Juruketik.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat sebanyak 26 kejadian bencana terjadi dalam sehari akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Bogor. Mayoritas kejadian didominasi tanah longsor dan banjir lintasan di sejumlah titik.

Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan saat ini pihaknya masih fokus melakukan assessment di sejumlah lokasi terdampak yang belum sempat terdata secara menyeluruh akibat kondisi cuaca buruk.
“Untuk data keseluruhan kejadian kemarin terlapor ada 26 kejadian di Kota Bogor. Didominasi tanah longsor dan banjir lintasan, dan semuanya sedang dilakukan assessment,” ujar Dimas.
Baca Juga: Longsor Bogor Selatan: 2 Rumah Hancur, Warga Mengungsi
Ia menjelaskan, pada hari ini tim BPBD melanjutkan assessment terhadap lokasi-lokasi terdampak yang belum sempat dijangkau pada hari sebelumnya.
Selain pendataan, BPBD juga mulai melakukan langkah kontingensi penanganan pascabencana di sejumlah wilayah prioritas.
Beberapa titik yang menjadi fokus penanganan antara lain Kelurahan Pasir Jaya, lokasi jembatan ambruk, Kelurahan Ranggamekar, Kayumanis, serta beberapa titik lain yang tersebar di Kota Bogor.
“Kalau hari ini kami melanjutkan assessment lokasi kemarin yang belum sempat ter-assessment. Kemudian kami juga melakukan kontingensi penanganan pascabencana, salah satunya di Pasir Jaya lokasi jembatan ambruk, kemudian Ranggamekar, Kayumanis, dan beberapa lokasi lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: Banjir Rendam Kampung Kebon Kopi Bogor, 52 Rumah dan 168 Warga Terdampak
Menurut Dimas, hingga saat ini personel BPBD masih tersebar di sejumlah titik untuk melakukan inventarisasi kerusakan serta dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem yang terjadi.
Ia menuturkan kondisi cuaca pada saat kejadian tidak memungkinkan petugas bergerak maksimal, sehingga tim lebih difokuskan siaga di titik-titik rawan.
“Saat ini tim BPBD Kota Bogor masih tersebar di beberapa titik untuk menginventarisasi penanganan pasca maupun dampak kejadian kemarin yang belum sempat ter-assessment. Kebetulan cuaca kemarin tidak memungkinkan, jadi kami siaga di beberapa titik,” katanya.
BPBD Kota Bogor juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga diminta rutin memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi seperti BMKG maupun media sosial BPBD setempat.
Selain itu, masyarakat juga diminta mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing, terutama kenaikan debit air secara cepat maupun kondisi lereng yang tidak stabil.
“Jika melihat kenaikan debit air yang cepat atau kondisi lereng tidak stabil di sekitar tempat tinggal, segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman tanpa menunggu instruksi resmi,” tegasnya.
BPBD juga mengingatkan warga untuk menyiapkan dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan darurat dalam satu tas siaga bencana yang mudah dijangkau.
Saat hujan deras disertai angin kencang, masyarakat diimbau menghindari area berisiko seperti bawah pohon besar, baliho, maupun tebing rawan longsor.
Selain itu, warga diminta aktif melaporkan kerusakan atau potensi bahaya baru melalui call center BPBD atau aparatur kelurahan setempat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Mudah-mudahan kondisi cuaca ke depan tidak seperti dua hari lalu, namun kewaspadaan harus tetap ditingkatkan,” tutupnya. (3RY)








