Juruketik.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Ihsan, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, diwarnai tradisi bongsang yang menjadi ajang berbagi makanan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Kegiatan tersebut diikuti masyarakat RT 04 dan RT 05 bersama jamaah Masjid Jami Al-Ihsan. Peringatan Maulid Nabi kali ini mengusung tema ‘Menumbuhkan Mahabah kepada Rasulullah di Tengah Tantangan Akhir Zaman’.
Peringatan tersebut menghadirkan dua penceramah, yakni K.H. Ahmad Suganda dan Kiai Rosid. Dalam tausiah yang disampaikan, keduanya mengajak jamaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani kehidupan dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Kecintaan kepada Rasulullah, kata keduanya, tidak cukup hanya diwujudkan dengan memperbanyak shalawat, tetapi juga melalui penerapan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Jamaah juga diingatkan untuk terus meningkatkan semangat menuntut ilmu atau thalabul ilmi, menjaga akhlak, serta memakmurkan masjid.
Selain itu, K.H. Ahmad Suganda dan Kiai Rosid mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi salat berjamaah dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus pembinaan masyarakat.
Baca Juga: Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kuatkan Kembali Rasa Cinta
Keduanya berharap momentum Maulid Nabi dapat menjadi awal untuk semakin menghidupkan kegiatan keagamaan di Masjid Al-Ihsan melalui pengajian rutin dan berbagai kegiatan keislaman lainnya.
Tradisi Bongsang jadi Wujud Kebersamaan Warga
Selain tausiah, peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Ihsan juga diwarnai tradisi bongsang yang menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat RT 04 dan RT 05.
Panitia membagikan bongsang kepada jamaah untuk diisi makanan secara sukarela dari masing-masing keluarga. Setelah diisi, bongsang tersebut dibawa kembali ke Masjid Al-Ihsan untuk disuguhkan dan dinikmati bersama.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari jamuan dalam acara Maulid Nabi, tetapi juga menjadi sarana berbagi makanan dan mempererat silaturahmi antarwarga.
“Makanan yang dibawa masing-masing keluarga kemudian dinikmati bersama. Tradisi ini menjadi salah satu cara warga untuk saling berbagi dan mempererat silaturahmi,” demikian penjelasan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Tradisi membawa bongsang ini telah menjadi salah satu kebiasaan masyarakat RT 04 dan RT 05 dalam pelaksanaan Maulid Nabi di Masjid Al-Ihsan.
Kesederhanaan dalam pelaksanaannya justru menghadirkan suasana kekeluargaan. Warga dapat berkumpul, membawa makanan dari rumah, kemudian menikmatinya bersama jamaah lainnya.
Dalam peringatan Maulid Nabi tersebut, turut hadir sejumlah ulama di sekitar Desa Pasir Eurih serta Ketua BPD Desa Pasir Eurih, Royani.
Kehadiran Royani menjadi bagian dari silaturahmi bersama jamaah Masjid Al-Ihsan dalam momentum peringatan Maulid Nabi.
“Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan masjid, diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan hubungan antara masyarakat dengan pemerintah desa,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Ihsan menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat hubungan antarjamaah.
Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan semakin mencintai Rasulullah SAW, meningkatkan semangat menuntut ilmu, memperkuat ibadah, serta menjadikan masjid sebagai tempat membangun kebersamaan dan pembinaan umat.
Dengan tradisi bongsang dan rangkaian tausiah yang digelar, peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Ihsan berlangsung sederhana namun sarat dengan semangat berbagi, silaturahmi, dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat. (*)













