Juruketik.com – Sekolah Rakyat di kawasan eks Terminal Agribisnis Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, disiapkan menjadi sekolah berasrama (boarding school) gratis yang dapat menampung sekitar 2.000 siswa jenjang SMP dan SMA.
Hal itu terungkap saat Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim meninjau langsung lokasi rencana pembangunan tersebut, Rabu (23/9/2026).
Dalam peninjauan itu, Dedie meminta Pemkot Bogor mengevaluasi sejumlah aset di sekitar lokasi yang berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung kelengkapan fasilitas Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Kemensos Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di Kota Bogor, Rencana Dibangun Mulai Tahun Ini
“Yang pertama saya meminta evaluasi, terutama terkait bidang yang akan kita kerjasamakan bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk membangun Sekolah Rakyat Bogor Kota,” kata Dedie Rachim.
Ia menyebut, terdapat sejumlah aset Pemkot Bogor yang saat ini masih dimanfaatkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Menurutnya, aset tersebut dapat dikaji kembali untuk menunjang kebutuhan Sekolah Rakyat yang nantinya menampung sekitar 2.000 siswa jenjang SMP dan SMA.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Bogor Barat Segera Dibuka: Siswa Dapat Asrama, Makan hingga Sekolah Gratis
“Masih ada beberapa potensi aset kita yang bisa nanti dimanfaatkan langsung Sekolah Rakyat,” ucap dia.
“Kenapa saya memprioritaskan? Karena yang akan sekolah di sini, tingkat SMP dan SMA, itu ada kurang lebih sampai dengan 2.000 siswa,” sambungnya.
Sekolah Rakyat tersebut diperuntukkan bagi warga Kota Bogor dari keluarga prasejahtera. Konsep pendidikan yang diterapkan berupa sekolah berasrama atau boarding school dengan fasilitas pendidikan dan tempat tinggal yang diberikan secara gratis.
Dedie berharap program tersebut dapat memberikan akses pendidikan yang layak sekaligus membuka peluang bagi para siswa untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya.
“Kalau mereka bisa bersekolah di sini, boarding, asrama, kemudian mendapatkan pendidikan yang baik dengan lokasi yang baik, tentu ke depan akan bisa merubah nasib keluarga mereka,” ujarnya.
Di sisi lain, Dedie menyoroti kondisi kontur lahan yang cukup beragam. Sejumlah titik di kawasan tersebut memiliki kemiringan yang cukup terjal sehingga aspek keselamatan dan konstruksi menjadi perhatian sebelum pembangunan fisik dimulai.
“Kita lihat sendiri ada beberapa lokasi yang memang terjal sekali. Kita juga harus memikirkan bagaimana sisi safety-nya, sisi konstruksinya, kontur tanahnya dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Dari total lahan sekitar lima hektare, sekitar 2,5 hektare saat ini memasuki tahap pematangan lahan atau land clearing. Proses tersebut ditargetkan selesai pada 9 November 2026.
Setelah tahap pematangan lahan rampung, Pemkot Bogor bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membahas lebih detail mengenai pembangunan fisik Sekolah Rakyat.
Dedie mengatakan, sebagian area lainnya akan dipertahankan sebagai ruang terbuka. Ia juga membuka kemungkinan pemanfaatan aset di sekitar lokasi agar fasilitas sekolah tidak dibangun terlalu dekat dengan area yang memiliki kontur terjal.
“Selebihnya akan dimanfaatkan untuk ruang terbuka. Makanya sampai ke 9 November kita pastikan ada beberapa aset yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk Sekolah Rakyat,” katanya.
Lokasi Sekolah Rakyat tersebut merupakan lahan eks Terminal Agribisnis Rancamaya yang dibangun sejak 2004.
Namun, keberadaan terminal tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, salah satunya karena kendala akses jalan menuju kawasan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Bogor berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Bogor dan Dinas PU Kota Bogor terkait rencana pelebaran akses dari arah Warung Nangka.
“Aksesnya dari Warung Nangka ini kan sempit. Saya sudah bicara juga dengan Kadis PU Kabupaten dan Kadis PU Kota, bagaimana caranya jalan dilebarin dari Jalan Raya Bogor-Sukabumi masuk ke Warung Nangka,” paparnya.
Mengenai pembiayaan, Dedie menegaskan pembangunan fisik Sekolah Rakyat tidak menggunakan anggaran Pemkot Bogor.
Pemerintah pusat melalui APBN akan menanggung kebutuhan pembangunan, dengan pelaksanaan melibatkan Kemensos dan Kementerian PU.
“Anggaran Sekolah Rakyat nanti dikeluarkan dari APBN. Pembangunannya oleh Kementerian PU dan dikoordinasikan bersama dengan Kementerian Sosial,” tegasnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Rancamaya juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah Bogor Selatan.
Selain proyek tersebut, Pemkot Bogor juga menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas pendidikan di kawasan Kertamaya, yakni SMA Negeri 12 dan SMP Negeri 24 Kota Bogor.
“Kita ingin Bogor Selatan ini Indeks Pembangunan Manusianya meningkat dengan sarana prasarana pendidikan yang lebih memadai,” tandas Dedie. (3RY)












