Juruketik.com – Sejumlah warga Bogor turut merasakan manfaat program tarif transportasi publik Rp1 perak yang diberlakukan Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta dalam rangka HUT Jakarta ke-499.
Kebijakan tersebut membuat perjalanan menuju Jakarta menjadi jauh lebih hemat, terutama bagi masyarakat yang rutin menggunakan layanan transportasi umum.
Program tarif khusus Rp1 ini berlaku untuk layanan TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta pada 22, 27, dan 28 Juni 2026.
Baca Juga: HJB ke-544 di Kabupaten Bogor Berlangsung Meriah, Ada Wayang Golek hingga Simulasi Teror Kopassus
Warga menilai kebijakan tersebut tidak hanya meringankan biaya perjalanan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih memilih transportasi publik.
Pantauan di Terminal Damri Bogor, Senin (22/6/2026), menunjukkan tingginya antusiasme warga yang hendak menuju Jakarta.
Dengan kebijakan tersebut, biaya perjalanan yang biasanya mencapai Rp3.500 per perjalanan kini hanya dikenakan tarif simbolis Rp1.
Baca Juga: HJB ke-544, Pemkot Bogor Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 544 Anak
Penghematan ini dirasakan langsung oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga pekerja yang rutin menggunakan transportasi publik.
Salah seorang warga Bogor, Aden (23) mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Saat ditemui di Terminal Damri Bogor, ia mengatakan tengah mengantar kekasihnya bekerja dan merasakan manfaat penghematan ongkos transportasi.
“Terbantu sih, lumayan murah juga kan jadi hemat. Kalau pakai GoPay cuma Rp1, pakai e-money juga Rp1. Lumayan lah, bantu masyarakat,” ujarnya.
Menurut Aden, uang yang biasanya digunakan untuk biaya transportasi kini dapat dialihkan untuk kebutuhan lain selama perjalanan.
“Bisa dialihin buat jajan yang lain. Biasanya saldo e-money isi Rp20 ribu, sekarang jadi lebih hemat. Bisa buat beli kopi atau kebutuhan lainnya,” katanya.
Hal serupa disampaikan Rana (19), yang memanfaatkan program tersebut untuk berlibur bersama teman-temannya setelah menyelesaikan masa sekolah.
“Sebenernya tadi spontan aja. Lagi main terus bosen, terus kepikiran, ‘apa kita ke Jakarta aja’. Paling keliling-keliling aja,” ungkapnya.
Rana menilai penghematan biaya transportasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan lain selama berwisata menggunakan transportasi umum.
“Bisa banget dialihin buat beli minum atau jajan. Kalau jalan-jalan naik transportasi publik kan capek ya, jadi butuh minum juga. Harga tiket yang biasanya Rp3.500 kalau sekarang cuma Rp1, sisanya bisa dipakai buat kebutuhan lain dan itu worth it banget,” tuturnya.
Ia juga menyebut saldo yang tidak terpakai dapat disimpan untuk perjalanan berikutnya.
“Sebenernya sisa saldonya bisa disaving aja di kartu. Jadi kalau nanti mau jalan-jalan lagi masih ada sisa dari hari ini,” tambahnya.
Sementara itu, Azalea (18) menilai program tarif Rp1 sangat membantu kalangan pelajar yang kerap bepergian dengan anggaran terbatas.
“Untuk kita yang pelajar sangat membantu ya. Sekarang kan suka tiba-tiba mau main atau mau ke mana, jadi minim budget,” ujarnya.
Menurutnya, biaya transportasi yang semakin murah membuat pelajar dapat mengalokasikan uang mereka untuk kebutuhan lainnya.
“Karena sekarang makin murah, apalagi e-money bisa dipakai untuk banyak hal. Jadi kalau mau jajan atau ada kebutuhan lain, uang yang tadinya buat ongkos bisa ditambah ke sana. Lumayan berguna,” katanya. (3RY)




























