Juruketik.com – Sebanyak 525 atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor menjalani tes fisik dan psikologi sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar KONI untuk mengukur perkembangan performa atlet sekaligus menentukan langkah evaluasi program latihan, demi memaksimalkan peluang meraih prestasi pada ajang olahraga terbesar di Jawa Barat itu.
Pelaksanaan tes dilakukan dalam empat sesi, yakni pada 1, 2, 8, dan 9 Agustus 2026, dengan rangkaian pemeriksaan meliputi tes fisik, kesehatan, hemoglobin (HB), hingga asesmen psikologi.
Baca Juga: Kota Bogor Siap Sukseskan Porprov Jabar 2026, 28 Cabor Digelar di 7 Venue
Wakil Ketua KONI Kota Bogor, Yudi Wahyudi mengatakan, tes tahap II ini bukan hanya mengukur kemampuan fisik atlet, tetapi juga mencakup pemeriksaan kesehatan, tes hemoglobin (HB), asesmen psikologi, hingga pengukuran berbagai komponen kondisi fisik.
“Ini bukan sekadar tes fisik. Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan, tes HB, asesmen psikologi, serta pengukuran kondisi fisik atlet secara menyeluruh sebagai bagian dari evaluasi performa mereka,” ujar Yudi, Sabtu (1/8/2026).
Sebanyak 525 atlet dibagi ke dalam empat sesi berdasarkan kelompok cabang olahraga, yakni cabang olahraga terukur, bela diri, permainan, dan beregu.
Baca Juga: Tuan Rumah Porprov Jabar 2026 jadi Modal, Taekwondo Kota Bogor Pasang Target 9 Medali Emas
Pengelompokan tersebut dilakukan agar proses pengujian dapat berjalan lebih efektif sesuai karakteristik masing-masing cabang olahraga.
Menurut Yudi, pelaksanaan tes ini bertujuan melihat progres hasil latihan yang telah dijalani atlet selama enam bulan terakhir sejak program insentif mulai diberikan pada Januari 2026.
“Selama enam bulan terakhir atlet telah menjalani program latihan. Melalui tes tahap II ini kami ingin melihat sejauh mana progres yang dicapai, baik dalam persiapan umum maupun persiapan khusus menuju Porprov,” jelasnya.
Hasil tes fisik tahap II nantinya akan dibandingkan dengan tes tahap I untuk mengetahui perkembangan setiap atlet.
Peningkatan kondisi fisik menjadi indikator bahwa program latihan yang diterapkan pelatih berjalan sesuai dengan tahapan yang direncanakan.
“Hasil tes tahap I akan kami korelasikan dengan tahap II. Kalau ada peningkatan berarti program latihan berjalan terarah sesuai setiap fase latihan. Sebaliknya, jika ada yang stagnan atau menurun, akan kami analisis berdasarkan karakteristik cabang olahraganya,” kata Yudi.
Ia menjelaskan, apabila ditemukan atlet yang mengalami penurunan performa atau belum mencapai target kondisi fisik, KONI akan mengundang pelatih dalam forum desk review untuk mengevaluasi program latihan sekaligus mengaitkannya dengan target perolehan medali masing-masing cabang olahraga.
“Kami akan melihat apakah capaian kondisi fisik tersebut sejalan dengan target medali yang ditetapkan. Dari situ akan dilakukan evaluasi bersama pelatih agar program latihan bisa diperbaiki,” ujarnya.
Tak hanya itu, atlet yang hasil asesmennya menunjukkan kondisi fisik maupun psikologis belum optimal akan mendapatkan penanganan khusus dari KONI sesuai kebutuhan masing-masing.
“Atlet yang kondisinya belum memuaskan akan diberikan penanganan khusus berdasarkan hasil asesmen fisik dan psikologi. Ini merupakan bagian dari analisis performa atlet untuk mencapai puncak prestasi saat Porprov nanti,” pungkasnya. (*)















