Juruketik.com – Sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau yang mulai terpantau di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bogor, membuat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor meningkatkan kewaspadaan bagi atlet dan pelatih yang tengah menjalani Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab).
Ketua NPCI Kabupaten Bogor, Muhammad Misbah meminta para atlet dan pelatih tidak memaksakan aktivitas latihan apabila kondisi udara mulai dipenuhi debu atau abu vulkanik.
Keselamatan dan kesehatan atlet, kata dia, harus menjadi prioritas selama menjalani Pelatcab.
“Kami mengimbau seluruh atlet dan pelatih untuk lebih waspada terhadap sebaran abu vulkanik. Jangan memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara mulai berdebu,” ujar Misbah.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena aktivitas latihan atlet cukup banyak dilakukan di ruang terbuka.
Karena itu, pelatih diminta memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan atlet sebelum maupun selama sesi latihan berlangsung.
Baca Juga: Warga Bogor Diminta Waspada, Abu Vulkanik Anak Krakatau Sudah Capai Jabodetabek
“Kalau saat latihan kondisi udara terlihat mulai dipenuhi abu atau debu, kami minta pelatih segera mengambil langkah. Keselamatan dan kesehatan atlet harus menjadi prioritas,” ucap dia.
Selain saat latihan, Misbah juga mengingatkan atlet dan pelatih untuk menjaga kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan selama masa Pelatcab.
Penggunaan masker dinilai penting sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan partikel di udara.
Ia juga meminta para atlet tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Apabila mengalami keluhan setelah terpapar abu vulkanik, atlet diminta segera beristirahat dan berkoordinasi dengan pelatih.
“Selama Pelatcab ini kami ingin seluruh atlet tetap fokus berlatih, tetapi kesehatan jangan sampai diabaikan. Pantau kondisi udara, gunakan masker jika diperlukan dan jangan memaksakan latihan ketika situasi tidak memungkinkan,” tegasnya.
Misbah berharap para pelatih dapat terus memantau perkembangan kondisi di lingkungan tempat latihan dan menyesuaikan aktivitas apabila sebaran abu vulkanik semakin meningkat.
“Intinya kami minta semua waspada. Latihan tetap penting, tetapi keselamatan atlet dan pelatih jauh lebih utama,” pungkasnya. (*)













