Juruketik.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto melantik lima pejabat eselon II atau setara kepala dinas dan badan dalam agenda rotasi-mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Kamis (1/10/2026).
Dari pelantikan tersebut, lima pejabat mendapat amanah baru untuk menduduki sejumlah jabatan strategis. Namun, masih terdapat satu jabatan eselon II yang belum terisi, yakni Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bogor.
Sementara itu, kelima pejabat eselon II di antaranya Agung Surachman Ali, Trian Turangga, Achmad Wildan, Titi Sugiarti dan Gantara Lenggana.
Baca Juga: Bupati Lantik 7 Kepala Dinas di Kabupaten Bogor, 3 Diantaranya Promosi Jabatan
Untuk Agung Surachman Ali yang sebelumnya menjabat Camat Cibugbulang dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum, lalu ada Trian Turangga Sekretaris Dispora yang kini menduduki jabatan Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
Kemudian Achmad Wildan yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dilantik sebagai Kepala BPKAD.
Lalu ada Titi Sugiarti, Sekretaris Bapperida sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Gantara Lenggana dari Sekretaris Dinas PU sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut kelima pejabat yang dilantik tersebut merupakan regenerasi hasil seleksi yang cukup ketat.
Rudy menilai jabatan strategis dalam pemerintahan tidak harus selalu diisi oleh aparatur yang telah lama menduduki posisi tertentu. ASN yang memiliki kemampuan dan potensi perlu diberikan kesempatan untuk menunjukkan kapasitasnya.
“Yang namanya Asisten, Staf Ahli tidak harus diisi orang tua yang sudah melanglang buana, muter ke mana-mana. Pada saat diberikan kesempatan, diberikan amanah, maka tunjukkan kemampuan,” ujar Rudy.
Ia menilai banyak ASN potensial di Kabupaten Bogor yang selama ini belum mendapatkan ruang untuk tampil dan mengambil peran lebih besar dalam pemerintahan.
Karena itu, regenerasi birokrasi menjadi bagian dari upaya membangun organisasi pemerintahan yang lebih dinamis sekaligus membuka peluang bagi aparatur yang memiliki kapasitas untuk berkembang.
Rudy mencontohkan sejumlah pejabat yang mendapat kepercayaan dalam pelantikan kali ini. Salah satunya aparatur yang masih berusia relatif muda dan dipercaya mengemban tanggung jawab.
“Usia bukan satu-satunya ukuran dalam melihat kemampuan seorang aparatur. Yang lebih penting adalah kesiapan menerima amanah, kemampuan bekerja, serta komitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Selain memberikan ruang kepada ASN muda, Rudy juga menginginkan adanya penyegaran di berbagai lini birokrasi. Menurutnya, rotasi dan mutasi dapat menjadi bagian dari proses pengembangan organisasi agar aparatur memiliki pengalaman dan kesempatan yang lebih luas.
“ASN yang memperoleh amanah baru untuk tidak ragu menunjukkan kemampuan di tempat tugas masing-masing,” tuturnya.
Sementara diketahui, secara keseluruhan ada 67 jabatan yang dilantik oleh Rudy. Mulai dari eselon II, III hingga empat
Dari pelantikan tersebut, masih ada satu jabatan strategis eselon II yang masih belum terisi. Yaknikursi Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bogor.
“Kenapa belum terisi? Karena beberapa pegawainya pensiun pada saat kita mengisi yang baru, jadi nanti mekanismenya sama melalui seleksi terbuka untuk yang masih kosong agar siapapun punya kesempatan tampil menunjukkan ide dan gagasannya,” jelas Rudy.
Ia berharap regenerasi dan penyegaran birokrasi dapat melahirkan lebih banyak aparatur yang memiliki keberanian, gagasan, serta kemampuan untuk mengambil tanggung jawab dalam pembangunan Kabupaten Bogor. (Kha)













