Writy.
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS

Fadli Amri Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Kenalkan Konsep Sociopreneurship Policing untuk Cegah Kejahatan

1 jam ago
in BERITA TERKINI, NASIONAL
4 0
0
Fadli Amri Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Kenalkan Konsep Sociopreneurship Policing untuk Cegah Kejahatan

Momen wisuda M Fadli Amri usai meraih gelar dokter ilmu hukum.

Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – M. Fadli Amri, anggota Polri yang berdinas di SSDM Mabes Polri, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Islam Sultan Agung atau UNISSULA Semarang.

Dalam disertasinya, alumni Magister Ilmu Kepolisian STIK-PTIK itu memperkenalkan konsep sociopreneurship policing, sebuah pendekatan pemolisian yang menggabungkan kewirausahaan sosial, kolaborasi masyarakat, dan pencegahan kejahatan melalui pemberdayaan sosial-ekonomi.

Dalam proses akademiknya, Fadli dibimbing oleh Prof. Dr. H. Jawade Hafidz selaku Promotor dan Prof. Dr. Hj. Anis Mashdurohatun selaku Co-Promotor.

Kelulusan ini tidak hanya menjadi capaian akademik pribadi, tetapi juga mencerminkan komitmen anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, riset, dan kontribusi pemikiran bagi masyarakat.

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa anggota Polri memiliki ruang besar untuk berperan tidak hanya dalam tugas operasional, tetapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembaruan pendekatan kepolisian.

Sebagai alumni STIK-PTIK, Fadli memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan ilmu kepolisian, terutama dalam melihat hubungan antara polisi, masyarakat, keamanan, ketertiban sosial, dan pencegahan kejahatan.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya dapat dipahami dalam kerangka penegakan hukum, tetapi juga sebagai institusi yang hadir di tengah masyarakat untuk membangun kepercayaan, memperkuat ketahanan sosial, dan membantu mencegah kejahatan sejak dari akar persoalannya.

Konsep sociopreneurship policing yang digagas Fadli merupakan pendekatan pemolisian yang menggunakan kewirausahaan sosial sebagai instrumen untuk menciptakan nilai sosial, memperkuat kolaborasi antara Polri dan masyarakat, serta mencegah kejahatan yang dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi.

Pendekatan ini menempatkan Polri, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam hubungan yang sejajar, saling menguatkan, dan berorientasi pada terciptanya keteraturan sosial.

Dalam konsep ini, peran Polri bersifat dua arah. Pertama, anggota Polri yang memiliki keterampilan, minat, dan kepedulian di bidang kewirausahaan sosial dapat menginisiasi atau menjalankan kegiatan wirausaha sosial yang berdampak bagi masyarakat.

Kedua, anggota Polri juga dapat berperan sebagai penggerak, penghubung, dan fasilitator untuk mendorong masyarakat, pelaku UMKM, komunitas lokal, sektor swasta, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait agar mampu membangun usaha produktif yang membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, sociopreneurship policing tidak mewajibkan setiap anggota Polri untuk berwirausaha, tetapi membuka ruang bagi anggota Polri yang memiliki kemampuan dan passion di bidang wirausaha sosial untuk berkontribusi lebih luas.

Peran tersebut tetap harus dilakukan dalam koridor aturan, etika profesi, integritas, transparansi, dan bebas dari konflik kepentingan, sehingga kegiatan kewirausahaan sosial tidak dipahami sebagai kepentingan ekonomi pribadi semata, melainkan sebagai ruang pengabdian yang menghasilkan manfaat sosial.

Gagasan ini berangkat dari pandangan bahwa sebagian tindak pidana tidak dapat dilepaskan dari persoalan ekonomi, seperti kemiskinan, pengangguran, lemahnya akses terhadap pekerjaan, stigma sosial, dan terbatasnya ruang pemberdayaan.

Karena itu, pencegahan kejahatan tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum, pengawasan, atau penindakan, tetapi juga perlu menyentuh faktor sosial yang dapat mendorong seseorang masuk ke dalam lingkaran kriminalitas.

Semangat sociopreneurship policing juga dapat dilihat dari berbagai praktik pengabdian sosial yang telah dilakukan anggota Polri di sejumlah daerah.

Misalnya, anggota Polri yang mengembangkan pengolahan sampah untuk membantu ekonomi warga di Cirebon, anggota Polri di Jawa Timur yang membuka ruang pelayanan kemanusiaan untuk merawat dan memulihkan ODGJ, hingga anggota Polri yang mendirikan sekolah atau pesantren gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Praktik-praktik tersebut menunjukkan bahwa kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat dapat melampaui fungsi formal, yakni ikut menghadirkan solusi sosial yang nyata.

“Polri tidak hanya hadir ketika kejahatan sudah terjadi. Polri juga perlu terus mengembangkan pendekatan yang lebih preventif, humanis, dan memberdayakan,” kata Fadli.

“Sociopreneurship policing adalah upaya untuk membaca kembali peran kepolisian dalam konteks sosial yang lebih luas, yaitu bagaimana kehadiran Polri dapat ikut menciptakan nilai sosial, membuka ruang pemberdayaan, dan memperkuat ketahanan masyarakat,” sambungnya.

Secara konseptual, sociopreneurship policing dibangun di atas dasar ilmu kepolisian, community policing, social entrepreneurship, entrepreneurial policing, dan social crime prevention.

Dengan dasar tersebut, konsep ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi utama Polri dalam penegakan hukum, melainkan melengkapinya melalui pendekatan pencegahan kejahatan yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Fadli berharap gagasan ini dapat menjadi salah satu sumbangan pemikiran bagi penguatan ilmu kepolisian dan praktik pemolisian di Indonesia.

Melalui pendekatan berbasis riset, sociopreneurship policing diharapkan dapat memperkaya cara pandang tentang peran Polri dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya ruang pemberdayaan sosial-ekonomi yang berkelanjutan.

Kelulusan Fadli sebagai Doktor Ilmu Hukum juga menjadi pesan positif bahwa anggota Polri terus bergerak untuk meningkatkan kapasitas intelektual, profesionalisme, dan kepekaan sosial.

Dengan pendidikan, riset, dan gagasan yang bermanfaat bagi publik, Polri diharapkan semakin dikenal sebagai institusi yang adaptif, humanis, berpendidikan, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Tentang Sociopreneurship Policing
Sociopreneurship policing adalah pendekatan pemolisian yang mengintegrasikan ilmu kepolisian, kewirausahaan sosial, kolaborasi masyarakat, dan pencegahan kejahatan, dengan menempatkan Polri sebagai inisiator, fasilitator, maupun katalisator pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.

Melalui pendekatan ini, anggota Polri yang memiliki kapasitas dan kepedulian di bidang wirausaha sosial dapat menjalankan atau mendorong lahirnya kegiatan usaha yang berdampak sosial, membuka lapangan kerja, memperkuat ketahanan masyarakat, serta mengurangi faktor-faktor sosial-ekonomi yang dapat mendorong terjadinya tindak pidana. (*)

Tags: M Fadli AmriSociopreneurship PolicingUNISSULA Semarang

BERITA LAINYA

6 Tim Asal Kabupaten Bogor Lolos ke Liga Jabar Istimewa 2026, Siap Berjuang di Pangandaran! Berikut Daftar Timnya

6 Tim Asal Kabupaten Bogor Lolos ke Liga Jabar Istimewa 2026, Siap Berjuang di Pangandaran! Berikut Daftar Timnya

by admin juruketik
16 Juni 2026
0

Juruketik.com - Sebanyak enam tim sepak bola usia dini asal Kabupaten Bogor dipastikan lolos dan akan mewakili daerahnya pada ajang...

Launching TK Adzkayra di Bogor, Dede Chandra Salurkan Bantuan dan Santuni 30 Anak Yatim

Launching TK Adzkayra di Bogor, Dede Chandra Salurkan Bantuan dan Santuni 30 Anak Yatim

by admin juruketik
16 Juni 2026
0

Juruketik.com - Launching TK Adzkayra dan Samen PAUD Fathurrohman di Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Selasa (16/6/2026), berlangsung meriah....

Hari Kedua POPWILDA Jabar 2026: Kabupaten Bogor Pesta Kemenangan, Peluang Semifinal Terbuka Lebar

Hari Kedua POPWILDA Jabar 2026: Kabupaten Bogor Pesta Kemenangan, Peluang Semifinal Terbuka Lebar

by admin juruketik
16 Juni 2026
0

Juruketik.com - Kontingen Kabupaten Bogor berpesta kemenangan pada hari kedua Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah Jawa Barat atau POPWILDA Jabar...

Tim Sepakbola Kota Bogor Tampil Perkasa di POPWILDA Jabar 2026, Raih Dua Kemenangan Beruntun atas Sukabumi dan Depok

Tim Sepakbola Kota Bogor Tampil Perkasa di POPWILDA Jabar 2026, Raih Dua Kemenangan Beruntun atas Sukabumi dan Depok

by admin juruketik
16 Juni 2026
0

Juruketik.com - Tim sepakbola Kota Bogor menunjukkan performa impresif di awal perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah Jawa Barat atau...

Next Post
Launching TK Adzkayra di Bogor, Dede Chandra Salurkan Bantuan dan Santuni 30 Anak Yatim

Launching TK Adzkayra di Bogor, Dede Chandra Salurkan Bantuan dan Santuni 30 Anak Yatim

6 Tim Asal Kabupaten Bogor Lolos ke Liga Jabar Istimewa 2026, Siap Berjuang di Pangandaran! Berikut Daftar Timnya

6 Tim Asal Kabupaten Bogor Lolos ke Liga Jabar Istimewa 2026, Siap Berjuang di Pangandaran! Berikut Daftar Timnya

BERITA POPULER

  • Ribuan Warga Padati Alun-Alun Kota Bogor, Ruang Riung jadi Magnet Baru Wisata Malam

    Ribuan Warga Padati Alun-Alun Kota Bogor, Ruang Riung jadi Magnet Baru Wisata Malam

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kontingen Kabupaten Bogor Menggila di Hari Pertama POPWILDA Jabar 2026! Voli, Basket hingga Pencak Silat Sapu Bersih Kemenangan

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
  • Hari Kedua POPWILDA Jabar 2026: Kabupaten Bogor Pesta Kemenangan, Peluang Semifinal Terbuka Lebar

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • 6 Tim Asal Kabupaten Bogor Lolos ke Liga Jabar Istimewa 2026, Siap Berjuang di Pangandaran! Berikut Daftar Timnya

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Hari Terakhir Kabogorfest 2026 Diserbu Warga, 6 Ton Bahan Pokok Ludes Terjual

    8 shares
    Share 3 Tweet 2

Rekomendasi

Segini Harta Kekayaan Calon Wakil Wali Kota Bogor 2024: Melli Darsa Terkaya, Teddy Risandi Paling Buncit

Segini Harta Kekayaan Calon Wakil Wali Kota Bogor 2024: Melli Darsa Terkaya, Teddy Risandi Paling Buncit

7 Oktober 2024
Pesan Ketua DPRD Kota Bogor ke Direksi Baru Perumda Tirta Pakuan

Pesan Ketua DPRD Kota Bogor ke Direksi Baru Perumda Tirta Pakuan

29 Maret 2026
Anies Baswedan Dukung Atang Trisnanto Jadi Wali Kota Bogor

Anies Baswedan Dukung Atang Trisnanto Jadi Wali Kota Bogor

14 November 2024
Perempuan Golkar Kota Bogor Bagikan Bantuan ke Korban Kebakaran Ardio

Perempuan Golkar Kota Bogor Bagikan Bantuan ke Korban Kebakaran Ardio

21 Juni 2022 - Updated on 10 Juni 2026
RAT Koperasi Jasa Karya, Bima Arya : Terus Inovasi dan Sejahterakan Anggota

RAT Koperasi Jasa Karya, Bima Arya : Terus Inovasi dan Sejahterakan Anggota

13 Februari 2023
Di Hari Terakhir, Aldho Didampingi Pendukungnya Daftar Pencalonan Ketua PWI Kota Bogor Periode 2024-2027

Di Hari Terakhir, Aldho Didampingi Pendukungnya Daftar Pencalonan Ketua PWI Kota Bogor Periode 2024-2027

15 Juli 2024
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist