Juruketik.com – Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Bogor tercatat sebagai yang tertinggi di Jawa Barat, mencapai 7.321 orang.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan pembangunan Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) di kawasan Pondok Rajeg, Cibinong, sebagai pusat layanan terpadu untuk penanganan ODGJ sekaligus berbagai persoalan kesejahteraan sosial lainnya.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut, rencana pembangunan BKS kini tengah dalam dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Soroti Tingginya Angka ODGJ di Kabupaten Bogor, Dorong Intervensi Bersama Pemerintah
“Usulan dari Menteri Sosial kami respons, kami melalui Dinas Sosial sudah menyiapkan perencanaan pembangunan Balai Kesejahteraan Sosial yang lebih luas di Pondok Rajeg, saat ini masih dalam tahap penyusunan DED,” kata Rudy kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).
Rudy menilai persoalan sosial di Kabupaten Bogor tidak hanya terfokus pada tingginya jumlah ODGJ. Namun lebih jauh dari itu, BKS di Pondok Rajeg akan dibangun sebagai pusat layanan sosial terpadu yang juga akan melayani tunawisma, lanjut usia, serta kelompok masyarakat rentan lainnya.
Sejauh ini, kata dia, penanganan ODGJ di Kabupaten Bogor dilakukan secara kolaborasi salah satunya dengan Pemkot Bogor melalui Rumah Sakit Marzoeki Mahdi. Kemudian dibantu fasilitas sosial milik Pemkab dan Kemensos.
Baca Juga: Jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor Tertinggi di Jabar, Rudy Susmanto Ungkap Penyebabnya
“Jadi kita juga tidak boleh . terpaku pada besarnya jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 6,19 juta jiwa, Kabupaten Bogor hampir selalu mencatat angka tertinggi dibanding daerah lain,” ungkap dia.
“Mau berapapun, tetap menjadi tanggung jawab Pemkab Bogor untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya.
Diketahui, jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor mencapai 7.321 orang dan menempatkannya di posisi tertinggi di Jawa Barat.
Posisi itu kemudian disusul oleh Sukabumi di posisi kedua dengan jumlah 3.930, Kota Bandung 3.571, Karawang 3.315, Bekasi 2.970, Cirebon 2.438, Majalengka 2.292, Kota Bogor 2.194, Kota Depok 1.888, dan Ciamis 1.839 orang. (Kha)





























