Juruketik.com – Sebanyak 16 kelurahan di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor menggelar kerja bakti serentak membersihkan kali, saluran drainase, dan lingkungan permukiman sebagai upaya mengantisipasi dampak musim kemarau berkepanjangan akibat fenomena El Nino.
Kegiatan yang dipimpin Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bogor Selatan itu juga bertujuan mencegah munculnya kasus demam berdarah dengue (DBD) serta mengurangi potensi banjir saat musim hujan tiba.
Pembersihan dilakukan secara bersamaan di seluruh wilayah dengan menyasar tumpukan sampah dan sedimentasi yang berpotensi menghambat aliran air, serta menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
Baca Juga: Makin Mudah! Warga Bogor Selatan Bisa Lapor Bencana hingga Gangguan Keamanan Lewat Sahabat Bosel
Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi mengatakan, kerja bakti ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, mencegah munculnya wabah penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) maupun bau tidak sedap akibat penumpukan sampah.
Kedua, memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik sehingga mampu mengurangi potensi banjir saat hujan turun.
“Pada hari ini kita serentak melakukan bebersih kali dan drainase. Tujuannya untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi wabah penyakit, seperti DBD maupun bau karena sampah. Selain itu, ketika hujan datang, saluran air sudah bersih sehingga dapat meminimalkan potensi banjir,” ujarnya, kepada wartawan baru-baru ini.
Baca Juga: El Nino Mulai Berdampak di Bogor Selatan, Warga Diminta Waspadai Kebakaran dan Kekeringan
Harry mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, warga yang belum dapat bergabung dalam kerja bakti bersama tetap bisa berkontribusi dengan membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Kami berharap masyarakat yang belum sempat bergabung bisa ikut pada kegiatan berikutnya. Minimal melakukan bersih-bersih di lingkungan masing-masing sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau,” ucapnya.
Selain menjaga kebersihan, masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah sembarangan karena dapat memperburuk kualitas udara di tengah musim kemarau.
Warga juga diminta menggunakan air secara bijak agar ketersediaan air tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.
Harry menjelaskan, kegiatan kerja bakti tersebut merupakan agenda rutin yang terus dilaksanakan oleh Kecamatan Bogor Selatan.
Setiap hari Selasa, seluruh kelurahan diwajibkan melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan kantor masing-masing. Sementara setiap hari Jumat, kegiatan diperluas dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Danramil, Kapolsek, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga para pengurus wilayah.
“Seluruh stakeholder kami libatkan agar bersama-sama fokus menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan lingkungan, sekaligus mengantisipasi berbagai potensi bencana seperti banjir maupun longsor,” jelasnya.
Ke depan, Kecamatan Bogor Selatan juga membuka ruang bagi pengurus RT dan RW untuk mengusulkan lokasi kerja bakti secara langsung kepada aparatur wilayah.
Usulan tersebut nantinya akan dijadwalkan sehingga kegiatan gotong royong dapat dilaksanakan secara bersama-sama.
Sebagai contoh, pada pelaksanaan kerja bakti di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan turut berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.
“Jadi kita mengundang DLH mengingat kondisi lokasi yang membutuhkan penanganan lebih berat, DLH diundang untuk memberikan dukungan dalam proses pembersihan,” pungkasnya. (3RY)










