Juruketik.com – Kawasan Jalan MA Salmun hingga Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, kembali terlihat kumuh meski sebelumnya telah ditata dan dibersihkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Kondisi tersebut membuat Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengaku sedih sekaligus sakit hati. Ia menilai upaya penataan kawasan menjadi sia-sia apabila trotoar kembali dipenuhi aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL).
Hal itu disampaikan Jenal saat Pemkot Bogor melakukan penertiban PKL yang berjualan di atas trotoar kawasan Jalan MA Salmun dan Jalan Merdeka.
Baca Juga: Alun-Alun Kota Bogor Semrawut! PKL Kuasai Trotoar, Parkir Liar Menjamur
Menurut Jenal, dirinya bahkan pernah terlibat langsung dalam proses membersihkan trotoar di kawasan MA Salmun dan jembatan MA Salmun. Namun, kondisi yang kembali semrawut membuatnya kecewa.
“Saya sudah melakukan penertiban lima kali ke sini. Bahkan di trotoar dan jembatan MA Salmun itu sudah rapi, sudah cantik. Saya ikut langsung ngepel, nyikat trotoar,” ujarnya kepada wartawan.
“Jadi saya sakit hati melihat apa yang sudah kita jaga hari ini kotor lagi, hari ini kumuh lagi,” sambungnya.
Baca Juga: Penertiban PKL Dimulai di Bogor Tengah, Ini Titik Lokasi yang Jadi Fokus
Dilanjutkan dia, penataan kawasan tidak akan berhasil apabila setelah dibersihkan justru kembali digunakan untuk aktivitas yang mengganggu fungsi trotoar.
Jenal menegaskan, Pemkot Bogor akan mendorong para PKL untuk berjualan di lokasi yang telah disediakan, termasuk Pasar Kebon Jahe. Sementara trotoar harus dikembalikan sebagai fasilitas bagi pejalan kaki.
“Kita akan dorong mereka para PKL agar masuk ke Pasar Kebon Jahe,” ucapnya.
Untuk mendukung penataan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor juga telah diperintahkan melakukan penataan ulang trotoar.
Pemkot Bogor selanjutnya akan memperkuat pengawasan dengan memasang CCTV di sejumlah titik.
“Kita pasang CCTV di empat titik, termasuk di Jalan Mayor Oking, MA Salmun dan Jalan Merdeka,” jelasnya.
Jenal mengungkapkan, setelah dilakukan pembersihan melalui program padat karya yang melibatkan sekitar 1.600 orang di berbagai wilayah Kota Bogor serta perbaikan trotoar oleh DPUPR, pengawasan akan dilanjutkan jajaran Satpol PP.
Ia juga mengingatkan bahwa PKL tetap diperbolehkan berjualan selama berada di zona yang telah ditetapkan secara resmi melalui keputusan Wali Kota Bogor.
“PKL yang dibolehkan hanya di zona PKL yang sah oleh SK Wali Kota Bogor. Titiknya ada 13 titik,” ungkapnya.
Jenal menyebut sejumlah lokasi telah disiapkan untuk aktivitas PKL dan UMKM secara resmi, salah satunya kios di belakang Gedung DPRD yang menerapkan retribusi serta kawasan Jalan Sempur yang menjadi lokasi UMKM resmi.
Selain persoalan PKL, Jenal turut menyoroti kondisi pepohonan di kawasan tersebut. Ia merasa prihatin karena menemukan pohon yang dipaku untuk memasang atribut.
Menurutnya, pemasangan atribut dengan cara memaku pohon tidak seharusnya dilakukan karena dapat merusak pohon yang merupakan bagian dari lingkungan kota.
“Saya cukup sedih melihat pohon dipaku. Apalagi ditebang. Pohon itu makhluk hidup yang butuh perlindungan dari masyarakat semua,” tegasnya.
Jenal menuturkan, pemerintah harus berani mengingatkan dan menegur pihak-pihak yang melakukan tindakan yang berpotensi merusak lingkungan.
“Jadi melihat pohon dipaku, apalagi ditebang, hari ini saya harus bertanggung jawab, mengingatkan, menegur orang untuk hal yang merugikan,” ingatnya.
Ia juga menilai kawasan Jalan MA Salmun dan Jalan Merdeka saat ini terlihat cukup semrawut akibat trotoar yang tertutup display atau pajangan pedagang.
Kondisi tersebut, menurutnya, membuat kawasan menjadi kurang tertata dan mengurangi nilai estetika kota.
“Cukup sedih melihat di kawasan ini cukup krodit, sementara trotoar tertutupi display pajangan pedagang. Rasanya tidak terlihat estetik, kurang rapi,” ujarnya.
Jenal berharap seluruh pihak ikut menjaga hasil penataan yang dilakukan Pemkot Bogor. Menurutnya, fasilitas perdagangan telah disiapkan sehingga kawasan trotoar tersebut harus dikembalikan pada fungsi utamanya.
“Ini tugas kami, tugas pemerintah, ini tugas kita semua menjaga Kota Bogor rapi, bersih, indah, asri. Pasar-pasar sudah kita fasilitasi, Pasar Merdeka juga sebentar lagi selesai. Maka di sini harus zero PKL,” tandasnya. (3RY)













