Juruketik.com – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menegaskan bahwa perdamaian dunia tidak cukup hanya diwujudkan dengan berakhirnya konflik, tetapi harus dibangun di atas keadilan bagi seluruh umat manusia.
Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kota Bogor Tahun 2026 di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (1/6/2026).
Dalam upacara yang mengusung tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’ itu, Dedie Rachim membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI.
Disampaikannya bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi perekat persatuan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi pedoman dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Sementara itu, peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi, unsur Forkopimda, TNI-Polri, jajaran pemerintah, organisasi masyarakat, hingga para pelajar.
Dalam keterangannya, Wali Kota Bogor menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.
Baca Juga: 1 Oktober Peringatan Hari Kesakitan Pancasila, Ini Pengertian dan Maknanya
“Pancasila adalah ‘bintang penuntun’ yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” kata Dedie Rachim.
“Pancasila adalah jangkar moral’ kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” sambungnya.
Dilanjutkannya, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
“Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” ucapnya.
Sehingga sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata, Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” ujarnya.
Diakhir pelaksanaan upacara peringatan hari lahir Pancasila juga diberikan berbagai penghargaan untuk perangkat daerah Kota Bogor. Penghargaan disampaikan langsung Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. (*)








