Juruketik.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyiapkan langkah strategis untuk mewujudkan Kabupaten Bogor sebagai lumbung pangan utama di Jawa Barat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memaksimalkan potensi sektor perikanan dan peternakan melalui pemetaan zonasi komoditas unggulan di sejumlah wilayah guna meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Dalam keterangannya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto menampilkan kembali zonasi potensi unggulan daerah agar intervensi program kerja ke depan menjadi lebih tepat sasaran.
Baca Juga: DKPP Luncurkan Koperasi Ketahanan Pangan di Bogor, Upaya Jaga Stabilitas Harga di Pasar Lokal
Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki klaster komoditas yang sangat potensial dan tersebar di berbagai kecamatan.
“Sinergi antara sistem pembenihan yang baik dan pemetaan potensi wilayah yang akurat adalah kuncinya. Kami optimis langkah ini mampu membawa Kabupaten Bogor menjadi lumbung pangan utama di Jawa Barat,” ujar Rudy Susmanto.
Dijelaskan Bupati Bogor, untuk sektor perikanan dan peternakan tersebar di beberapa wilayah yaitu Kecamatan Cijeruk Berfokus pada komoditas ikan hias seperti koi, koki, dan emas). Kecamatan Kemang, menjadi pusat pengembangan komoditas ikan lele.
Baca Juga: Tembus 850.072 Keluarga, Penerima Bantuan Pangan di Bulog Dramaga Naik 88 Persen
Kemudian, Kecamatan Rancabungur dikhususkan untuk budidaya ikan patin dan nila. Kecamatan Pamijahan diarahkan sebagai sentra pengembangan ikan-ikan lokal unggulan.
Serta Kecamatan Rumpin dan Jasinga menjadi pusat konsentrasi potensi besar peternakan ayam untuk mendukung ketahanan pangan.
Melalui pemetaan zonasi klaster ini, Pemkab Bogor berharap para pembudidaya dan peternak di wilayah ujung dapat lebih fokus meningkatkan produktivitasnya.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus mengawal ketersediaan benih berkualitas serta membuka akses pasar yang lebih luas di sektor hilir guna memastikan roda ekonomi warga bergerak lebih cepat. (*)


























