Juruketik.com – Kota Bogor akan menggelar Kirab Budaya Mahkota Binokasih pada Jumat, 8 Mei 2026 mendatang. Kegiatan ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan dan diproyeksikan berlangsung meriah dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Firdaus, menyampaikan bahwa persiapan acara telah mencapai sekitar 90 persen.
Pemerintah Kota atau Pemkot Bogor juga mendapat dukungan dari tim Provinsi Jawa Barat dalam rangka menyukseskan agenda budaya tersebut.
Baca Juga: Mahkota Binokasih Kerajaan Sunda Hadir di Bogor
”Insya Allah kita siap maksimal untuk menyambut kirab budaya Mahkota Binokasih. Ini juga bagian dari persiapan Milangkala Tata Sunda, dengan menghadirkan arak-arakan budaya yang meriah,” ujarnya kepada wartawan saat melakukan persiapan di Bumi Ageung Batutulis, Rabu 6 April 2026.
Kirab budaya ini rencananya akan dimulai dari Bumi Ageung Batutulis dan berakhir di Lawang Suryakencana. Rute pawai akan melintasi Jalan Siliwangi, berbelok ke Jalan NV Sidiq, hingga menuju kawasan Suryakencana.
Menurut Firdaus, perubahan titik akhir dari sebelumnya direncanakan di Kebun Raya Bogor menjadi di Lawang Suryakencana dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Bogor Apresiasi Kirab Binokasih Sanghyang Pake di Cisarua
“Kita menghindari dampak terhadap tanaman yang dilindungi di Kebun Raya, mengingat jumlah massa yang diperkirakan mencapai 5.000 orang,” jelasnya.
Acara ini akan dimeriahkan oleh sekitar 885 penari dari seluruh Jawa Barat, ditambah perwakilan dari 14 kampung adat serta 27 kabupaten/kota.
Selain itu, partisipasi juga datang dari Bali dengan puluhan penari yang turut ambil bagian.
Tak hanya itu, kirab akan semakin semarak dengan kehadiran pasukan kavaleri berkuda dan kereta kencana, serta total peserta pawai yang diperkirakan mencapai 2.000 hingga 3.000 penari.
Firdaus menegaskan, kegiatan ini juga menjadi simbol penguatan identitas budaya Bogor sebagai bagian dari sejarah besar Pajajaran.
”Kita tahu Bogor merupakan kota sakral Pajajaran, tempat penobatan raja yang ditandai dengan Prasasti Batutulis. Maka kita ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dan terbaik,” ungkapnya.
Kirab Budaya Mahkota Binokasih dijadwalkan berlangsung pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, dengan harapan cuaca mendukung dan acara berjalan lancar.
Meski baru pertama kali digelar, pemerintah daerah membuka peluang agar kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender event resmi Jawa Barat di masa mendatang. (3RY)








