Juruketik.com – Pemuda Kota Bogor bakal memiliki ruang khusus untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan pembangunan melalui pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tematik kepemudaan yang direncanakan digelar pada awal 2027.
Rencana tersebut menjadi salah satu tindak lanjut dari pelaksanaan Bogor Youth Camp tingkat Kota Bogor 2026 yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor di Hotel Green Forest, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti sekitar 100 pemuda dari 25 komunitas dan organisasi kepemudaan di Kota Bogor.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026, Dispora Kota Bogor Matangkan Persiapan
Melalui Youth Camp tersebut, aspirasi, keresahan, dan harapan para pemuda dihimpun sebagai bahan untuk mendorong keterlibatan mereka dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Seperti disampaikan Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana. Menurutnya, Bogor Youth Camp dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan perkemahan, tetapi menjadi ruang bagi para pemuda untuk membangun keakraban, menyampaikan aspirasi pembangunan, sekaligus mempersiapkan kader-kader muda potensial.
“Acara ini bertajuk pemuda untuk camping sambil melakukan tiga hal. Pertama sebagai malam keakraban pemuda, kemudian sarasehan pembangunan untuk menyampaikan aspirasi, keresahan dan harapan pemuda, serta yang ketiga mencari bibit-bibit duta Kota Bogor,” kata Anas.
Baca Juga: Dispora Kabupaten Bogor Libatkan 70 Pemuda untuk Perangi Penyalahgunaan Narkoba
Peserta yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur dan latar belakang, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), OSIS, Duta Genre, Mojang Jajaka, Karang Taruna, KNPI, Pramuka, pengusaha muda, Duta Baca Literasi, pelajar SMK, hingga pemuda berprestasi di bidang teknologi, seni budaya dan pemerintahan.
Anas menyebut, keberagaman peserta tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang kolaborasi antarpemuda sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendorong berbagai program positif bagi generasi muda di Kota Bogor.
Menurutnya, salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah sarasehan pembangunan yang diharapkan menjadi embrio Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) khusus pemuda.
“Ini menjadi cikal bakal Musrenbang tingkat pemuda tahun depan yang akan dilakukan oleh Bapperida. Pemuda harus punya porsi yang khusus dan spesifik untuk menyampaikan apa yang menjadi keresahan serta harapan mereka,” ujarnya.
Ia menilai, penyampaian aspirasi pemuda tidak selalu harus dilakukan melalui aksi unjuk rasa. Menurutnya, dialog langsung dengan pemerintah dapat menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan secara lebih terarah sehingga dapat diselaraskan dengan program pembangunan daerah dan RPJMD Kota Bogor.
Selain menjadi ruang menyerap aspirasi, Bogor Youth Camp juga diarahkan untuk menjaring pemuda potensial yang nantinya dapat menjadi perwakilan Kota Bogor dalam ajang kepemudaan di tingkat yang lebih tinggi.
“Harapannya nanti ada pemuda Kota Bogor yang bisa mewakili Indonesia untuk berbicara dengan pemuda-pemuda terbaik dari negara lain,” kata Anas.
Ia menyebut, program tersebut berkaitan dengan agenda kepemudaan Kemenpora yang melibatkan pemuda dari berbagai negara.
Karena itu, para peserta diharapkan memiliki kemampuan diplomasi dan kolaborasi yang dapat menjadi bekal ketika mereka kelak mengisi berbagai posisi strategis di pemerintahan maupun masyarakat.
Menurut Anas, pemerintah perlu terus menyediakan ruang bagi pemuda untuk mengembangkan kapasitas sekaligus terlibat langsung dalam pembangunan.
Dalam rangkaian Youth Camp, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui workshop yang disesuaikan dengan karakter dan minat generasi Z.
Materi yang diberikan antara lain berkaitan dengan bisnis digital, kewirausahaan, investasi saham, hingga berbagai pengetahuan mengenai permodalan usaha.
“Kebanyakan sesuai dengan karakter Gen Z. Mereka lebih memahami bisnis yang berkaitan dengan online dan digital, bisnis saham, serta bisnis yang berkaitan dengan modal usaha,” jelasnya.
Anas memastikan kegiatan tersebut tidak berhenti setelah Youth Camp 2026 selesai. Ia mengatakan, agenda lanjutan telah disiapkan bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor.
Rencananya, pada awal 2027 akan digelar pra-Musrenbang tematik kepemudaan sebagai tindak lanjut dari aspirasi yang dihimpun dalam Bogor Youth Camp.
“Insyaallah di bulan Januari, Februari atau Maret sudah ada pra-Musrenbang, yaitu tematik kepemudaan. Mudah-mudahan menjadi bagian dari sistem perencanaan yang ada di Kota Bogor,” katanya.
Masih kata Anas, rangkaian kegiatan Youth Camp berlangsung selama dua hari. Setelah pembekalan dan malam keakraban, peserta akan mengikuti sejumlah agenda pada hari berikutnya, mulai dari senam bersama, pengenalan dan atraksi olahraga kendo, hingga penanaman pohon.
Anas mengatakan, pengenalan olahraga kendo menjadi salah satu agenda yang memiliki tujuan lebih luas. Selain olahraga, kendo diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi para pemuda untuk memperoleh keterampilan dan kesempatan bekerja di Jepang.
Ia menjelaskan, pihaknya tengah menjalin misi kerja sama dengan PT Danayasa. Atlet kendo nantinya tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan olahraga, tetapi juga mendapatkan pembelajaran bahasa Jepang.
“Apabila memiliki skill seperti perawat, sopir, operator alat berat, mekanik dan keterampilan lainnya, nantinya bisa disalurkan untuk bekerja di Jepang. Makanya kita akan sosialisasikan kendo ini,” ungkapnya.
Dengan rangkaian tersebut, Anas berharap Bogor Youth Camp dapat menjadi agenda berkelanjutan yang mempertemukan potensi, aspirasi dan gagasan pemuda dengan arah pembangunan Kota Bogor.
“Jadi ada tiga yang didapatkan. Pertama keakraban, kedua sarasehan pembangunan untuk aspirasi, keresahan dan harapan, dan yang ketiga untuk perwakilan duta Kota Bogor,” pungkasnya. (3RY)














