Juruketik.com – Ancaman kekeringan mulai dirasakan di Kota Bogor. Menyikapi kondisi tersebut, Komisi IV DPRD Kota Bogor mendorong Perumda Tirta Pakuan memberikan pemasangan sambungan air gratis bagi warga yang terdampak, seiring mulai munculnya laporan kesulitan air bersih di sejumlah wilayah.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur mengatakan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, sedikitnya dua wilayah telah mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan pasokan air bersih.
”Terkait dengan kekeringan di dua wilayah di Kota Bogor. Kemarin BPBD Kota Bogor sudah melaporkan bahwa ada beberapa daerah yang sudah habis airnya, kita sudah meminta untuk selalu disupport,” ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.
Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Babakan Madang Bogor, 555 Warga Terpaksa Cari Sumber Air Jauh
Ia menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
”Kemarin hampir 1.000 liter di support dua wilayah di wilayah Kedung Halang dan Bubulak,” katanya.
Fajar mengaku telah menerima laporan terkait penyaluran bantuan di wilayah Kedung Halang. Namun, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan laporan mengenai kondisi di Bubulak.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Melanda Nanggung Bogor, 1.127 Warga Terdampak Kekeringan Dapat Bantuan Ribuan Liter Air
”Untuk yang Kedung Halang saya sudah mendapatkan laporan tetapi untuk Bubulak belum mendapatkan laporan,” ucapnya.
Menurutnya, laporan masyarakat mengenai kekeringan langsung ditindaklanjuti oleh BPBD Kota Bogor.
”Kami mendapatkan laporkan dari masyarakat langsung ditindaklanjuti oleh BPBD,” ujarnya.
Fajar juga mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air. Menurutnya, Indonesia saat ini sedang menghadapi dampak fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama.
”Himbauan untuk masyarakat. Posisi saat ini kita sama-sama tau di Indonesia sedang terjadi badai El Nino. Kemungkinan musim kemarau akan lebih panjang dari sebelumnya. Mudah-mudahan tidak terjadi sampai dengan bulan Oktober dan Desember,” katanya.
Ia meminta masyarakat, khususnya yang masih mengandalkan air tanah, untuk menggunakan air secara bijak.
”Jadi himbauan untuk semua masyarakat untuk melakukan penghematan air apalagi yang menggunakan air tanah. Nanti kita juga akan intervensi juga kepada Perumda Tirta Pakuan agar mengratiskan pemasangan instalasi kepada daerah yang betul betul terdampak,” ungkapnya.
Fajar menegaskan, pihaknya akan mendorong langkah tersebut agar masyarakat terdampak dapat memperoleh akses air bersih melalui jaringan Perumda Tirta Pakuan.
”Kita akan intervensikan itu. Untuk saat ini bantuan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan suplay air bersih kurang lebih 1.000 liter dan mudah mudahan suplay airnya terus berlanjut,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar segera melaporkan kondisi tersebut kepada BPBD Kota Bogor.
”Jika ada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih segera melaporkan kepada BPBD Kota Bogor. Jadi kalau ada satu daerah yang mengalami kekurangan air agar segera melaporkan ke BPBD untuk di support,” pungkasnya. (3RY)










