Juruketik.com – Bangunan Pasar Bogor dan Plaza Bogor kini telah dibongkar seluruhnya. Lahan eks bangunan tersebut untuk sementara dimanfaatkan sebagai area parkir, sebelum kawasan itu direvitalisasi dengan konsep baru yang mencakup gedung parkir bertingkat, convention hall, hingga pasar bersih.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin mengatakan, proses pembongkaran kedua bangunan tersebut telah rampung.
Untuk sementara, lahan eks Pasar dan Plaza Bogor difungsikan sebagai tempat parkir untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama saat akhir pekan ketika kunjungan wisatawan ke kawasan Suryakencana meningkat.
Baca Juga: Pasar Bogor Ditarget Rampung Dibongkar Desember 2026, Bakal Punya Convention Hall dan Kantong Parkir Wisata
”Untuk Pasar dan Plaza Bogor, proses pembongkaran bangunannya sudah selesai. Kita sudah finalisasi. Sekarang sedang kita fungsikan sementara lahannya untuk menampung tempat parkir,” katanya, Minggu 9 Agustus 2026.
Menurutnya, kendaraan yang sebelumnya kesulitan mendapatkan tempat parkir di kawasan Suryakencana dapat diarahkan ke lahan eks Pasar dan Plaza Bogor.
Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas akibat kendaraan yang berhenti atau mencari lokasi parkir di badan jalan.
Baca Juga: Eks Plaza Bogor Segera Berubah, Parkiran jadi Prioritas Utama Pembangunan Baru
Jenal menjelaskan, area bagian belakang eks bangunan akan dimanfaatkan untuk parkir bus dan truk. Sementara bagian depan, yakni eks Plaza Bogor, diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan roda empat.
Pemanfaatan sementara sebagai lahan parkir tersebut direncanakan berlangsung hingga akhir Desember.
Sambil menunggu proses revitalisasi, Perumda PPJ juga tengah menyiapkan konsep pengembangan kawasan serta menjajaki peluang masuknya investor baru.
”Setelah pembongkaran semua selesai, mudah-mudahan sampai akhir Desember kita gunakan untuk lahan parkir sementara,” ucapnya.
“Kami dari Perumda PPJ sedang menyiapkan konsep untuk beauty contest. Setelah itu kita mendapatkan investor baru, kemudian proses kerja sama untuk revitalisasi,” lanjut dia.
Jenal menyebut, konsep revitalisasi kawasan Pasar dan Plaza Bogor sebenarnya telah dituangkan dalam kajian Highest and Best Use (HBU) pada 2022.
Dalam konsep tersebut, kawasan tidak hanya difungsikan sebagai pasar, tetapi dikembangkan menjadi kawasan terintegrasi dengan sejumlah fungsi pendukung.
Salah satu fasilitas utama yang direncanakan adalah gedung parkir bertingkat dengan kapasitas besar.
Gedung tersebut disiapkan untuk menampung kendaraan wisatawan maupun masyarakat yang beraktivitas di pusat Kota Bogor, termasuk bus yang membawa wisatawan ke Kebun Raya Bogor.
Selain gedung parkir, konsep revitalisasi juga mencakup pembangunan convention hall sebagai ruang pertemuan serta pasar bersih yang tetap mempertahankan fungsi perdagangan.
”Yang pertama di situ ada gedung parkir, itu harus muat banyak kendaraan, baik mobil maupun motor, termasuk bus yang berkunjung ke Kebun Raya dan Kota Bogor,” imbuhnya.
“Kemudian yang kedua convention hall sebagai tempat pertemuan. Yang ketiga pasar bersih, tujuannya untuk menunjang convention hall,” lanjut Jenal.
Ia menegaskan, keberadaan pasar tetap menjadi bagian penting dalam kawasan tersebut. Namun, fungsi pasar akan dikombinasikan dengan fasilitas lain agar pemanfaatan lahan dapat lebih optimal.
”Jadi dibuat terintegrasi dengan bangunan-bangunan lain, tetapi fungsi pasarnya tidak hilang,” katanya.
Dalam rencana jangka panjang, kawasan tersebut juga akan dilengkapi skybridge atau jembatan penghubung yang menghubungkan bangunan pasar dengan kawasan Kebun Raya Bogor.
Dengan konsep tersebut, bentuk bangunan nantinya tidak lagi berupa bangunan satu lantai seperti sebelumnya.
Area parkir juga akan ditempatkan dalam struktur gedung bertingkat sehingga kapasitas kendaraan dapat ditingkatkan tanpa membutuhkan lahan horizontal yang lebih luas.
Jenal mengungkapkan, konsep tersebut disusun berdasarkan kajian konsultan yang mempertimbangkan nilai strategis lokasi Pasar Bogor yang berada di kawasan premium.
”Kenapa? Karena itu hasil dari kajian konsultan. Ketika di jalan itu lahannya premium, kemudian hanya fungsi pasarnya saja, ini kurang optimal. Jadi harus di-mix dengan fungsi-fungsi lain atau gedung lain,” ujarnya.
Dalam skema pengelolaan nantinya, Perumda PPJ akan tetap menangani fungsi pasar bersih. Sementara fasilitas dan fungsi lain yang dikembangkan di kawasan tersebut dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau investor.
”Pengelolaan untuk pasar bersih oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya, tapi untuk fungsi lain kita bisa kerja sama dengan pihak ketiga,” tandasnya. (3RY)












