Juruketik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengerahkan 40 truk serta sejumlah alat berat untuk membersihkan gunungan sampah yang menumpuk di Kali Baru, Jalan Raya Jakarta-Bogor.
Dalam proses pembersihan, petugas bahkan menemukan berbagai barang berukuran besar, mulai dari kulkas, televisi hingga kasur yang tersangkut di aliran sungai.
Penanganan sampah tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah.
Baca Juga: Jalan Raya Jakarta-Bogor Mulai Ditata! Pemkab Bogor Tertibkan Trotoar, Sampah hingga Kabel Semrawut
“Total sekitar 40 truk kami kerahkan untuk penanganan sampah ini. Truk tersebut dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT),” kata Kabid Persampahan DLH Kabupaten Bogor, Agus Budi, Minggu 12 Juli 2026.
Tak hanya dari DLH, kata Agus Budi, alat berat yang diterjunkan tersebut juga dibantu Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Seperti dua unit alat berat termasuk eskavator amfibi.
Proses pengangkutan, lanjutnya, dilakukan secara intensif. Dimana sampah yang menghambat aliran sungai diangkut karena selain mengganggu juga berpotensi menimbulkan banjir serta pencemaran lingkungan.
Baca Juga: Pemkab Bogor Target Bentuk 15 Ribu Kampung Ramah Lingkungan untuk Atasi Masalah Sampah
“Kondisi timbunan sampah di lokasi ini memang sangat memprihatinkan. Karena itu, kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” jelas Agus Budi.
Ia mengungkapkan, volume sampah yang harus diangkut diperkirakan mencapai sekitar 230 truk.
Dengan kapasitas armada dan alat berat yang saat ini beroperasi, proses pembersihan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu lima hari terhitung Sabtu 11 Juli 2026.
“Perkiraan sementara, volume sampah mencapai sekitar 230 truk. Jika proses berjalan lancar, kami menargetkan pembersihan dapat selesai dalam waktu kurang lebih lima hari,” bebernya.
Menurut Agus, proses pembersihan di lapangan tidak mudah. Selain tumpukan sampah rumah tangga, petugas juga menemukan batang dan dahan pohon berukuran besar yang menyangkut di aliran sungai sehingga harus diangkat dan dipotong terlebih dahulu sebelum sampah lainnya dapat dievakuasi.
Tidak hanya itu, berbagai barang berukuran besar juga ditemukan di dalam sungai, mulai dari kulkas, televisi, hingga kasur. Temuan tersebut menunjukkan masih adanya perilaku membuang sampah sembarangan yang memperparah kondisi sungai.
“Dari informasi tim DPU, kedalaman timbunan sampah mencapai sekitar dua meter. Karena itu, proses pembersihan membutuhkan upaya yang sangat ekstra, baik dari sisi personel, armada, maupun penggunaan alat berat,” tandasnya. (Kha)













