Juruketik.com – Polisi membubarkan sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di Jalan Raya Parung, Desa Pemagarsari, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Senin (3/8) malam.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu unit sepeda motor yang diduga ditinggalkan salah seorang anggota kelompok saat melarikan diri.
Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah mengatakan, pengungkapan dugaan aksi tawuran itu bermula dari laporan masyarakat yang diterima melalui grup WhatsApp sekitar pukul 22.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Parung langsung melakukan penyisiran di lokasi.
“Didapati mereka bergerak dari arah perbatasan Depok dan Parung menuju wilayah Parung dengan membawa senjata tajam,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (4/8).
Saat mengetahui kedatangan petugas kepolisian, puluhan remaja tersebut langsung membubarkan diri dan melarikan diri ke berbagai arah untuk menghindari pengejaran.
Baca Juga: Polisi Bubarkan Tawuran di Parung Bogor, Tiga Remaja Diamankan saat Hendak Live Medsos
“Personel Polsek Parung kemudian melakukan pengejaran dan penyisiran hingga ke wilayah Pengasinan, guna memastikan tidak ada lagi kelompok yang berkumpul maupun berpotensi melakukan aksi tawuran,” jelas Maman.
Dari hasil penyisiran, petugas mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna hitam yang diduga ditinggalkan oleh salah seorang anggota kelompok tersebut.
“Kendaraan tersebut selanjutnya diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, identitas para pelaku masih dalam proses penyelidikan,” tuturnya.
Maman menegaskan, keberhasilan menggagalkan dugaan aksi tawuran tersebut tidak lepas dari respons cepat atas informasi yang diberikan masyarakat.
“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan adanya potensi gangguan kamtibmas, sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam mencegah terjadinya tindak kriminal maupun aksi tawuran yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat,” imbuhnya.
Ia menambahkan, Polsek Parung akan terus meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, memperkuat koordinasi dengan Polsek di wilayah perbatasan, serta melakukan patroli siber untuk memantau aktivitas kelompok yang diduga merencanakan aksi tawuran melalui media sosial.
“Saya mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari dan penggunaan media sosial, sehingga tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun kenakalan remaja lainnya,” tutupnya. (Kha)












