Juruketik.com – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja positif.
Salah satunya dengan berhasil memperbaiki sebanyak 2.123 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan, hingga akhir tahun 2025, realisasi fisik program ini mencapai 94,5 persen, dengan total 2.123 unit rumah berhasil diperbaiki.
“Program ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui aplikasi Sahabat, sekaligus bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian warga,” katanya.
Sementara itu, sisa target yang belum terealisasi disebabkan oleh sejumlah rumah yang telah diperbaiki secara mandiri oleh pemiliknya sebelum bantuan pemerintah disalurkan.
Selain RTLH, berbagai program strategis lain juga berhasil dituntaskan Disperumkim Kota Bogor, ditopang oleh serapan anggaran yang mencapai 96 persen dari total anggaran sekitar Rp200 miliar.
Menurut Chusnul Rozaqi, capaian tersebut mencerminkan optimalnya pelaksanaan urusan wajib pelayanan dasar, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan permukiman masyarakat.
“Serapan anggaran kami sudah mencapai 96 persen. Ini menunjukkan sebagian besar program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ucap dia.
Sepanjang 2025, Disperumkim menaruh perhatian besar pada penanganan kawasan kumuh.
Dari total luasan awal 274,75 hektare, pemerintah telah melakukan intervensi seluas 43,74 hektare, sehingga kawasan kumuh di Kota Bogor kini tersisa 220,78 hektare.
Meski dihadapkan pada dinamika keuangan daerah, Disperumkim tetap konsisten menjalankan intervensi secara bertahap dengan meningkatkan kualitas penanganan di setiap lokasi.
“Pengurangan kawasan kumuh dilakukan dengan pendekatan kualitas. Ke depan, penanganan akan difokuskan per kelurahan agar lebih terukur dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain sektor hunian, Disperumkim juga merampungkan Pembangunan Taman Yasmin Tahap 1 dengan anggaran Rp1,73 miliar.
Kehadiran ruang terbuka publik ini mendapat sambutan positif dan kini menjadi pusat aktivitas olahraga dan rekreasi warga di kawasan Yasmin.
Tak hanya itu, perbaikan infrastruktur permukiman, baik di dalam maupun di luar kawasan kumuh, tercatat hampir mencapai 100 persen.
Capaian ini termasuk pengelolaan fasilitas di UPTD Rumah Susun serta UPTD Pemakaman yang terus ditingkatkan pelayanannya.
Memasuki tahun 2026, Disperumkim Kota Bogor telah menyiapkan langkah lanjutan dengan proyeksi anggaran sebesar Rp168 miliar. Program prioritas akan difokuskan pada strategi “Tuntas Satu Kelurahan”, yakni penanganan kawasan kumuh secara menyeluruh dalam satu wilayah, sehingga dampak pembangunan lebih terintegrasi.
Selain itu, Disperumkim juga merencanakan peluncuran program Bedah Rumah dengan skala intervensi lebih besar, serta melanjutkan Pembangunan Taman Yasmin Tahap 2 dengan anggaran Rp1,8 miliar.
“Berbagai capaian di 2025 menjadi pijakan penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas permukiman warga di tahun-tahun berikutnya,” pungkas Chusnul. (*)












