ketua KORMI Kabupaten Bogor Rike Iskandar, serta jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Bogor.
“Puluhan peserta ambil bagian dalam event gowes yang punya makna sejarah dan edukasi terkait perjalanan Kabupaten Bogor,” ujar A Wildan, Selasa (2/5/2026).
Wildan menambahkan, Gowes Napak Tilas Bogor 2026 ini adalah bagian dari kegiatan HJB ke-544 yang jatuh pada 3 Juni 2026.
Baca Juga: Meriahkan HJB ke-544, Paguyuban Pagerawi 3 Gelar Bakti Sosial dan Senam Sehat
“Gagasan Gowes Napak Tilas Bogor ini dari Pak Bupati Bogor Rudy Susmanto yang sangat peduli tentang sejarah bangsa dan termasuk sejarah perjalajan Kabupaten Bogor,” ucap Wildan.
Ia mengatakan, Gowes Napak Tilas Bogor ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat terutama generasi muda bahwa sejarah pemerintahan Bogor dimulai dari Malasari.
Karena, kata Wildan, di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung ada kantor dan Pendopo Bupati Bogor pertama yakni Ipik Gandamana yang menjabat dari tahun 1948 sampai 1950.
Menurutnya, banyak generasi muda Kabupaten Bogor yang mungkin belum tahu banyak soal pemerintahan Bogor yang punya jejak sejarah di Desa Malasari, Kecamartan Nanggung.
“Melalui Gowes Napak Tilas Bogor ini diharapkan akan lebih banyak lagi masyarakat yang tahu soal sejarah pemerintahan Bogor,” ujar Wildan
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan mengatakan, event Gowes Napak Tilas Bogor ini punya manfaat yang sangat penting untuk mengingat sejarah Bogor dan juga mengenal sosok Bupati Bogor pertama yakni Ipik Gandamana.
Ipik Gandamana, kata Atep, selain Bupati Bogor pertama beliau juga pernah menjabat sebagai Gubernur Jabar ke-6 dari tahun 1956 sampai 1960.
“Pak Ipik Gandamana juga pernah menjadi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ke-14 dari tahun 1959-1964,” papar Atep.
Menurutnya, edukasi dan histori Malasari ini sangat penting karena tak bisa dilepaskan dari perjalanan Pemerintahan Kabupaten Bogor.
Atep juga menambahkan, Gowes Napak Tilas Bogor ini bisa berkaitan juga dengan program Sport Tourism Kabupaten Bogor serta bisa menjadi magnet bagi para wisatawan datang ke kawasan Wisata Malasari. (*)







