Juruketik.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor menggelar Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka (Peran Saka) 2026 dengan melibatkan 50 anggota Pramuka.
Kegiatan yang berlangsung di Sentul Eco Edu Tourism Forest, Kampung Sukamantri, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, tersebut menjadi ajang pembekalan keterampilan, kemandirian dan jiwa kepemimpinan bagi generasi muda.
Peran Saka 2026 digelar selama dua hari dan diikuti anggota dari berbagai Satuan Karya Pramuka (Saka), di antaranya Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Wira Kartika, Saka Bakti Husada, Saka Wanabakti, hingga Saka Widya Budaya Bakti.
Baca Juga: Dispora Kabupaten Bogor Bekali 85 Pemuda jadi Calon Pemimpin di Era Digital
Melalui kegiatan tersebut, Dispora Kabupaten Bogor mendorong peserta untuk tidak hanya mengembangkan keterampilan kepramukaan, tetapi juga membangun karakter, mental kepemimpinan, kemandirian serta kepedulian sosial.
Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan mengatakan, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan kompetensi generasi muda.
Menurutnya, Satuan Karya Pramuka (Saka) menjadi wadah bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan praktis serta kecakapan hidup sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
Baca Juga: Dispora Kabupaten Bogor Buka Pelatihan Foodpreneur 2026, Anak Muda Dibekali Ilmu Bisnis Kuliner
“Gerakan Pramuka memiliki peran yang sangat strategis dalam membina karakter dan kompetensi generasi muda di Kabupaten Bogor,” kata Asnan.
“Satuan Karya Pramuka (Saka) hadir sebagai wadah khusus untuk menempa pengetahuan, keterampilan praktis, serta kecakapan hidup (life skills) sesuai minat dan bakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Substansi Pemberdayaan Pemuda Dispora Kabupaten Bogor Laili Fikriyah mengatakan, kegiatan orientasi dan pelatihan dalam Peran Saka 2026 dirancang dengan memadukan pembelajaran teori dan praktik.
Menurut Laili, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis berbasis Syarat Kecakapan Khusus (SKK), tetapi juga dibekali kemampuan yang mendukung pembentukan karakter dan kemandirian.
“Peserta kami bekali tidak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga mental kepemimpinan dan kemandirian. Selama kegiatan, mereka dilatih untuk disiplin, memiliki ketahanan mental dan mampu hidup mandiri,” kata Laili.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan jiwa kerelawanan dan kepedulian sosial. Peserta didorong agar memiliki kepekaan terhadap lingkungan serta kesiapan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Laili menambahkan, aspek kewirausahaan juga menjadi bagian dari pembekalan. Para anggota Pramuka Penegak dan Pandega diharapkan memiliki wawasan mengenai kemandirian ekonomi serta mulai membangun jiwa kewirausahaan sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, Dispora Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus mendukung program pemberdayaan kepemudaan dan kepramukaan sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia muda yang unggul, mandiri dan berkarakter.
Peran Saka 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial dan kesiapan menghadapi tantangan di masa depan. (*)














