Juruketik.com – Aktivitas belajar mengajar di SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga, Kabupaten Bogor, dialihkan sementara ke sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyusul kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, kebijakan tersebut diberlakukan selama dua hari dari Rabu hingga Kamis, 28-29 Oktober 2026, guna memberikan waktu istirahat kepada para siswa sekaligus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, maka dua hari ke depan akan diberlakukan pembelajaran jarak jauh,” kata Rudy Susmanto.
Baca Juga: Korban Dugaan Keracunan MBG di Dramaga Bertambah jadi 481 Pelajar, Pemkab Bogor Uji Sampel Makanan
Rudy berharap, dengan kebijakan itu para siswa yang mengalami sejumlah gejala seperti mual dan muntah bisa memanfaatkan waktunya untuk lebih banyak istirahat di rumah.
“Supaya secara psikologis juga siswa-siswi dapat beristirahat, lalu siswa-siswi juga tenang, dan juga sekaligus kita menunggu hasil laboratorium keluar,” tutur Rudy.
Di samping itu, ia menegaskan bahwa penanganan terhadap para siswa dilakukan secara maksimal.
“Kami menanggung semua biaya pengobatan siswa baik di rumah sakit milik daerah atau Puskesmas Cangkurawok maupun swasta yang merupakan rujukan puskesmas ini,” tandasnya. (Kha)













