Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK

Marak Sindikat Penjualan Bayi! Pakar IPB University Sebut Ini Dampak Psikologis dan Sosialnya

8 Agustus 2025
in BERITA TERKINI, BERITA UTAMA, BOGOR
6 1
0
Marak Sindikat Penjualan Bayi! Pakar IPB University Sebut Ini Dampak Psikologis dan Sosialnya

Ilustrasi bayi.

Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Maraknya kasus sindikat penjualan bayi di Indonesia mendapat sorotan dari kalangan akademisi.

Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University, Dr Yulina Eva Riany mengungkapkan dampak psikologis dan sosial yang serius terhadap korban, baik anak maupun orang tuanya.

Menurut Dr Yulina, anak-anak korban penjualan bayi berisiko mengalami krisis identitas akibat kehilangan informasi mengenai keluarga biologis. Hal ini dapat menyulitkan mereka dalam memahami asal-usul dan membentuk identitas diri, terutama saat memasuki masa remaja hingga dewasa awal.

“Dalam teori perkembangan sosial Erikson, masa remaja adalah fase krusial pembentukan identitas. Ketika tidak tahu siapa dirinya dan dari mana berasal, remaja akan mengalami kebingungan mendalam yang berdampak jangka panjang,” katanya baru-baru ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ketidakjelasan asal-usul juga dapat memicu perasaan hampa, rendahnya rasa memiliki, dan kesulitan menjalin relasi intim.

Dalam konteks budaya Indonesia yang sangat menekankan garis keturunan, anak-anak tersebut bisa mengalami stigma dan diskriminasi, terutama dalam proses pernikahan atau pencatatan hukum.

Dr Yulina juga menyoroti potensi trauma yang dialami orang tua korban. “Kehilangan anak secara paksa dapat memicu rasa bersalah, stres berat, hingga gangguan kejiwaan seperti depresi dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD),” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi yang buruk seringkali menjadi faktor utama orang tua terjerumus dalam jaringan sindikat tersebut.

Mengutip Attachment Theory oleh Bowlby dan Ainsworth, Dr Yulina menyebut pemisahan bayi dari orang tua biologis dapat mengganggu pembentukan ikatan emosional aman (secure attachment).

Akibatnya, anak-anak ini lebih rentan mengalami gangguan emosional dan trauma perkembangan.

“Anak yang berpindah tangan beberapa kali berisiko mengalami eksploitasi, kekerasan, hingga menjadi korban perdagangan manusia lainnya,” katanya.

Untuk mengatasi masalah ini, Dr Yulina menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk aparat hukum, lembaga sosial, kesehatan, serta Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital, seperti sistem registrasi kelahiran terpadu dan verifikasi biometrik, untuk mencegah pemalsuan identitas bayi.

Selain itu, ia menyarankan kerja sama dengan organisasi internasional seperti UNICEF dan Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) untuk melacak sindikat lintas negara. Penegakan hukum pun harus berbasis child-sensitive justice, serta didukung layanan rehabilitasi psikososial berbasis trauma.

Dr Yulina juga menggarisbawahi pentingnya peran masyarakat dalam mencegah perdagangan bayi melalui konsep community-based child protection (CBCP). Masyarakat, menurutnya, harus dilibatkan dalam deteksi dini praktik mencurigakan, edukasi hukum, dan membangun jaringan perlindungan anak berbasis lokal.

“Tokoh agama, kader posyandu, hingga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bisa menjadi garda terdepan. Mereka dapat membantu mendeteksi indikasi adopsi ilegal dan aktivitas klinik persalinan yang tidak resmi,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kampanye publik berkelanjutan melalui media sosial, televisi, dan pendidikan berbasis sekolah serta keluarga. Materi terkait hak anak dan bahaya perdagangan manusia perlu dimasukkan dalam kurikulum dan program parenting.

“Nilai-nilai lokal dan agama harus digerakkan untuk membentuk kesadaran kolektif. Keluarga dan komunitas adalah benteng pertama melawan sindikat ini,” tegas dia.

Dr Yulina menambahkan, upaya preventif harus mencakup pendidikan pengasuhan, dukungan ekonomi bagi keluarga rentan, dan pembentukan jejaring early warning system di tingkat RT/RW.

Ia juga menyoroti peran kelompok seperti PKK, posyandu, dan karang taruna dalam menciptakan sistem perlindungan informal yang efektif. (Adm)

Tags: IPB UniversityPenjualan Bayi

BERITA LAINYA

Percasi Kota Bogor Bidik 2 Emas di Porprov Jabar 2026, Siapkan 4 Atlet Andalan

Percasi Kota Bogor Bidik 2 Emas di Porprov Jabar 2026, Siapkan 4 Atlet Andalan

by admin juruketik
23 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bogor menargetkan dua medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat...

Bukan Sekadar Medali, Rudy Susmanto Apresiasi Perjuangan Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor

Fadli Immamuddin Sumbang Emas untuk Indonesia di Asian Para Games 2026, Bupati Bogor Ungkap Rasa Bangga

by admin juruketik
23 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Atlet para balap sepeda Indonesia, M Fadli Immamuddin berhasil menyumbangkan medali emas untuk kontingen Merah Putih di ajang...

Bocah 7 Tahun Hilang Usai Bermain di Gunung Putri Bogor, Polisi Lakukan Pencarian

Bocah 7 Tahun Hilang Usai Bermain di Gunung Putri Bogor, Polisi Lakukan Pencarian

by admin juruketik
23 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Seorang bocah berusia 7 tahun bernama Fathan Afgary dilaporkan hilang setelah bermain di kawasan Perumahan Villa Permata Mas,...

Kabupaten Bogor Peringkat Pertama Pemain Judi Online, Deposit Tembus Rp414,4 Miliar, Ini Harapan Sastra Winara ke Kapolres Baru

Kabupaten Bogor Peringkat Pertama Pemain Judi Online, Deposit Tembus Rp414,4 Miliar, Ini Harapan Sastra Winara ke Kapolres Baru

by admin juruketik
23 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Kabupaten Bogor menempati peringkat pertama di Indonesia dalam jumlah pemain judi online (judol), dengan total 103.092 pemain dan...

Next Post
Dosen IPB University Ungkap Penyebab Telur Rebus Sulit Dikupas, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Dosen IPB University Ungkap Penyebab Telur Rebus Sulit Dikupas, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kota Bogor Pertahankan Predikat Nindya di Ajang KLA 2025

Kota Bogor Pertahankan Predikat Nindya di Ajang KLA 2025

Jangan Anggap Sepele! Dosen IPB University Ungkap Risiko Jangka Panjang Makan Mie Campur Nasi

Jangan Anggap Sepele! Dosen IPB University Ungkap Risiko Jangka Panjang Makan Mie Campur Nasi

FPTI Kabupaten Bogor Sukses Pecahkan Rekor MURI, Bupati Rudy Susmanto Angkat Topi

FPTI Kabupaten Bogor Sukses Pecahkan Rekor MURI, Bupati Rudy Susmanto Angkat Topi

PLN Bakal Bangun SPKLU di Hotel dan Restoran di Kota Bogor, Wali Kota Dedie Rachim Sebut Peluang Ekonomi Baru

PLN Bakal Bangun SPKLU di Hotel dan Restoran di Kota Bogor, Wali Kota Dedie Rachim Sebut Peluang Ekonomi Baru

BERITA POPULER

  • Pria 48 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Area Pemakaman Dramaga Bogor, Polisi Ungkap Dugaan Motif

    Pria 48 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Area Pemakaman Dramaga Bogor, Polisi Ungkap Dugaan Motif

    10 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Jembatan Paledang-Pasirjaya Bogor Resmi Dibuka, Warga Kini Tak Perlu Jalan Memutar

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Nunggak Pajak Rp767 Juta, Perumahan di BNR Bogor Dipasangi Plang Peringatan

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata di Bogor Cocok Buat Liburan Bareng Anak, Lengkap dengan Harga Tiket Masuk

    133 shares
    Share 100 Tweet 63
  • Gerai d’Besto Cibinong Kebakaran saat Karyawan Masak Sambal, Api Merambat ke Plafon

    6 shares
    Share 2 Tweet 2

Rekomendasi

Warga Puji Kapasitas Cawalkot Bogor Dokter Rayendra: Programnya Bagus!

Warga Puji Kapasitas Cawalkot Bogor Dokter Rayendra: Programnya Bagus!

6 November 2024
IKASI Kabupaten Bogor Bidik Medali di Porprov Jabar 2026, Atlet Lokal jadi Andalan

IKASI Kabupaten Bogor Bidik Medali di Porprov Jabar 2026, Atlet Lokal jadi Andalan

11 September 2026
Pengusaha Nahdiyin Beri Dukungan ke Rena, Ingin Pembangunan Berkelanjutan

Pengusaha Nahdiyin Beri Dukungan ke Rena, Ingin Pembangunan Berkelanjutan

31 Juli 2024
Kota Bogor jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026, Dedie Rachim Bidik 100 Medali Emas

Kota Bogor jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026, Dedie Rachim Bidik 100 Medali Emas

14 September 2026
Jelang Pelantikan, Maryati Dona Hasanah Ramu Kepengurusan Kadin Kota Bogor Periode 2025-2030

Jelang Pelantikan, Maryati Dona Hasanah Ramu Kepengurusan Kadin Kota Bogor Periode 2025-2030

6 Februari 2025
Sama Nama Beda Rasa, Ini Perbedaan Tiga Laksa Populer di Indonesia

Sama Nama Beda Rasa, Ini Perbedaan Tiga Laksa Populer di Indonesia

26 April 2026
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist