Juruketik.com – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, memasuki hari kedelapan pada Senin (14/9/2026).
Dari total sekitar delapan hektare area yang sebelumnya terbakar, kini titik api aktif disebut tinggal menyisakan sekitar satu hektare.
“Alhamdulillah, pendinginan berjalan dengan baik dan luas titik api makin berkurang. Awalnya delapan hektare, sampai tadi pagi masih tersisa kurang lebih satu hektare,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa kepada wartawan, Senin 14 September 2026.
Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga Ditarget Selesai Sebelum 17 September, Bupati Bogor: Pemadaman Dikebut 24 Jam
Dalam upaya pemadaman tersebut, tim pemadam hingga mengerahkan alat berat untuk mengeruk timbunan sampah. Sebab, bara api masih berada di bawah permukaan sampah.
Kemudian, lebih dari sepuluh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, termasuk bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor.
Namun, kata Yudi, pihaknya menemukan kendala dalam pemadaman. Salah satunya adalah angin kencang.
“Angin kencang jadi kendala yang menghambat, lalu akses untuk menuju sejumlah titik api juga sulit dijangkau,” jelasnya.
Tim pemadaman juga melibatkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta sejumlah dinas terkait lainnya.
“Kita bekerja selama 24 jam dengan sistem tiga shift, setiap personel bertugas sekitar tujuh hingga delapan jam untuk menjaga kondisi fisik selama proses penanganan,” tandas Yudi. (Kha)













