Juruketik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk memperlebar Jalan Simpang Lingkar Laladon, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, yang direncanakan mulai direalisasikan pada 2027 mendatang.
Proyek pelebaran jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer tersebut ditargetkan dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Laladon, sekaligus meningkatkan kelancaran aksesibilitas masyarakat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, penataan akan dilakukan dengan memperlebar jalan. Rencananya, dilaksanakan pada tahun
2027.
Baca Juga: Simpang Ciawi Kembali Semrawut, Pemkot dan Pemkab Bogor Siapkan Penataan
“Tahun depan kami akan melakukan pelebaran jalan di sini. Dari lebar saat ini 5,8 meter nanti ditambah 3 meter. Kurang lebih panjangnya 1 kilometer, dari mulai Terminal Laladon,” kata Rudy di kawasan Laladon, Rabu (4/11/2026).
Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, Rudy menyebut bahwa Pemkab Bogor tidak melakukan pembebasan lahan secara menyeluruh. Sebab di antara kawasan yang dilintasi, beberapa milik pemerintah daerah.
“Ada beberapa lahan yang tidak perlu dibebaskan. Karena beberapa lahan tersebut adalah lahan milik Pemerintah Kabupaten Bogor,” ucapnya.
Baca Juga: Pemkab Bogor Pangkas Anggaran Jalan Tambang Rp90 Miliar, Rudy Susmanto Sebut Dilanjut 2027
“Salah satunya di UPT 4 instalasi karantina ikan, dari mulai pasar, Terminal Laladon, lalu instalasi karantina ikan sampai dengan UPT 4 ini lahan milik Pemerintah Kabupaten Bogor,” sambung dia.
Untuk rencana tersebut, Pemkab Bogor akan menganggarkannya sekitar Rp5 miliar.
“Total anggaran pelebarannya tidak besar, hanya Rp5 miliar. Karena kita tidak perlu melakukan pembebasan lahan,” imbuhnya.
“Sehingga tinggal mengalihfungsikan lahan yang tadinya masuk aset Dinas Perikanan Peternakan, diserahterimakan pengelolaannya kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bogor,” lanjut Rudy.
Ia menegaskan bahwa pelebaran jalan diperlukan agar kemacetan yang kerap terjadi bisa teratasi. Apalagi, tidak jauh dari lokasi tersebut, ada sekolah yang anak-anaknya juga harus dijamin. Baik keselamatan maupun kenyamanannya.
“Melihat pada saat pagi hari, anak-anak berangkat sekolah, lalu masyarakat berangkat kerja, itu cukup padat. Apalagi sore hari lebih padat lagi,” ungkap dia.
“Kalaupun ditambah 3 meter menghubungkan jalan provinsi dengan ketemu lagi dengan jalan provinsi, mudah-mudahan aksessibilitas masyarakat juga semakin mudah,” sambungnya.
Rudy berharap niatan Pemkab Bogor bisa lancar hingga rencana tersebut bisa terealisasi.
“Mudah-mudahan bersama kita ikhtiar untuk mewujudkan ini. Agar semuanya nyaman,” tandasnya. (Kha)












