Juruketik.com – Kondisi Stadion Mini Citeureup, Kabupaten Bogor, tengah menjadi sorotan. Lapangan yang menjadi salah satu bagian dari sejarah sepak bola Bumi Tegar Beriman itu kini tampak memprihatinkan karena sebagian besar rumputnya telah hilang dan menyisakan permukaan tanah merah.
Kondisi tersebut terlihat saat Stadion Mini Citeureup digunakan sebagai venue utama Liga Desa yang diikuti 11 desa dan 2 kelurahan se-Kecamatan Citeureup.
Menanggapi kondisi tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor mengungkapkan rencana pembenahan, termasuk usulan revitalisasi stadion mini dan penggantian rumput dengan rumput sintetis.
Baca Juga: Dari Rumput Desa Menuju Profesional! Liga Desa 2026 Citeureup Segera Bergulir, Libatkan 12 Tim U16
Seperti diungkapkan Kepala UPT Dispora Kabupaten Bogor, Sairan. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan program revitalisasi untuk stadion-stadion mini di berbagai kecamatan. Salah satu rencana utamanya adalah penggantian rumput lapangan dengan rumput sintetis.
“Intensitas penggunaan lapangan sangat tinggi. Oleh karena itu, kami berencana mengganti rumput dengan rumput sintetis agar lebih awet dan dapat digunakan lebih optimal,” ujar Sairan, belum lama ini.
Meski rencana tersebut sudah disusun, Sairan mengakui terdapat kendala utama berupa keterbatasan anggaran dan penentuan skala prioritas pembangunan.
Baca Juga: Camat Citeureup Punya Mimpi Besar dari Liga Desa 2026: Cetak Pemain untuk Persikabo hingga Timnas
Saat ini, proses revitalisasi masih berada pada tahap pemberkasan dan pelimpahan wewenang ke tingkat kecamatan.
“Kami terus berproses. Pelimpahan wewenang ke kecamatan dilakukan agar kebutuhan dan prioritas pembenahan lapangan dapat lebih tepat sasaran,” ucap dia.
Di tengah keterbatasan fasilitas, penyelenggaraan Liga Desa di sejumlah stadion mini justru mendapat apresiasi tinggi. Sairan menilai penyelenggaraan liga tersebut luar biasa dan patut dijadikan percontohan.
“Penyelenggaraan Liga Desa ini sangat bagus dan luar biasa. Sistem pertandingannya dijalankan secara profesional, sehingga dapat meminimalisir terjadinya konflik antar pemain maupun pendukung,” ungkapnya.
Lebih jauh, Sairan berharap keberadaan liga tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan ini dinilai dapat menjadi sarana menjauhkan diri dari hal-hal negatif sekaligus menggali dan mengembangkan bakat sepak bola sejak dini.
“Kami optimis, dengan pembinaan yang konsisten melalui wadah seperti ini, Kabupaten Bogor akan terus melahirkan pemain-pemain hebat di masa depan,” pungkas Sairan. (*)













