Juruketik.com – Kebakaran SPBU di kawasan Cilendek, Kota Bogor, ternyata tidak hanya berdampak pada fasilitas pengisian BBM.
Peristiwa tersebut turut membuat Pemkot Bogor kelimpungan memenuhi kebutuhan solar untuk operasional Biskita Transpakuan hingga kendaraan pengangkut sampah.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengungkapkan, kebutuhan solar untuk operasional Biskita saja mencapai sekitar 3.000 liter per hari, belum termasuk kebutuhan truk sampah milik Pemkot Bogor.
Baca Juga: Kebakaran di Indomaret Bogor, Diduga Berawal dari Puntung Rokok yang Mengenai Kardus
“Karena hari ini persoalannya kebakaran SPBU, kita kemarin sempat kebingungan. Sehari hampir 3.000 liter itu BBM,” kata Dedie Rachim.
Dedie menjelaskan, pemindahan pengisian BBM tidak dapat dilakukan secara sederhana, karena pengadaan bahan bakar kendaraan pemerintah berkaitan dengan kontrak yang telah dibuat dengan SPBU dan Pertamina.
“Kalau kontrak pengadaan kan tidak mudah. Ngadakan solar untuk Biskita 3.000 literan, belum lagi untuk LH, truk LH, truk sampah. Enggak bisa kita pindah, ‘oh kalau begitu besok pindah ke SPBU ini’, kan enggak bisa,” jelasnya.
Baca Juga: Kebakaran Gudang Sparepart Motor di Tajurhalang Bogor Bermula dari Percikan Api, Kerugian Capai Setengah Miliar
Untuk sementara, Pemkot Bogor telah mengupayakan pengalihan pengisian BBM ke SPBU di kawasan Panaragan agar operasional Biskita dan kendaraan pengangkut sampah tetap berjalan.
Namun, pemerintah masih menunggu kepastian mengenai proses perbaikan SPBU yang terdampak kebakaran, termasuk kondisi pompa dan waktu yang dibutuhkan hingga kembali beroperasi.
“Sekarang sementara sudah kita pindahkan ke Panaragan. Tetapi nanti tetap kontraknya dengan Karup bagaimana, berapa lama mereka menyelesaikan perbaikan pompanya,” kata Dedie.
Ia menegaskan, persoalan pasokan solar tersebut menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan publik.
Menurut Dedie, dampak kebakaran SPBU tidak hanya dirasakan dari sisi fasilitas yang terbakar, tetapi juga berimbas terhadap pengadaan BBM dalam jumlah besar untuk menunjang operasional transportasi publik dan layanan persampahan.
“Memang itu masalahnya, kita lagi fokus ke situ. Masyarakat kan di luar enggak tahu, kebakaran mah kebakaran saja, padahal itu berimbas kepada pengadaan solar untuk LH maupun untuk Biskita. Jumlahnya banyak sekali,” pungkasnya. (3RY)










