Juruketik.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara meminta Pemkab Bogor tidak hanya mengandalkan sektor pendapatan yang selama ini berjalan untuk menutupi defisit sebesar Rp446 miliar pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) 2026.
Menurutnya, masih banyak sektor lain yang punya potensi untuk menambah pendapatan Kabupaten Bogor. Salah satunya vila-vila yang disewakan.
“Jadi memang harus mencari sumber pendapatan yang lain yang belum maksimal. Vila-vila yang disewakan itu salah satu potensi yang harus dikejar, sementara sektor pajak yang sudah berjalan juga harus ditingkatkan,” kata Sastra kepada wartawan, Rabu 23 September 2026.
Baca Juga: Defisit Rp446 Miliar, Pemkab Bogor Coret Usulan Program 17 SKPD di APBD Perubahan 2026
Meski defisit bisa ditekan melalui dua opsi seperti pengurangan belanja atau peningkatan pendapatan, ia menilai bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi krusial agar ruang fiskal Kabupaten Bogor tidak semakin tertekan.
Tidak hanya itu, Sastra juga menyebut bahwa saat ini Kabupaten Bogor harus bisa secara mandiri untuk menyelesaikannya. Sebab pada saat yang sama, keuangan Pemprov Jawa Barat juga tengah mengalami defisit.
“Kalau pendapatan kita naik dan belanja bisa dikendalikan, defisit bisa ditekan. Karena itu, sekarang yang harus dikejar adalah potensi pendapatan daerah,” tegasnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Desak Reformasi Perizinan, Target Dongkrak PAD dan Tarik Investor
Lebih lanjut, Sastra menyebutkan bahwa belum ada rencana dari Pemkab Bogor untuk mengajukan bantuan keuangan kepada pemerintah pusat.
Kondisi tersebut menjadikan optimalisasi PAD sebagai salah satu langkah strategis yang didorong oleh DPRD untuk memperkecil defisit dalam RAPBD-P 2026. (Kha)













