Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK

Dosen IPB University Ungkap Penyebab Telur Rebus Sulit Dikupas, Begini Penjelasan Ilmiahnya

9 Agustus 2025
in BERITA TERKINI, BERITA UTAMA
6 1
0
Dosen IPB University Ungkap Penyebab Telur Rebus Sulit Dikupas, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Ilustrasi telur rebus. (Foto: Freepik)

Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Siapa yang pernah punya pengalaman menjengkelkan saat mengupas telur rebus? Kulit telur yang menempel kuat hingga putih telur ikut terkelupas, membuat hasil akhirnya tidak menarik.

Mengupas telur rebus memang sering menjadi tantangan tersendiri. Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Dr Zakiah Wulandari dan Prof Niken Ulupi, memaparkan beberapa faktor yang menyebabkan telur rebus sulit dikupas dan memberikan tips praktisnya.

Usia Telur
Ia membeberkan, faktor utama yang membuat telur rebus sulit dikupas adalah usia telur yang masih baru.

“Telur yang baru memiliki rongga udara kecil dan membran kulit yang masih terikat kuat, sehingga kulitnya sulit dilepaskan,” jelas Dr Zakiah.

Cangkang dan Durasi Rebus
Selain itu, kondisi cangkang telur juga berpengaruh. Telur dengan kulit yang terlalu tipis atau rapuh serta proses perebusan yang terlalu lama atau suhu terlalu tinggi dapat memperparah kesulitan saat pengupasan.

“Hal ini terjadi karena proses koagulasi putih telur menjadi terlalu keras dan menempel pada cangkang,” imbuhnya.

Umur Ayam
Sementara itu, Prof Niken menerangkan bahwa umur ayam petelur juga turut menentukan kualitas cangkang dan lapisan telur. Ayam yang bertelur terlalu dini (di bawah 18 minggu) belum memiliki sistem tulang yang sempurna.

“Adapun ayam tua yang berumur lebih dari 60 minggu, cenderung mengalami penurunan fungsi organ dan metabolisme kalsium, sehingga menghasilkan telur dengan bobot lebih besar dan cangkang lebih lemah,” tambahnya.

Lapisan Kutikula
Prof Niken melanjutkan, salah satu faktor lainnya adalah keberadaan lapisan kutikula, yaitu lapisan alami pelindung terluar telur.

“Kutikula ini mencegah kontaminasi mikroorganisme serta mengurangi adhesi antara cangkang dan putih telur, sehingga membantu memudahkan pengupasan setelah direbus,” ujarnya.

Sebagai solusi praktis, Prof Niken menyarankan beberapa tips agar telur rebus lebih mudah dikupas, antara lain dengan segera merendam telur rebus dalam air dingin, mengupas dari ujung yang lebih lebar, dan menambahkan garam atau perasan jeruk nipis ke dalam air rebusan. (Adm)

Tags: IPB UniversityTelur Rebus

BERITA LAINYA

Kebakaran TPA Galuga Masuk Hari Ketiga, Api Kembali Muncul saat Sampah Dibalik

Kebakaran TPA Galuga Masuk Hari Ketiga, Api Kembali Muncul saat Sampah Dibalik

by admin juruketik
10 September 2026
0

Juruketik.com - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, memasuki hari ketiga. Api bahkan kembali muncul...

Miris! Kasus Sesama Jenis pada Anak di Kota Bogor Terus Naik, KPAID Ungkap Terlapor Termuda Usia 6 Tahun

Miris! Kasus Sesama Jenis pada Anak di Kota Bogor Terus Naik, KPAID Ungkap Terlapor Termuda Usia 6 Tahun

by admin juruketik
10 September 2026
0

Juruketik.com - Kasus dugaan hubungan sesama jenis yang melibatkan anak di Kota Bogor disebut terus mengalami peningkatan. Komisi Perlindungan Anak...

Sehari Setelah Ditolong Warga, Perempuan 56 Tahun Ditemukan Meninggal di Kali Baru Bogor

Sehari Setelah Ditolong Warga, Perempuan 56 Tahun Ditemukan Meninggal di Kali Baru Bogor

by admin juruketik
10 September 2026
0

Juruketik.com - Sehari setelah sempat ditolong dan diberi makan oleh warga, seorang perempuan berusia 56 tahun ditemukan meninggal dunia dalam...

Dinkes Kota Bogor: Hipertensi, Diabetes, Kanker hingga TBC Terus Meningkat, Ini Penyebabnya

Kasus ISPA Kota Bogor Naik Tajam jadi 1.824, Ini Kata Dinkes soal Abu Vulkanik

by admin juruketik
10 September 2026
0

Juruketik.com - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Bogor mengalami kenaikan tajam di tengah kewaspadaan terhadap dampak sebaran...

Next Post
Kota Bogor Pertahankan Predikat Nindya di Ajang KLA 2025

Kota Bogor Pertahankan Predikat Nindya di Ajang KLA 2025

Jangan Anggap Sepele! Dosen IPB University Ungkap Risiko Jangka Panjang Makan Mie Campur Nasi

Jangan Anggap Sepele! Dosen IPB University Ungkap Risiko Jangka Panjang Makan Mie Campur Nasi

FPTI Kabupaten Bogor Sukses Pecahkan Rekor MURI, Bupati Rudy Susmanto Angkat Topi

FPTI Kabupaten Bogor Sukses Pecahkan Rekor MURI, Bupati Rudy Susmanto Angkat Topi

PLN Bakal Bangun SPKLU di Hotel dan Restoran di Kota Bogor, Wali Kota Dedie Rachim Sebut Peluang Ekonomi Baru

PLN Bakal Bangun SPKLU di Hotel dan Restoran di Kota Bogor, Wali Kota Dedie Rachim Sebut Peluang Ekonomi Baru

97 Lembaga Keagamaan di Kota Bogor Terancam Tak Dapat Dana Hibah selama 5 Tahun, Jika

97 Lembaga Keagamaan di Kota Bogor Terancam Tak Dapat Dana Hibah selama 5 Tahun, Jika

BERITA POPULER

  • Dinkes Kota Bogor: Hipertensi, Diabetes, Kanker hingga TBC Terus Meningkat, Ini Penyebabnya

    Kasus ISPA Kota Bogor Naik Tajam jadi 1.824, Ini Kata Dinkes soal Abu Vulkanik

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Kebakaran TPA Galuga Masuk Hari Ketiga, Api Kembali Muncul saat Sampah Dibalik

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Ramadhan Berbagi Kasih, Perguruan MK Al Mukarramah Santuni Yatim dan Dhuafa

    155 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Dugaan Mafia Tanah PTSL Bojonggede Dibongkar, Polda Metro Jaya Geledah 3 Lokasi di Bogor

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Kabupaten Bogor Tambah Koleksi Medali di Kejurnas Atletik, Muhammad Ayub Raih Emas 1.500 Meter

    6 shares
    Share 2 Tweet 2

Kadispora Kabupaten Bogor

Ketua NPCI Kabupaten Bogor

Rekomendasi

Sekda Hadiri INAHEF 2024, Bahas Smart Healthcare dan Penanganan TBC

Sekda Hadiri INAHEF 2024, Bahas Smart Healthcare dan Penanganan TBC

18 September 2024
Jawa Barat Sabet Juara Umum di FORNAS VIII NTB 2025! Zaenul Mutaqin Apresiasi Gebrakan Gubernur Dedi Mulyadi Berikan Bonus ke Pegiat Olahraga KORMI

Jawa Barat Sabet Juara Umum di FORNAS VIII NTB 2025! Zaenul Mutaqin Apresiasi Gebrakan Gubernur Dedi Mulyadi Berikan Bonus ke Pegiat Olahraga KORMI

7 Agustus 2025
Sampaikan Beberapa Catatan, Atang Dorong Pemkot Bogor Lebih Inovatif Dalam Penyusunan Program

Sampaikan Beberapa Catatan, Atang Dorong Pemkot Bogor Lebih Inovatif Dalam Penyusunan Program

28 Februari 2024
MENUJU KOTA LAYAK ANAK: Pj Sekda Kota Bogor, Hanafi membuka acara Penyusunan Rencana Aksi Daerah Kota Layak Anak Tahun 2025 di Padjadjaran Suite Resort & Convention Hotel, Selasa (14/1)

Pemkot Bogor Target Raih Predikat Utama Kota Layak Anak, Libatkan Lintas Elemen dan Profesi

23 Januari 2025
LPP Agro Nusantara Mulai Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit di Riau

LPP Agro Nusantara Mulai Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit di Riau

2 Mei 2024
Evakuasi 4 Jam, Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Meninggal Dunia

Evakuasi 4 Jam, Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Meninggal Dunia

6 Mei 2026
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist