Juruketik.com – Festival Merah Putih (FMP) 2026 Bogor kembali digelar selama satu bulan penuh untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Beragam agenda telah disiapkan panitia, mulai dari Kirab Merah Putih, donor darah, Festival Kopi Legendaris, wisata kebangsaan, hingga berbagai kegiatan sosial yang akan memeriahkan Kota Bogor sepanjang akhir Juli hingga Agustus 2026.
Festival yang memasuki penyelenggaraan ke-11 ini mengusung semangat kebersamaan, keberagaman, dan gotong royong.
Baca Juga: Kirab Merah Putih, Indonesia Damai, Guyub dan Penuh Kebersamaan
Ribuan masyarakat diperkirakan akan terlibat dalam rangkaian kegiatan, dengan Kirab Merah Putih sebagai salah satu agenda puncak yang menjadi daya tarik utama.
Ketua Umum Festival Merah Putih 2026, Syahril M. Said mengatakan, FMP telah menjadi agenda tahunan yang bukan sekadar perayaan kemerdekaan, tetapi juga simbol persatuan masyarakat Kota Bogor.
“Festival Merah Putih sudah memasuki tahun ke-11. Ini adalah simbol kebersamaan, keberagaman, dan gotong royong masyarakat dalam menyambut kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Syahril kepada wartawan, 26 Agustus 2026.
Baca Juga: Peringati HUT ke79 RI, Bendera Sepanjang 200 Meter Diarak di Kota Bogor
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan program ‘Merah Putihkan Kota Bogor’ pada 28-31 Juli 2026 melalui pemasangan dekorasi merah putih di kawasan Lawang Salapan serta umbul-umbul di seluruh jalan protokol Kota Bogor.
“Kami juga berharap proses rehabilitasi Lawang Salapan dapat segera selesai sehingga menjadi ikon yang semakin indah saat perayaan kemerdekaan,” ucap dia.
Selain itu, FMP juga menghadirkan program Generasi Emas Merah Putih sebagai bentuk apresiasi kepada generasi muda. Pembukaan resmi festival akan digelar di Makorem 061/Suryakancana.
Pada 1 Agustus, panitia akan menggelar aksi donor darah bekerja sama dengan Himpunan Alumni Kesatuan. Kegiatan lainnya meliputi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih setiap sore di Tugu Kujang, bakti sosial, kunjungan ke Yayasan Awam Bina Amal Sejati (ABAS), hingga program sedekah tanaman alpukat.
Menurut Syahril, gerakan sedekah pohon alpukat juga menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan rumah ibadah.
“Kalau ada masyarakat yang ingin mewakafkan pohon alpukat untuk rumah ibadah, silakan menghubungi panitia FMP. Manfaatnya cukup besar karena satu pohon alpukat bisa menghasilkan hingga sekitar 500 kilogram buah dalam setahun,” ujarnya.
Puncak perhatian masyarakat diperkirakan akan terjadi pada Kirab Merah Putih yang digelar pada 9 Agustus 2026.
Ribuan peserta akan berjalan dari Tugu Kujang melintasi Jalan Ir. H. Djuanda hingga Jalan Otto Iskandardinata (Otista) sambil membawa bendera Merah Putih sepanjang sekitar 100 meter.
Rangkaian kegiatan berikutnya meliputi Padel Merah Putih Championship pada 15 Agustus, doa bersama lintas agama pada pagi 17 Agustus, serta wisata kebangsaan ke Museum Balai Kirti pada 18-21 Agustus yang diikuti ribuan siswa sekolah dasar dari wilayah perbatasan Kota Bogor.
Panitia juga menggelar Festival Kopi Legendaris di Lapangan Sempur pada 21-23 Agustus yang menghadirkan enam merek kopi legendaris Kota Bogor, termasuk Kopi Mbah Sipit yang telah berdiri lebih dari satu abad.
Selanjutnya, pada 24-27 Agustus akan dilaksanakan wisata perjuangan ke Museum PETA yang diikuti ribuan pelajar SD, SMP, dan sederajat. FMP juga akan menggelar Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) Merah Putih bagi pelajar tingkat SMP.
Seluruh rangkaian Festival Merah Putih 2026 akan ditutup melalui Closing Ceremony di Lapangan Atang Senjaya pada 30 Agustus 2026.
Syahril optimistis Kirab Festival Merah Putih tahun ini akan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Kami memperkirakan sekitar 3.000 lebih orang akan ikut memeriahkan Kirab Festival Merah Putih 2026. Harapannya, semangat nasionalisme dan persatuan masyarakat Kota Bogor semakin kuat melalui festival ini,” pungkasnya. (3RY)











