Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK

Kenapa Masih Ada Anak Putus Sekolah di Kota Bogor? Disdik Ungkap 3 Faktor Utamanya

9 Agustus 2026
in BERITA UTAMA, BOGOR
3 1
0
Kenapa Masih Ada Anak Putus Sekolah di Kota Bogor? Disdik Ungkap 3 Faktor Utamanya

Kepala Disdik Kota Bogor, Herry Karnadi.

Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Masih adanya anak putus sekolah di Kota Bogor ternyata tidak hanya disebabkan persoalan ekonomi.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mengungkap ada tiga faktor utama yang membuat sebagian anak tidak melanjutkan pendidikan, mulai dari akses pendidikan, kondisi kesejahteraan keluarga, hingga pola pikir atau faktor kultural di lingkungan keluarga.
‎
‎Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Herry Karnadi mengatakan, faktor pertama yang memengaruhi anak putus sekolah berkaitan dengan akses terhadap pendidikan.

Baca Juga: Jenal Mutaqin Tantang Karang Taruna Kota Bogor, Data Anak Putus Sekolah hingga Tingkat RT RW
‎
‎Menurutnya, ketersediaan sarana sekolah, ruang belajar hingga daya tampung sekolah menjadi bagian penting yang dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak.
‎
‎“Pertama soal akses pendidikan, contohnya ketersediaan sarana sekolah, ketersediaan ruang belajar dan ketersediaan daya tampung. Itu yang memengaruhi anak putus sekolah,” kata, Minggu 9 Agustus 2026.
‎
‎Faktor kedua, lanjut Herry, berkaitan dengan tingkat kesejahteraan keluarga. Persoalan ekonomi dapat membuat anak tidak mampu melanjutkan pendidikan meskipun sekolah dan daya tampung tersedia.

Baca Juga: Ada 1.504 Warga Putus Sekolah di Bogor Selatan, Pemkot Buka Sekolah Gratis hingga Dapat Ijazah
‎
‎Ia mencontohkan, keterbatasan ekonomi dapat membuat keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar sekolah, mulai dari ongkos transportasi, seragam hingga perlengkapan belajar.
‎
‎“Sekolahnya ada, daya tampung mencukupi, tapi untuk ekonomi keluarga tidak bisa berangkat ke sekolah lantaran tidak ada biaya untuk kebutuhan sekolah. Contohnya, tidak ada ongkos untuk berangkat, tidak bisa beli seragam sekolah, tidak bisa beli tas,” ujarnya.
‎
‎Sementara faktor ketiga adalah faktor kultural yang berkaitan dengan pola pikir, pemahaman dan keyakinan orang tua maupun anak terhadap pentingnya pendidikan.
‎
‎Herry menyebut masih terdapat keluarga yang menganggap pendidikan cukup ditempuh hingga jenjang SD atau SMP. Ada pula anak yang diarahkan untuk segera bekerja membantu orang tua atau menikah setelah menyelesaikan pendidikan tertentu.
‎
‎“Banyak anak-anak hanya punya niatan sampai SMP saja, yang penting bisa baca dan nulis, atau sampai SD saja, atau cukup sampai SMP. Nanti tiga atau empat tahun juga dinikahin sama orang. Nah, seperti itu yang menjadi tiga faktor utama,” jelasnya.
‎
‎Herry mengatakan berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kota Bogor melalui Disdik selama ini lebih banyak diarahkan untuk mengintervensi persoalan akses pendidikan dan kesejahteraan.
‎
‎Beberapa di antaranya melalui pemberian beasiswa, keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), serta kelompok belajar (Pokjar) yang menjadi bagian dari upaya memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal.
‎
‎“Soal beasiswa, PKBM dan Pokjar itu mengintervensi faktor pertama tadi,” katanya.
‎
‎Namun, Herry mengakui faktor kultural menjadi tantangan yang lebih sulit ditangani karena berkaitan dengan keyakinan, pemahaman dan wawasan orang tua maupun anak.
‎
‎Menurutnya, ada orang tua atau anak yang memang memiliki keinginan untuk berhenti sekolah setelah menyelesaikan jenjang SMP karena ingin segera membantu perekonomian keluarga atau memiliki pandangan bahwa anak akan menikah dalam beberapa tahun ke depan.
‎
‎“Ada juga orang tua atau anak yang ingin sampai SMP saja, karena mereka yakin dia tiga tahun juga nikah atau berkeinginan membantu orang tua. Faktor seperti ini yang belum bisa kita jangkau,” ungkapnya.
‎
‎Karena itu, menurut Herry, penanganan faktor kultural membutuhkan proses penyadaran yang lebih panjang melalui sosialisasi dan pendekatan kepada keluarga.
‎
‎“Perlu penyadaran, sosialisasi lagi. Itu waktunya panjang, tidak bisa diukur. Yang bisa kita lakukan yang bisa kita ukur, seperti PKBM, jemput bola, kelompok belajar (Pokjar),” pungkasnya. (Kha)

Tags: Anak Putus SekolahDisdik Kota BogorHerry KarnadiPendidikan

BERITA LAINYA

Bangunan Pasar Bogor dan Plaza Bogor Sudah Rata, Ini Rencana Besar Selanjutnya

Bangunan Pasar Bogor dan Plaza Bogor Sudah Rata, Ini Rencana Besar Selanjutnya

by admin juruketik
9 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Bangunan Pasar Bogor dan Plaza Bogor kini telah dibongkar seluruhnya. Lahan eks bangunan tersebut untuk sementara dimanfaatkan sebagai...

Membanggakan! 2 Desa Wisata Kabupaten Bogor Masuk Top 15 Terbaik Jawa Barat

Membanggakan! 2 Desa Wisata Kabupaten Bogor Masuk Top 15 Terbaik Jawa Barat

by admin juruketik
9 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Kabar membanggakan datang dari sektor pariwisata Kabupaten Bogor. Dua desa wisata asal Bumi Tegar Beriman, yakni Desa Wisata...

Bukan Sekadar Bendera, Ini Makna Penjemputan Merah Putih di Kantor Bupati Pertama Bogor

Bukan Sekadar Bendera, Ini Makna Penjemputan Merah Putih di Kantor Bupati Pertama Bogor

by admin juruketik
9 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Penjemputan bendera Merah Putih di bekas Kantor Bupati Bogor pada masa revolusi fisik di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung,...

Meriah! Bendera Merah Putih Raksasa Diarak dari Tugu Kujang hingga Pusdikzi, Adityawarman Adil: Kirab Merah Putih Perkuat Persatuan dan Nasionalisme

Meriah! Bendera Merah Putih Raksasa Diarak dari Tugu Kujang hingga Pusdikzi, Adityawarman Adil: Kirab Merah Putih Perkuat Persatuan dan Nasionalisme

by admin juruketik
9 Agustus 2026
0

Juruketik.com - Bendera Merah Putih raksasa sepanjang 500 meter diarak dari Tugu Kujang hingga Pusdikzi, Kota Bogor, dalam Kirab Merah...

BERITA POPULER

  • Surga Baru Trail Runner di Puncak Bogor, Trek 5 Km Ini Punya Hutan Asri hingga Curug

    Surga Baru Trail Runner di Puncak Bogor, Trek 5 Km Ini Punya Hutan Asri hingga Curug

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Bukan Sekadar Bendera, Ini Makna Penjemputan Merah Putih di Kantor Bupati Pertama Bogor

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Meriah! Bendera Merah Putih Raksasa Diarak dari Tugu Kujang hingga Pusdikzi, Adityawarman Adil: Kirab Merah Putih Perkuat Persatuan dan Nasionalisme

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Heboh! Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Diduga Diamankan Kejagung, Begini Penjelasan Kajari

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Membanggakan! 2 Desa Wisata Kabupaten Bogor Masuk Top 15 Terbaik Jawa Barat

    6 shares
    Share 2 Tweet 2

Rekomendasi

Masuk Kabinet Prabowo, Mantan Wali Kota Bogor Bima Arya Diminta Benahi Politik dan Pemerintahan

Masuk Kabinet Prabowo, Mantan Wali Kota Bogor Bima Arya Diminta Benahi Politik dan Pemerintahan

15 Oktober 2024
Tekan Angka ODF di Bogor Selatan, Pemkot Bangun Puluhan Tangki Septic

Tekan Angka ODF di Bogor Selatan, Pemkot Bangun Puluhan Tangki Septic

23 Februari 2024
Digelar Oktober! Kabupaten Bogor Ditunjuk jadi Tuan Rumah Invitasi Ortrad Jabar 2026

Digelar Oktober! Kabupaten Bogor Ditunjuk jadi Tuan Rumah Invitasi Ortrad Jabar 2026

10 Februari 2026
Temui PJ Walikota, Caretaker Kadin Kota Bogor Siap Gelar Muskot

Temui PJ Walikota, Caretaker Kadin Kota Bogor Siap Gelar Muskot

28 Desember 2024
Zaenal Abidin Didorong Isi Kursi Pimpinan DPRD Kota Bogor Periode 2024 – 2029

Zaenal Abidin Didorong Isi Kursi Pimpinan DPRD Kota Bogor Periode 2024 – 2029

7 Maret 2024
Ragam Budaya Bersatu di Bogor Street Festival Cap Go Meh 2025

Ragam Budaya Bersatu di Bogor Street Festival Cap Go Meh 2025

13 Februari 2025
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist