Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK

Kota Bogor Sukses Turunkan Angka Stunting Hingga Tersisa 1.849 Balita

Giatkan Program ASN Penting Lur, Galang Dana CSR Hingga Bagikan Tablet Tambah Darah

14 November 2023
in ADVERTORIAL, BERITA UTAMA, BOGOR, NASIONAL
321 0
0
Kota Bogor Sukses Turunkan Angka Stunting Hingga Tersisa 1.849 Balita
Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Ikhtiar Pemerintah Kota (Pemkot) menurunkan angka stunting sudah terlihat. Hal ini berkat kolaborasi 12 organisasi perangkat daerah (OPD) dan inovasi Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Kota Bogor. Tercatat, hingga Agustus 2023 angka stunting di Kota Bogor turun 0,66 persen atau sekira 451 orang.

Kota Bogor menjadi tempat untuk meluncurkan Gerakan Zero Stunting Indonesia 2030 pada Kamis (2/11). Launching tersebut menjadi bagian acara pembukaan Rakernas II Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PP UMI). Rakernas berlangsung selama tiga hari di IPB International Convention Center (IICC).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengapresiasi Kota Bogor dalam penanganan stunting.

“Ketika bicara stunting adalah masalah yang sangat kompleks. Butuh komitmen dan kolaborasi hingga di akar rumput dari berbagai stakeholder dengan bergerak bersama menangani stunting,” ujar Bintang Puspayoga.

Stunting tidak hanya terkait gizi, tetapi juga pola asuh dan sanitasi menjadi bagian yang sangat penting dan harus diperhatikan.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan data bulan penimbangan balita pada Bulan Agustus 2023 menunjukkan penurunan pada angka stunting di Kota Bogor yang awalnya sebanyak 3,25 persen kini menjadi 2,59 persen atau 1.849 balita.

“Setahun ini TPPS melibatkan semua stakeholder intens bergerak lewat aksi konvergensi di sektor kesehatan dan di luar kesehatan. Di sektor kesehatan kami tangani di semua siklus hidup, seperti ibu hamil, melahirkan, penanganan pada balita, anak usia sekolah dan remaja,” ujar Sri Nowo pada kegiatan Publikasi Stunting sebagai aksi konvergensi ke-7 dan Pembentukan Jejaring untuk Promosi Kesehatan di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat (27/10).

Menurut dia, salah satu upaya yang gencar dilakukan ialah Program Aparatur Sipil Negara Peduli Stunting dengan Telur (ASN Penting Lur). Dalam program ini seluruh ASN menyumbangkan telur sebanyak 1,5 kilogram per bulan untuk penyandang stunting sehingga setiap hari mereka akan mendapat 2 butir telur selama 6 bulan.

TPPS juga menggalang dana CSR dengan komunitas dan pihak swasta untuk memberikan bantuan pada balita stunting dan rawan stunting. Di samping itu, penanganan di luar sektor kesehatan juga dilakukan salah satunya yakni pengentasan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menyebut, selain pada kasus stunting Pemkot Bogor juga berupaya memperhatikan 20 ribu balita risiko stunting dengan sejumlah perawatan.

PROMOSI KESEHATAN: Publikasi Stunting sebagai aksi konvergensi ke-7 dan Pembentukan Jejaring untuk Promosi Kesehatan di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat (27/10).

Tak sendirian, Pemkot Bogor juga mendapat bantuan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk keluarga risiko stunting berupa bantuan telur, ayam dan sembako.

“Komunitas dan swasta juga memberikan bantuan seperti susu dan obat blackmores. Karena stunting telah menjadi prioritas juga dari pemerintah pusat. Kami coba selesaikan dulu yang stunting karena waktunya hanya 2 tahun. Jika terlewat perkembangan otaknya akan terhambat,” terang Syarifah.

Sementara itu, Katimker Pembina Pelayanan Gizi Dinkes Kota Bogor, Deasy Triwahyuni menegaskan dalam penanganan stunting di Kota Bogor ini secara menyeluruh melibatkan 12 OPD di Kota Bogor. Begitu juga dengan polanya, baik pencegahan maupun penanggulangannya, mulai dari remaja putri usia SMP, SMA hingga pra nikah, pasca nikah, ibu hamil, bayi lahir, balita.

“Pada remaja putri dari usia 13 tahun atau SMP hingga pra hingga pasca nikah kami berikan tablet tambah darah. Bahkan kami melakukan intervensi saat ibu hamil dengan mengecek apakah masuk kategori kurang energi kronis (KEK) atau tidak,” kata Deasy.

Bila ibu hamil tersebut, mengalami KEK dengan ciri lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm, maka tim Dinkes di Posyandu memberikan tablet tambah darah.

Begitu juga saat saat bayi lahir, Dinkes terus memantau perkembangan bayi dengan program inisiasi menyusui dini (IMD), agar ibu melahirkan segera memberikan asi efektif selama enam bulan. Bila bayi tersebut Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan prematur, diare pada balita dan pneumonia pada balita, pihaknya melakukan intervensi dengan pemberian makanan tambahan (PMT).

Faktor risiko lingkungan juga masih ada yaitu masih kurangnya sanitasi dasar. Saat ini di Kota Bogor baru ada dua Kelurahan yang ODF (Open Defecation Free) atau Bebas BAB sembarangan. Kompleksnya permasalahan stunting dan perlu banyaknya stakeholder yang terkait dalam intervensi spesifik dan sensitif, memerlukan penanganan yang dilakukan secara terkoordinir dan terpadu kepada sasaran prioritas, tidak hanya oleh sektor kesehatan namun juga perlu intervensi dari sektor lainnya.

Dirinya optimis, karena program penanganan stunting ini tak hanya Dinkes saja, tapi ada 12 OPD, diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang membangun infrastruktur kesehatan yakni pembangunan jamban komunal, Dinas Pendidikan yang mengintervensi pemberian tablet tambah darah setiap seminggu sekali bagi remaja putri, Dinas Sosial, Kemenag, Disdukcapil, Dinas Lingkungan Hidup, BKAD, DP3A, Dinas Dalduk KB, Dinas Perumahan dan Permukiman, Diskominfo, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas KUMKM, DKPP, Bagian Pemerintahan Setda, Bagian Kesra Daerah, Camat se-Kota Bogor, Media, Akademisi (Unpad dan UI) dan Corporate Social Responsibilities (CSR) dari pihak swasta.

“Sebenarnya di Kota Bogor pencegahan stunting ini sejak 2017 silam dengan program tanggap Leungitkeun Stunting (Taleus) Bogor, sedangkan fokus penanganan stunting ini pada 2021,’’papar Deasy.(Advertorial)

 

KOLABORASI BERANTAS STUNTING

  • Kolaborasi Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) menunjukkan hasil signifikan
  • Stunting Kota berkisar dari 3,25 persen
  • Stunting turun 0,66 persen (451 orang)
  • Stunting menjadi 2,59 persen atau tersisa 1.849 balita

UPAYA MENURUNKAN STUNTING :

  • Program ASN Peduli Stunting dengan Telur (ASN Penting Lur). >>>>Seluruh ASN menyumbangkan 1,5 kilogram telur per bulan untuk penyandang stunting.
  • TPPS juga menggalang dana CSR dengan komunitas dan pihak swasta
  • Pengentasan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
  • Pemkot Bogor mendapat bantuan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk keluarga risiko stunting berupa telur, ayam dan sembako.
  • Komunitas dan swasta memberikan bantuan , seperti susu dan obat blackmores
Tags: ASNGerakan Zero StuntingKota BogorOPDPemkot BogorTPPS

BERITA LAINYA

Korban Dugaan Keracunan MBG di Dramaga Bertambah jadi 481 Pelajar, Pemkab Bogor Uji Sampel Makanan

Pemkab Bogor Berlakukan PJJ di SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga Buntut Dugaan Keracunan MBG

by admin juruketik
28 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Aktivitas belajar mengajar di SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga, Kabupaten Bogor, dialihkan sementara ke sistem pembelajaran jarak...

Korban Dugaan Keracunan MBG di Dramaga Bertambah jadi 481 Pelajar, Pemkab Bogor Uji Sampel Makanan

Korban Dugaan Keracunan MBG di Dramaga Bertambah jadi 481 Pelajar, Pemkab Bogor Uji Sampel Makanan

by admin juruketik
27 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Jumlah pelajar yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor,...

Jalan Baru Batutulis Bogor Resmi Dibuka dengan Sistem Buka Tutup, Catat Jam Operasionalnya

Jalan Baru Batutulis Bogor Resmi Dibuka dengan Sistem Buka Tutup, Catat Jam Operasionalnya

by admin juruketik
27 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Jalan baru Batutulis atau Jalan Saleh Danasasmita, Kota Bogor, resmi dibuka untuk umum mulai Selasa (27/10/2026). Namun, pengendara...

417 Pelajar SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan MBG, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

417 Pelajar SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan MBG, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

by admin juruketik
27 Oktober 2026
0

Juruketik.com - Sebanyak 417 pelajar dari SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan...

Next Post
Perumda PPJ Kembali Lakukan Verifikasi Pedagang Pasar Tanah Baru

Perumda PPJ Kembali Lakukan Verifikasi Pedagang Pasar Tanah Baru

DPRD Kota Bogor Sahkan Dua Perda Baru

DPRD Kota Bogor Sahkan Dua Perda Baru

Perumda PPJ Lakukan Pengundian Pedagang Pasar Pamoyanan

Perumda PPJ Lakukan Pengundian Pedagang Pasar Pamoyanan

Dilanda Hujan Serta Angin Kencang, Hebel Proyek Pasar Jambu Dua Yang Baru Dipasang Ambruk

Dilanda Hujan Serta Angin Kencang, Hebel Proyek Pasar Jambu Dua Yang Baru Dipasang Ambruk

Upaya Pemkot Menegakkan Perda KTR Nomor 10 tahun 2018

Upaya Pemkot Menegakkan Perda KTR Nomor 10 tahun 2018

BERITA POPULER

  • Bobotoh Melayat ke Rumah Arif di Bogor, Serukan Perdamaian dan Tolak Aksi Balas Dendam

    Bobotoh Melayat ke Rumah Arif di Bogor, Serukan Perdamaian dan Tolak Aksi Balas Dendam

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
  • GAMKI Jawa Barat Gelar Maperta, Sekda Herman Suryatman Ajak Pemuda Kristen Terjun Langsung Atasi Persoalan Masyarakat

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
  • Jalan Baru Batutulis Bogor Resmi Dibuka dengan Sistem Buka Tutup, Catat Jam Operasionalnya

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Resmi Digelar! Invitasi Ortrad Jabar 2026 di Bogor Diikuti 19 Daerah, jadi Upaya Hidupkan Kembali Olahraga Tradisional Anak

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Profil Denny Achmad, Kajari Kabupaten Bogor yang Dipromosikan jadi Asintel Kejati DKI Jakarta

    91 shares
    Share 36 Tweet 23

Rekomendasi

Sidak Ke SMPN 20 Kota Bogor, Ini Temuan Komisi IV DPRD Kota Bogor

Sidak Ke SMPN 20 Kota Bogor, Ini Temuan Komisi IV DPRD Kota Bogor

14 Februari 2023 - Updated on 15 Februari 2023
Kajari Bogor: Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Layak Punya Wisma dan Fasilitas Latihan Terpadu

Kajari Bogor: Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Layak Punya Wisma dan Fasilitas Latihan Terpadu

7 Agustus 2026
Ramadhan Berkah, IKBI HO PTPN I Salurkan Total 62 Paket Sembako

Ramadhan Berkah, IKBI HO PTPN I Salurkan Total 62 Paket Sembako

24 April 2024
Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat, TMP Kota Bogor Gelar Lomba

Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat, TMP Kota Bogor Gelar Lomba

21 Maret 2023
Pertumbuhan Ekonomi Kota Bogor Diatas Nasional, Bima Arya Apresiasi Kadin

Pertumbuhan Ekonomi Kota Bogor Diatas Nasional, Bima Arya Apresiasi Kadin

9 Maret 2023
Pantau Langsung Test Parameter Atlet Hockey Kabupaten Bogor, Muhammad Saepudin: Penting untuk Ukur Kesiapan Atlet jelang Porprov Jabar 2026

Pantau Langsung Test Parameter Atlet Hockey Kabupaten Bogor, Muhammad Saepudin: Penting untuk Ukur Kesiapan Atlet jelang Porprov Jabar 2026

12 Agustus 2026
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR
  • KABAR WILAYAH
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist