Juruketik.com – Kontingen angkat besi Kota Bogor kembali menambah pundi-pundi medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Hotel Greenforest, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Sabtu (7/11/2026), para atlet berhasil menyumbangkan empat medali sekaligus, terdiri dari tiga medali perak dan satu medali perunggu.
Tambahan tersebut semakin membuka peluang kontingen angkat besi Kota Bogor untuk memenuhi target empat medali emas yang dibidik pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Baca Juga: Judo Kota Bogor Tambah Koleksi Medali di Porprov Jabar 2026, Adis Rayina Persembahkan Emas
Adapun, tambahan medali tersebut diraih melalui perjuangan sejumlah atlet yang turun di berbagai kelas pertandingan. Talita Arrizqi berhasil meraih medali perunggu di kelas 95 kilogram, sementara Loevie Putri Qjaya menyumbangkan perunggu di kelas 109 kilogram.
Kemudian, M Fauzan Azhima sukses membawa pulang medali perak di kelas 149 kilogram, sedangkan Muhammad Furqon meraih medali perunggu di kelas 146 kilogram.
Ketua Pengurus Cabang (Pencab) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, pertandingan yang berlangsung pada Sabtu tersebut menjadi kesempatan bagi kontingen Kota Bogor untuk kembali menambah pundi-pundi medali.
Baca Juga: Kota Bogor Buka Perburuan Medali Porprov Jabar 2026 dengan Gemilang, Judo Sapu Bersih 4 Emas
“Pada pertandingan pagi ada kelas 45, 49, dan 55 kilogram. Kita berhasil mendapatkan medali perak di kelas 55 kilogram. Kemudian, siang harinya ada tambahan medali untuk kita,” ujar Eko.
Meski persaingan berlangsung ketat, Eko mengaku tetap optimistis kontingen angkat besi Kota Bogor mampu memenuhi target empat medali emas pada Porprov Jabar 2026.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak terlepas dari perbedaan usia dan kematangan fisik atlet, khususnya pada kategori remaja.
Sejumlah atlet Kota Bogor yang diturunkan bahkan masih berusia sekitar 15 tahun, sementara atlet dari daerah pesaing sudah berusia 16 hingga 17 tahun.
Perbedaan usia tersebut, kata Eko, turut memengaruhi perkembangan massa otot, kekuatan fisik, hingga kematangan atlet ketika menghadapi pertandingan.
“Anak-anak kita ini masih dalam tahap perkembangan. Usia 14 sampai 17 tahun merupakan masa penting bagi mereka. Tinggal bagaimana kita memberikan strategi latihan yang tepat, asupan makanan yang baik, khususnya protein, serta waktu istirahat yang cukup,” jelasnya.
Ia menambahkan, angkat besi merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kedisiplinan tinggi.
Selain latihan rutin, atlet juga harus menjaga pola makan dan mendapatkan pengawasan pelatih agar perkembangan kemampuan fisiknya berjalan optimal.
Bahkan, beberapa atlet Kota Bogor yang saat ini bertanding merupakan peserta yang baru pertama kali mengikuti ajang Porprov, terutama atlet yang masih berusia 15 tahun.
Meski begitu, PABSI Kota Bogor juga memiliki atlet senior seperti Furqon yang masih mampu bersaing dengan atlet-atlet junior. Eko berharap pengalaman dan kemampuan atlet senior tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi kontingen Kota Bogor.
“Kita cukup puas dengan hasil yang diraih sejauh ini. Sebab, kalau melihat usia saja, atlet kita memiliki perbedaan dengan lawan. Namun, itu bukan alasan untuk patah semangat. Strategi pelatih juga sangat menentukan karena setiap atlet memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda,” katanya.
Lebih lanjut, Eko mengungkapkan, kontingen angkat besi Kota Bogor menurunkan sebanyak 30 atlet yang mengikuti berbagai kelas pertandingan, mulai dari kategori remaja putra, remaja putri hingga senior.
Ia berharap pembinaan angkat besi di Kota Bogor ke depan semakin berkembang, termasuk melalui dukungan fasilitas latihan yang memadai dan program pembinaan secara berkelanjutan.
“Mudah-mudahan ke depan kita bisa memiliki gedung latihan sendiri sehingga para atlet bisa berlatih secara rutin. Kami juga berharap ada dukungan agar angkat besi semakin berkembang dan menjadi olahraga yang diminati anak-anak Kota Bogor, sehingga bisa mencetak generasi atlet berikutnya,” ungkapnya.
Eko menegaskan, target empat medali emas masih menjadi fokus PABSI Kota Bogor. Terlebih, pertandingan angkat besi masih berlangsung hingga 11 November 2026 sehingga peluang untuk menambah perolehan medali masih terbuka.
Sejumlah daerah seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat menjadi pesaing yang harus diwaspadai dalam perebutan medali.
“Yang jelas, atlet-atlet tidak boleh patah arang. Harus tetap semangat dan terus berjuang. Bogor 100, nyala terus,” pungkasnya. (3RY)










