Juruketik.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor memilih tidak mengungkap hasil uji laboratorium (lab) sampel makanan bergizi gratis (MBG) yang diduga menyebabkan 25 orang mengalami keracunan makanan di SDN Ciherang 01, Kecamatan Dramaga.
Dinkes menyebut hasil uji lab tersebut merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kita Dinkes Kabupaten Bogor hanya menangani korban, jadi kita tidak bicara tentang hasil lab,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty kepada wartawan di Cibinong, Jumat 14 Agustus 2026.
Baca Juga: Puluhan Siswa SD di Dramaga Bogor Diduga Keracunan Usai Makan Bergizi Gratis, Sampel Masih Diuji
Fusia mengklaim, informasi mengenai hasil uji lab sampel MBG tersebut merupakan ranah dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sehingga, ia menegaskan hal itu tidak ada sangkut pautnya dengan Dinkes Kabupaten Bogor.
“Kita tidak punya wewenang untuk menyampaikan hasil uji lab, kaitan hasil tersebut biar ke BGN aja,” jelasnya.
Pada posisi itu, lanjutnya, tugas Dinkes Kabupaten Bogor hanya fokus memulihkan kondisi para korban yang sempat keracunan.
“Tugas kita hanya menangani korban-korban aja yang sekarang kondisinya Alhamdulillah semuanya sudah sehat yang rawat inap jalan,” tandasnya.
Sebelumnya, puluhan siswa SDN Ciherang 01, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (6/8/2026).
Hingga malam hari, lebih dari 20 orang yang terdiri atas siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala seperti muntah dan lemas, sementara sampel makanan masih menjalani uji laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 14.30 WIB ketika sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual dan muntah setelah pulang sekolah.
Salah seorang guru SDN Ciherang 01, Silvany membenarkan bahwa puluhan anak didiknya dilarikan ke Puskesmas Dramaga. Namun ia tidak bisa memastikan benar tidaknya itu disebabkan oleh MBG.
“Laporan awalnya sekitar 14.00 WIB, indikasinya belum tahu keracunan MBG atau bukan, karena masih uji lab oleh dokter,” ungkapnya.
Kata Silvany, siswanya mengalami gejala berupa muntah dan lemas setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari telur, tempe, wortel, dan buah anggur.
“Keluhannya sebagian besar muntah-muntah. Tetapi semua kelas juga makan MBG yang sama,” ujarnya. (Kha)















