Juruketik.com – Kota Bogor siap menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 dengan menggelar 28 cabang olahraga (cabor) di tujuh venue.
Kesiapan tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin usai mengikuti CDM Meeting II yang membahas persiapan seluruh daerah penyelenggara dalam menyambut ajang olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.
Jenal mengatakan, pertemuan tersebut menjadi wadah untuk menyamakan komitmen seluruh tuan rumah, agar memiliki kapasitas dan kesiapan dalam melayani sekitar 17 ribu atlet yang akan berlaga pada Porprov Jabar 2026.
Baca Juga: Tuan Rumah Porprov Jabar 2026 jadi Modal, Taekwondo Kota Bogor Pasang Target 9 Medali Emas
“Ini rapat CDM Meeting II intinya musyawarah berkomitmen untuk persiapan bagaimana nanti setiap tuan rumah memiliki kapasitas dan hal-hal sehingga para atlet yang totalnya 17 ribu peserta bisa terselenggara dengan baik,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, Kota Bogor akan menjadi lokasi penyelenggaraan 28 cabang olahraga yang tersebar di tujuh venue. Besarnya jumlah pertandingan tersebut diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
“Kota Bogor ada 28 cabang olahraga yang tersebar di tujuh venue tentu tidak sedikit. Dampak positifnya tidak hanya dirasakan UMKM, tetapi juga para pemilik rental mobil hingga berbagai pelaku usaha lainnya,” katanya.
Baca Juga: Bidik 100 Emas di Porprov Jabar 2026, KONI Kota Bogor Kirim Atlet Try Out hingga ke Luar Negeri
Selain itu, sektor perhotelan juga mulai merasakan manfaat dari penyelenggaraan Porprov. Menurut Jenal, sejumlah hotel di Kota Bogor telah banyak dipesan oleh kontingen dari berbagai daerah.
“Termasuk para pemilik hotel, sudah banyak yang dibooking oleh masing-masing wilayah,” ungkapnya.
Jenal menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah melakukan survei dan inspeksi ke sejumlah venue pertandingan. Karena itu, Kota Bogor harus mampu memberikan fasilitas dan prasarana terbaik bagi para atlet dari seluruh Jawa Barat.
“Persiapan saya rasa dari provinsi sudah melakukan survei, sidak ke beberapa venue dan insyaallah Kota Bogor harus siap dan memberikan prasarana yang terbaik karena yang kita terima adalah para atlet se-Jawa Barat dan notabene 30 persen penyumbang atlet terbesar secara nasional. Ini tidak main-main, hajat yang cukup positif dan kita harus berkomitmen menjaga agar Porprov 2026 berjalan dengan sukses,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari, mengapresiasi kesiapan Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi sebagai tuan rumah utama Porprov Jabar 2026.
“Sejauh ini persiapannya luar biasa. Di tengah tantangan efisiensi anggaran, kita tidak bisa menjadikan itu sebagai alasan karena semua daerah mengalaminya,” kata Hery.
Ia menegaskan, Jawa Barat harus mampu mewujudkan dua target sekaligus, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Menurutnya, Porprov menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Kita harus menjaga kesuksesan penyelenggaraan dan sukses prestasi. Tahun depan sudah memback up PON dan 2028 juga sudah PON. Kita punya tugas moral agar Jawa Barat bisa hattrick juara di PON. Pembinaannya dimulai dari Porprov,” ujarnya.
Hery menjelaskan, konsep baru penyelenggaraan Porprov dengan menyebarkan lokasi pertandingan ke banyak daerah merupakan solusi atas tingginya biaya penyelenggaraan multi event olahraga.
Menurutnya, selama ini pembangunan infrastruktur olahraga untuk satu daerah tuan rumah sering kali menjadi beban setelah kegiatan selesai karena tidak lagi dimanfaatkan secara optimal.
“Oleh karenanya Jawa Barat menyodorkan satu konsep baru penyelenggaraan Porprov, yaitu menyebarkan tuan rumah. Besarnya biaya multi event biasanya ada di pembangunan infrastruktur. Setelah selesai, terkadang seperti PON di beberapa daerah, fasilitas itu tidak termanfaatkan sehingga menjadi beban pemeliharaan,” paparnya.
Ia mengatakan, konsep tersebut merupakan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar penyelenggaraan dibuat lebih sederhana dari sisi seremonial, namun manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.
“Solusinya di tengah tantangan ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan agar dibuat sesederhana mungkin. Seremonial dikurangi dan tuan rumah disebarkan agar multi efeknya dirasakan banyak kota dan kabupaten,” tuturnya.
Pada Porprov Jabar 2026, sebanyak 18 kabupaten dan kota dilibatkan dalam penyelenggaraan. Tiga daerah menjadi tuan rumah utama, yakni Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi.
Sementara Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sumedang menjadi tuan rumah pendamping, serta didukung oleh 12 kabupaten dan kota lainnya.
Hery menambahkan, jumlah peserta Porprov yang mencapai sekitar 17 ribu atlet bahkan jauh lebih banyak dibandingkan PON yang diikuti sekitar tujuh ribu atlet. Karena itu, dampak ekonomi yang dirasakan daerah penyelenggara diperkirakan akan sangat besar.
“Artinya Kota Bogor, Kota Depok dan Kota Bekasi akan merasakan dampak ekonomi yang sama dengan penyelenggaraan PON. Jadi mohon disampaikan kepada masyarakat di kota dan kabupaten yang menjadi tuan rumah, apa yang dikeluarkan melalui APBD pasti akan kembali bahkan lebih dari itu,” pungkasnya. (3RY)











