Writy.
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS

Jangan Anggap Enteng! Begini kata Pakar IPB Dampak Buruk Anomali Brainrot Viral, Berikut Cara Penanganannya

11 bulan ago
in BERITA TERKINI, BERITA UTAMA
10 0
0
Jangan Anggap Enteng! Begini kata Pakar IPB Dampak Buruk Anomali Brainrot Viral, Berikut Cara Penanganannya

Kolase anime anomali brainrot. (Ist)

Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Istilah Anomali Brainrot kini tengah viral dan ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan remaja dan pengguna aktif platform digital.

Meski sering dianggap sebatas tren humor atau ekspresi warganet, pakar dari IPB University, Dr Melly Latifah menilai bahwa fenomena ini mencerminkan pola konsumsi konten yang tidak sehat dan berpotensi mempengaruhi fungsi kognitif serta kondisi psikologis penggunanya.

Untuk itu, penting bagi masyarakat memahami akar dari fenomena ini, dampaknya, dan bagaimana langkah penanganan yang tepat agar tidak berdampak jangka panjang, khususnya bagi generasi muda.

Menurut Dr Melly, di balik kelucuan konten absurd seperti manusia berwujud pentungan kayu (tung-tung tung sahur), hiu memakai sepatu, atau cappuccino berkepala balerina, tersembunyi potensi dampak serius terhadap perkembangan anak dan remaja.

Ia menuturkan, pada anak usia dini yang masih berada pada tahap praoperasional menurut teori Piaget, konten absurd berisiko mengacaukan pemahamyan terhadap realitas.

“Anak-anak belum mampu membedakan fantasi dan kenyataan. Visual yang ‘hiper-absurd’ dapat memicu pelepasan dopamin secara berlebihan, yang berdampak pada fokus dan emosi,” kata dia.

Selain itu, dilanjutkan dosen Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, narasi yang tidak koheren dapat menghambat pemahaman struktur bahasa anak.

Sementara itu, pada kalangan remaja, paparan konten absurd secara terus-menerus dapat membentuk pola pikir tidak logis.

“Paparan berlebihan menguatkan pola pikir ‘semakin tidak masuk akal, semakin menarik’. Ini mengurangi kemampuan berpikir sistematis,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa konten semacam ini juga dapat mengikis empati karena sering kali menghilangkan konteks emosional dari suatu peristiwa.

Meski demikian, menurut Dr Melly, konten absurd tidak sepenuhnya berbahaya jika dikelola dengan pendekatan yang tepat. Ia menyebut bahwa dalam kondisi tertentu, konten seperti ini dapat merangsang kreativitas dan fleksibilitas berpikir.

“Bagi balita, orang tua harus memberi penjelasan. Katakan saja, ‘Ini hanya khayalan AI (artificial intelligence) semata. Dalam dunia nyata, ikan hiu tidak memakai sepatu’,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk remaja, konten ini justru bisa menjadi sarana melatih kemampuan mengenali pola atau pattern recognition.

“Konten absurd menciptakan semacam ‘cognitive playground’ yang melatih deteksi anomali, keterampilan yang sangat penting di era banjir informasi saat ini,” ungkapnya.

Untuk melindungi anak dari dampak negatif yang ditimbulkan, Dr Melly menyarankan enam langkah yang dapat dilakukan orang tua. Pertama, bangun literasi digital. Orang tua perlu menjelaskan bahwa konten AI seperti mimpi aneh, bukan realitas.

“Kedua, batasi akses. Aktifkan restricted mode, dengan membatasi durasi misalnya 5 menit per hari, dan hindari penggunaan gawai satu jam sebelum tidur,” imbuh dia.

Ketiga, ia melanjutkan, ubah konsumsi pasif jadi aktif. Ajak anak menganalisis konten absurd. Misalnya, “Sebutkan tiga hal tidak masuk akal di video ini!”

Keempat, latih cognitive anchoring. Hubungkan konten absurd dengan fakta, seperti, “Hiu tidak berkaki, kan?”

Kelima, edukasi bahaya absurditas. Jelaskan bahwa konsumsi berlebihan bisa mengubah jalur saraf, layaknya makan permen secara terus-menerus.

Keenam, lakukan digital detox. Dr Melly menuturkan, apabila konsumsi sudah tak terkendali, matikan internet selama 3–7 hari dan ganti dengan aktivitas fisik atau sosial langsung.

Dampak Brain Rot bagi Anak
Istilah “brain rot” sendiri mencerminkan kondisi psikologis akibat gaya hidup digital masa kini yang dipenuhi scrolling tanpa henti, menonton secara maraton, dan multitasking.

Kata Dr Melly, perilaku ini menyebabkan cognitive overload, kelelahan mental, dan berkurangnya fokus.

“Paparan berlebihan terhadap video berdurasi pendek mengubah preferensi otak terhadap stimulasi cepat,” katanya.

Karena itu, ia menambahkan, penting bagi orang tua mengenali gejala awal “brain rot”. Gangguan ini dapat muncul dalam bentuk kognitif, bahasa, emosi, maupun sosial.

“Anak bisa sulit konsentrasi, sering lupa instruksi sederhana, bicaranya patah-patah, atau kosakatanya menyusut. Secara emosional, mereka bisa tertawa histeris saat online tetapi datar ketika diajak bicara. Ada juga yang marah ketika gadget diambil,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap usia menunjukkan gejala berbeda. “Balita mungkin meniru gerakan absurd yang mereka lihat. Anak usia SD bisa mengalami penurunan nilai drastis. Sementara remaja mulai berkomunikasi dengan bahasa meme,” pungkasnya. (*)

Tags: Anomali BrainrotDr Melly LatifahIPB University

BERITA LAINYA

Progres Baru 6 Persen, Dedie Rachim Ungkap Kendala dan Rencana Jalan Trase Baru Batutulis

Progres Baru 6 Persen, Dedie Rachim Ungkap Kendala dan Rencana Jalan Trase Baru Batutulis

by admin juruketik
13 Juni 2026
0

Juruketik.com - Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengungkap progres pembangunan Jalan Trase Baru Batutulis yang hingga saat ini baru...

Profil Bimo Aria Martha, Point Guard Muda Andalan Kota Bogor di Porprov Jabar 2026

Profil Bimo Aria Martha, Point Guard Muda Andalan Kota Bogor di Porprov Jabar 2026

by admin juruketik
13 Juni 2026
0

Juruketik.com - Bimo Aria Martha menjadi salah satu pemain muda yang diandalkan tim bola basket Kota Bogor untuk menghadapi Porprov...

Pemkab Bogor Tetapkan Pemenang Tender, Jembatan Situ Nanggerang Rp56 Miliar Dibangun Bulan Ini

Pemkab Bogor Tetapkan Pemenang Tender, Jembatan Situ Nanggerang Rp56 Miliar Dibangun Bulan Ini

by admin juruketik
12 Juni 2026
0

Juruketik.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi menetapkan pemenang tender pembangunan Jembatan Situ Nanggerang senilai Rp56 miliar. Proyek infrastruktur yang...

Kejari Bogor Ungkap Dugaan Korupsi Aset Pemkab, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1,2 Miliar

Kejari Bogor Ungkap Dugaan Korupsi Aset Pemkab, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1,2 Miliar

by admin juruketik
12 Juni 2026
0

Juruketik.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor...

Next Post
Ilustrasi salah satu kantor Koperasi Merah Putih yang ada di Kabupaten Bogor.

435 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bogor Segera Dilaunching, Fokus Bergerak di Sektor Ini

Mengenang Iswara Natanegara, Wali Kota Bogor Periode 1999-2024

Mengenang Iswara Natanegara, Wali Kota Bogor Periode 1999-2024

Kawal Arah Kebijakan Kota Bogor, DPRD Terima Draft RPJMD dan Mulai Pembahasan 4 Raperda

Kawal Arah Kebijakan Kota Bogor, DPRD Terima Draft RPJMD dan Mulai Pembahasan 4 Raperda

Pemkab Bogor Sukses Wujudkan Dua Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor, MPLS Resmi Dimulai

Pemkab Bogor Sukses Wujudkan Dua Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor, MPLS Resmi Dimulai

Leupeut Bogor Diresmikan Wali Kota Bogor, Bentuk Ekosistem Kolaborasi

Leupeut Bogor Diresmikan Wali Kota Bogor, Bentuk Ekosistem Kolaborasi

BERITA POPULER

  • Profil Bimo Aria Martha, Point Guard Muda Andalan Kota Bogor di Porprov Jabar 2026

    Profil Bimo Aria Martha, Point Guard Muda Andalan Kota Bogor di Porprov Jabar 2026

    11 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Kabupaten Bogor Bidik Juara Umum POPWILDA Jabar 2026, Turunkan Atlet Terbaik di 5 Cabor

    12 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Kejari Bogor Ungkap Dugaan Korupsi Aset Pemkab, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1,2 Miliar

    12 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Progres Baru 6 Persen, Dedie Rachim Ungkap Kendala dan Rencana Jalan Trase Baru Batutulis

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata di Bogor Cocok Buat Liburan Bareng Anak, Lengkap dengan Harga Tiket Masuk

    133 shares
    Share 39 Tweet 25

Rekomendasi

Pemilik KTP Jakarta Jabar dan Banten Masuk Jungle Hanya 50 Ribuan

Pemilik KTP Jakarta Jabar dan Banten Masuk Jungle Hanya 50 Ribuan

11 Oktober 2024
Bima Arya, Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil Kompak Berkuda Meriahkan Helaran HJB ke-541

Bima Arya, Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil Kompak Berkuda Meriahkan Helaran HJB ke-541

5 Juni 2023
Bima Arya dan Yane Ardian ‘Mejeng’ di Menteng, Kenalkan Maskot Rubo

Bima Arya dan Yane Ardian ‘Mejeng’ di Menteng, Kenalkan Maskot Rubo

29 Juli 2023
Dana Banpol Bogor Naik 40 Persen

Dana Banpol Bogor Naik 40 Persen

4 Juli 2022
Diserbu Warga saat Peresmian, Skywalk Tegar Beriman Bogor Langsung Dievaluasi

Diserbu Warga saat Peresmian, Skywalk Tegar Beriman Bogor Langsung Dievaluasi

31 Mei 2026
H. Subhan Turun Langsung Bagikan 7 Ton Daging Untuk Warga Bogor Jelang Idulfitri

H. Subhan Turun Langsung Bagikan 7 Ton Daging Untuk Warga Bogor Jelang Idulfitri

18 Maret 2026
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist