Juruketik.com – Fenomena El Nino mulai berdampak di wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor. Risiko kebakaran dan kekeringan meningkat seiring musim kemarau yang berlangsung, sehingga masyarakat diminta lebih waspada.
Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi mengimbau warga tidak membakar sampah maupun lahan serta mulai menghemat penggunaan air untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang.
Musababnya, dalam sepekan terakhir telah terjadi dua peristiwa kebakaran di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.
Baca Juga: Bendung Katulampa Surut hingga 0 Cm! Begini Dampaknya bagi Bogor, Depok dan Jakarta
Salah satunya adalah kebakaran lahan alang-alang di perbatasan Kelurahan Pamoyanan dengan Desa Palasari, serta kebakaran lainnya di wilayah Kelurahan Pamoyanan.
”Berdasarkan kondisi saat ini cuaca di Indonesia cukup ekstrem, kemarau panjang atau badai El Nino,” katanya kepada wartawan, Kamis 16 Juli 2026.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran karena memang dalam minggu ini ada dua di wilayah Kecamatan Bogor Selatan mengalami kebakaran,” sambungnya.
Baca Juga: Ancaman ‘Godzilla El Nino’ Mengintai Kabupaten Bogor, BPBD Sebut Hampir Seluruh Wilayah Berpotensi Terdampak Kekeringan
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan selama musim kemarau karena dapat memicu terjadinya kebakaran.
”Saya mengimbau khususnya kepada warga Bogor Selatan untuk tidak melakukan proses pembakaran sampah baik itu di lingkungan masyarakat maupun di lahan-lahan yang menurut masyarakat itu di perkebunan. Jadi mohon untuk tidak membakar sampah dalam kondisi musim kemarau ini,” ucap dia.
Selain mewaspadai kebakaran, Harry juga meminta masyarakat untuk mulai mengantisipasi potensi kekeringan dengan menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kebutuhan yang paling penting.
”Kepada masyarakat juga saya menghimbau untuk menghindari kekeringan khususnya di wilayah Bogor Selatan. Jadi yang pertama warga masyarakat harus hemat air, menggunakan air semaksimal mungkin untuk kepentingan yang utama,” imbuh dia.
Apabila ditemukan indikasi kekeringan di lingkungan masing-masing, warga diminta segera melaporkannya kepada pengurus RT, RW, kelurahan maupun kecamatan agar penanganan dapat segera dilakukan.
”Jika memang ada kendala terkait sudah terjadinya indikasi kekeringan, masyarakat bisa langsung menginfokan kepada pengurus RT dan RW maupun langsung kepada kelurahan atau kepada kecamatan,” beber dia.
“Insya Allah kita akan langsung berkoordinasi dan berkolaborasi dengan SKPD serta stakeholder terkait dalam penanganan kemarau khususnya untuk ketersediaan air,” lanjutnya.
Menurut Harry, sejak satu minggu lalu pihaknya telah meminta seluruh lurah di 16 kelurahan se-Kecamatan Bogor Selatan untuk memantau dan melaporkan apabila terdapat potensi kekeringan. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai wilayah yang mengalami kekeringan.
”Satu minggu yang lalu saya sudah menginformasikan kepada para lurah se-Kecamatan Bogor Selatan untuk memberikan informasi apabila ada potensi kekeringan, tapi sampai hari ini alhamdulillah belum ada informasi dari para pengurus yang sudah disampaikan oleh para lurah di 16 kelurahan,” katanya.
Ke depan, Kecamatan Bogor Selatan akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah antisipasi kebakaran dan kekeringan. Selain itu, koordinasi dengan berbagai perangkat daerah dan stakeholder juga akan terus diperkuat.
”Kita akan selalu mengedukasi, memberikan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana untuk mengantisipasi kekeringan air maupun terkait kebakaran. Kita juga akan selalu membuka pelayanan dengan kondisi tertentu baik itu kebakaran maupun kekeringan air berkolaborasi dengan stakeholder,” kata dia.
“Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan membuat satu himbauan baik secara tertulis atau tidak tertulis secara masif kepada masyarakat untuk mengantisipasi dua hal tersebut,” pungkasnya. (3RY)










