Juruketik.com – Polresta Bogor Kota bersama unsur Kodim 0606/Kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor menyiapkan langkah pengamanan menyambut perayaan pergantian Tahun Baru 2026. Hal tersebut disampaikan langsung Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Eko Prasetyo.
Kapolresta menyampaikan bahwa terdapat empat titik utama yang menjadi perhatian bersama selama malam pergantian tahun. Keempat titik tersebut yakni kawasan Tugu Kujang, Air Mancur, Alun-Alun Kota Bogor, serta Lapangan Sempur.
”Empat lokasi tersebut diprediksi akan menjadi pusat keramaian masyarakat, sehingga akan dilakukan pengamanan dan pengaturan secara intensif,” ujar Kombes Pol Eko Prasetyo kepada wartawan, Senin 30 Desember 2025.
Dalam rangka pengendalian arus lalu lintas dan kepadatan kendaraan, Polresta Bogor Kota akan menerapkan skema crowd and traffic control berbasis tiga ring pengamanan.
Ring satu meliputi Simpang Baranangsiang, Simpang Tugu Kujang, Empang Irama Nusantara, dan Simpang Air Mancur. Ring dua mencakup Simpang Ekalokasari, Simpang BNR, Pancasan, Gunung Batu, serta Semplak. Sementara ring tiga berada di akses masuk Kota Bogor, yakni Simpang Ciawi, Bubulak, dan Yasmin.
Kapolresta menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional. Jika terjadi kepadatan di dalam kota, akan diberlakukan pengalihan arus.
Selain itu, pembatasan kendaraan dari luar kota menuju wilayah Kota Bogor juga akan diterapkan di ruas-ruas tertentu. Sistem buka-tutup jalan pun akan diberlakukan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Eko Prasetyo juga mengimbau masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor agar merayakan malam pergantian tahun secara sederhana dan positif.
Ia menekankan agar masyarakat tidak menyalakan kembang api sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara yang tengah dilanda musibah di wilayah Provinsi Sumatera.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat, terlebih menggunakan kendaraan bak terbuka. Polisi akan memutarbalikkan kendaraan yang kedapatan melanggar dan melakukan tindakan tegas terhadap konvoi kendaraan bak terbuka yang memasuki wilayah Kota Bogor.
”Tidak mengonsumsi minuman keras maupun narkoba, karena minuman keras menjadi sumber berbagai gangguan dan penyakit sosial. Kami konsisten melakukan operasi miras, bahkan selama hampir satu tahun saya bertugas sudah tiga kali dilakukan pemusnahan miras,” tegasnya.
Kapolresta juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga toleransi dan saling menghormati agar perayaan Tahun Baru 2026 berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.
”Mari kita sambut Tahun 2026 dengan rasa syukur, serta bersama-sama mewujudkan Kota Bogor yang aman, nyaman, dan kondusif untuk seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
642 Personel Gabungan Diturunkan
Sebanyak 642 personel gabungan akan diturunkan dalam rangka pengamanan perayaan malam pergantian Tahun Baru.
Kombes Pol Eko Prasetyo mengatakan, ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, serta Pemerintah Kota Bogor yang akan disiagakan di sejumlah titik strategis dan lokasi rawan keramaian.
Selain fokus pada pengamanan perayaan tahun baru, Polresta Bogor Kota juga memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan keagamaan.
“Pengamanan dilakukan di gereja-gereja yang masih menggelar ibadah pada malam tahun baru hingga dini hari 1 Januari. Bahkan, beberapa gereja yang melaksanakan ibadah pada pagi hari juga akan tetap mendapatkan pengawalan dari aparat keamanan,” katanya.
“Seluruh rangkaian kegiatan keagamaan akan kami amankan agar masyarakat dapat beribadah dengan aman dan khusyuk,” sambungnya.
Dalam pelaksanaannya, terdapat empat titik utama yang menjadi perhatian bersama, yakni kawasan Tugu Kujang, Air Mancur, Alun-Alun Kota Bogor, serta Lapangan Sempur.
Keempat lokasi tersebut diprediksi menjadi pusat aktivitas dan keramaian masyarakat pada malam pergantian tahun.
Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dan kerumunan massa, Polresta Bogor Kota menyiapkan skema crowd and traffic control (CB) dengan membagi pengamanan menjadi tiga ring.
Ring satu meliputi Simpang Baranangsiang, Simpang Tugu Kujang, Empang Irama Nusantara, dan Simpang Air Mancur. Ring dua mencakup kawasan Simpang Ekalokasari, Simpang BNR, Pancasan, Gunung Batu, serta Semplak. Sementara ring tiga berada di pintu masuk Kota Bogor, yakni Simpang Ciawi, Bubulak, dan Yasmin.
Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional. Jika terjadi kepadatan di dalam kota, petugas akan melakukan pengalihan arus. Selain itu, pembatasan kendaraan dari luar kota menuju Kota Bogor akan diterapkan di sejumlah ruas tertentu.
Sistem buka tutup jalan juga akan diterapkan menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
Polresta Bogor Kota turut mengimbau masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor agar merayakan pergantian tahun secara sederhana dan positif.
Masyarakat diminta untuk tidak menyalakan kembang api saat malam tahun baru, sesuai dengan imbauan pemerintah, sebagai bentuk empati terhadap warga yang tengah dilanda musibah di wilayah Provinsi Sumatera.
“Dengan kesiapan pengamanan ini, kami berharap perayaan Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif, serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (3RY)














