Juruketik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan konsep transportasi publik berbasis listrik yang akan melayani sejumlah rute wisata, termasuk dari Cibinong menuju Puncak.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, rencana tersebut saat ini masih dalam tahap kajian, termasuk penyiapan armada yang secara khusus diperuntukkan bagi kebutuhan pariwisata di Kabupaten Bogor.
Pengembangan bus listrik ini menjadi salah satu upaya Pemkab Bogor untuk mempermudah mobilitas wisatawan, sekaligus mendukung sektor pariwisata dan menghadirkan layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Kabupaten Bogor Luncurkan 4 Bus Listrik Gratis di Momen CFD, Uji Coba Berlaku Tiga Bulan
“Konsep armada bus listriknya tengah kami siapkan. Kami meminta ada beberapa unit yang dikhususkan untuk armada pariwisata,” kata Rudy kepada wartawan belum lama ini.
Sejumlah rute yang sedang dikaji, antara lain Cibinong-Kebun Raya Bogor, Cibinong-Stadion Pakansari-Margo City, hingga rute dari Pakansari menuju kawasan Puncak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Cianjur.
“Harapan kami ini dapat mempermudah mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan, sekaligus menjadi alternatif transportasi yang ramah lingkungan,” jelas Rudy.
Baca Juga: Bus Listrik Gratis Diharapkan Bisa Mengurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi di Bogor
Di samping itu, Pemkab Bogor saat ini tenyah memfokuskan penyusunan skema operasional, pengembangan koridor layanan, hingga kolaborasi dengan pihak swasta agar program transportasi publik tersebut dapat berjalan tanpa membebani APBD.
Rudy menjelaskan, usai masa uji coba tiga bulan sebelumnya, pihaknya meminta operator menghitung kebutuhan biaya operasional sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Selain itu, Dinas Perhubungan juga diminta mengkaji perluasan jaringan pelayanan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kami juga meminta agar pembukaan koridor baru dikomunikasikan terlebih dahulu dengan para pengusaha angkutan umum yang trayeknya bersinggungan, mulai dari kawasan CCM, Pasar Cibinong hingga Citeureup,” beber dia.
“Kami ingin ekonomi tetap bergerak dan kebijakan baru tidak mengganggu pelaku usaha transportasi yang lebih dahulu beroperasi,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, selama masa uji coba, Kabogor Bus melayani koridor Bojonggede–Sirkuit Sentul–Sentul City.
Ke depan, Pemkab Bogor berencana membuka koridor baru dari Bojonggede menuju Exit Tol Citeureup, sementara sejumlah koridor lainnya masih dalam tahap kajian oleh Dinas Perhubungan.
Menurut Rudy, pengembangan layanan transportasi tersebut juga memerlukan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk menyusun berbagai kebijakan transportasi yang terintegrasi.
Terkait pembiayaan, Rudy menegaskan Pemkab Bogor masih mengedepankan skema kolaborasi dengan pihak swasta sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada APBD Tahun Anggaran 2027. Salah satu opsi yang disiapkan yakni penyediaan armada melalui kerja sama dengan mitra swasta.
Selain melayani angkutan reguler, Pemkab Bogor juga merencanakan penyediaan armada khusus pariwisata. Rute yang sedang dikaji antara lain menghubungkan Cibinong dengan Kebun Raya Bogor, Stadion Pakansari, Margo City, hingga kawasan Puncak di perbatasan Kabupaten Cianjur.
Rudy menambahkan, konsep pengoperasian Kabogor Bus diarahkan menggunakan armada berbasis listrik sebagai bagian dari upaya mewujudkan transportasi ramah lingkungan.
Untuk menekan biaya, Pemkab Bogor menawarkan penyediaan lahan parkir, stasiun pengisian daya (charging station), serta kolaborasi penyediaan sumber daya manusia dengan mitra swasta, sehingga kebutuhan anggaran dari APBD dapat diminimalkan. (Kha)












