Juruketik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan jabatan tiga Direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang berakhir pada September 2026 tidak diperpanjang.
Sebagai gantinya, Pemkab Bogor akan segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, setelah masa bakti berakhir, Pemkab Bogor akan menetapkan Plt untuk memastikan pelayanan perusahaan daerah tersebut tetap berjalan.
Baca Juga: Dedie A Rachim Pamitan ke Partai Demokrat Kota Bogor Jelang Akhir Masa Jabatan
“Habis bulan September ini. Kemudian tidak dilakukan perpanjangan, ya. Kemudian ditetapkan Plt-nya nanti,” kata Ajat kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, Plt akan diambil dari unsur Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.
“Plt-nya anggota Dewas itu kan ada dua satu Bambang Kriya Kusuma, satu lagi Bu Yuli,” ujarnya.
Baca Juga: H-3 Jelang Akhir Masa Jabatan, Pj Wali Kota Bogor Pimpin Apel Terakhir Pemkot Bogor, Ini Pesannya
Ajat menegaskan, penetapan Plt dilakukan sambil menunggu proses seleksi direksi baru. Ia menyebut pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti meski terjadi pergantian jajaran direksi.
“Tahapannya kan pelayanan tidak boleh berhenti, tetap berjalan. Makanya dibuat Plt. Kemudian tahap kedua ya kita membuat, Pak Bupati menyusun panitia seleksi,” jelasnya.
Terkait kapan panitia seleksi (pansel) direksi baru dibentuk dan mulai bekerja, Ajat mengatakan hal tersebut belum dapat dipastikan. Pemkab Bogor terlebih dahulu akan menetapkan Plt.
“Belum bisa saya jawab. Jadi kami baru dapat informasi dari Pak Bupati itu hanya memang Plt saja,” katanya.
Ajat juga memastikan, tiga direksi yang masa jabatannya berakhir tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti proses seleksi apabila ingin kembali menduduki posisi tersebut.
“Boleh, boleh. Direksi yang lama boleh daftar lagi,” tegasnya.
Ia mengatakan, calon direksi nantinya diharapkan memiliki kriteria profesional serta mampu meningkatkan kinerja Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, termasuk cakupan pelayanan dan kontribusi dividen bagi daerah.
“Kriteria yang profesional lah, ya. Pengen ada peningkatan terhadap cakupan pelayanan, peningkatan dividen, pasti begitu,” ujarnya.
Selain melihat kinerja selama lima tahun terakhir, evaluasi juga akan mempertimbangkan masukan dari masyarakat, termasuk hasil survei pelanggan dan informasi yang berkembang di media sosial.
“Banyaklah kita selama ini evaluasi sambil penentuan,” kata Ajat.
Ia menyebut tren kinerja Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dalam lima tahun dijabat Tedi Kurniawan sebagai Direktur Utama, Abdul Somad Direktur Umum dan Asep Wildan Direktur Operasional menunjukkan peningkatan.
Namun, evaluasi lebih mendalam terkait capaian tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan Dewan Pengawas.
“Trennya secara ini ya meningkat lah. Kinerja meningkat. Meningkatnya besar atau kecil, nah nanti Dewas ceritanya,” tandasnya. (Kha)












