Juruketik.com – Ribuan pencari kerja memadati Job Fair Kabupaten Bogor yang digelar di Vivo Mal Sentul, Kecamatan Sukaraja, sejak Rabu (5/8/2026) pagi.
Mereka rela mengantre demi memperebutkan 6.056 lowongan kerja yang dibuka oleh 53 perusahaan dalam bursa kerja yang berlangsung hingga 6 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu menjadi salah satu upaya menekan angka pengangguran di Bumi Tegar Beriman yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) masih mencapai sekitar 218 ribu orang.
Baca Juga: EIGER Adventure Land Gelar Rekrutmen Massal, Lebih dari 600 Warga Megamendung Ikut Seleksi
Berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan pencari kerja telah memadati area pameran sejak pukul 09.00 WIB. Mereka rela mengantre demi mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan yang membuka lowongan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, Job Fair tahun ini diikuti oleh 53 perusahaan yang menyediakan ratusan posisi pekerjaan.
“Ada 53 perusahaan dalam job fair ini dengan 221 posisi yang dibuka dan jumlah kebutuhan pekerja kurang lebih 6.056 orang,” ujar Rudy kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: Pemkot Bogor Latih 30 Calon Pekerja Migran, Siap Diberangkatkan ke Kuwait, Turki hingga Montenegro
Rudy menginginkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk mengoptimalkan upaya kolaboratif bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lain sebagaimana pembentukan Bogor Career Center.
Tujuannya, kata dia, agar keterlibatan para perusahaan yang ada di Kabupaten Bogor bisa dilakukan secara maksimal dalam membuka dan merekrut tenaga kerja baru.
“Perusahaan-perusahaan bisa kita komunikasikan setiap hari, setiap minggu. Mungkin satu perusahaan hanya butuh satu-dua orang karyawan, karyawan baru. Tapi kalau ada 2.000 perusahaan, maka kurang lebih ada 4.000,” ucapnya.
“Nah, ini tentunya butuh peran aktif dari Pemda untuk berkolaborasi dengan dunia-dunia usaha yang ada di Kabupaten Bogor,” sambung Rudy.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Bogor terus berupaya untuk membuka lapangan kerja dengan cara tersebut.
Sehingga, Rudy berharap para pencari kerja tetap optimis mendapatkan pekerjaan meski persaingannya cukup ketat
“Kami akan berupaya menuntaskan satu per satu seluruh persoalan yang ada di Kabupaten Bogor. Maka kami berpesan untuk tetap semangat (kepada pencari kerja),” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, Nana Mulyana mengungkapkan, bahwa Job Fair merupakan upaya untuk menekan tingginya angka pengangguran.
“Berdasarkan data BPS pengangguran di Kabupaten Bogor itu ada 218 ribu.
Dengan data itu, maka kami melakukan job fair salah satu langkah agar yang sedang menganggur bisa bekerja lewat pertemuan bersama pemberi kerja,” kata Nana.
Ia menjelaskan, Job Fair tersebut terbuka bagi pencari kerja maupun perusahaan dari wilayah Jabodetabek sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses rekrutmen.
“Ini pelamar dan perusahaannya dari Jabodetabek, jadi kalau ada masyarakat luar dari Kabupaten Bogor kami tidak bisa menghalangi karena ini tidak boleh diskriminasi. Jadi, diterima atau tidaknya oleh perusahaan balik lagi ke kompetensi yang dimiliki pencari kerja,” pungkas Nana. (Kha)












