Juruketik.com – Asap dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor mulai dirasakan sejumlah warga.
Mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor membuka tiga posko kesehatan di sekitar lokasi terdampak.
Tiga posko tersebut berada di wilayah Galuga, Desa Dukuh, dan Cimanggu dengan melibatkan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas di wilayah Bogor Barat.
Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 5 Hektare, Helikopter Dikerahkan untuk Padamkan Api
“Sudah turun tim kesehatan dari beberapa puskesmas di wilayah Kecamatan Cibungbulang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, Selasa (8/7/2026).
“Kami juga sudah membuka tiga posko, yaitu Posko Galuga, Posko Desa Dukuh, dan Posko Cimanggu. Ini antisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap,” sambungnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini keluhan kesehatan yang dirasakan masyarakat masih berkaitan dengan dampak asap dan belum menunjukkan kondisi yang berat.
Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga Bogor Makin Meluas, Petugas Bangun Parit hingga Kerahkan Water Bombing
“Karena jarak asap dengan pemukiman warga cukup jauh, dampaknya tidak terlalu signifikan. Ada warga yang merasakan mata perih dan pilek, tetapi belum ada yang mengalami kondisi ekstrim seperti sesak napas berat,” jelasnya.
Meski demikian, Dinkes Kabupaten Bogor tetap melakukan langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat asap.
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah membagikan masker kepada warga, khususnya masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan pelindung pernapasan.
“Langkah pertama adalah membagikan masker. Masih banyak warga yang belum menggunakan masker saat keluar rumah, sehingga kami bagikan masker kepada masyarakat,” katanya.
Selain masker, Dinkes juga menyediakan obat-obatan untuk pertolongan pertama. Apabila terdapat warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, Puskesmas Cibungbulang telah disiapkan untuk menangani kasus-kasus ringan.
Penanganan di lapangan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sejumlah puskesmas di wilayah Bogor Barat.
Sementara untuk kasus yang memerlukan tindakan lebih lanjut, Dinkes Kabupaten Bogor telah berkoordinasi dengan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang.
“RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang juga sudah berkoordinasi dengan kami dan turun ke lapangan. Mereka ikut membagikan masker serta menyiapkan ambulans, obat-obatan, oksigen, dan kebutuhan lainnya,” ungkap Fusia.
Menurut Fusia, jumlah tenaga kesehatan yang diterjunkan cukup banyak karena penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan lintas puskesmas.
“Seluruh puskesmas di wilayah Bogor Barat saling bahu-membahu dan bekerja sama dalam penanganan dampak asap ini,” tandasnya. (Kha)















