Writy.
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI
No Result
View All Result
Writy.
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI
No Result
View All Result
Writy.
No Result
View All Result
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS

Waspada! Kurang dari Dua Bulan, 1.300 Kasus Campak Ditemukan di Kota Bogor

3 bulan ago
in BERITA TERKINI, BERITA UTAMA, BOGOR RAYA
5 0
0
Waspada! Kurang dari Dua Bulan, 1.300 Kasus Campak Ditemukan di Kota Bogor

Ilustrasi kasus campak di Kota Bogor.

Share on FacebookShare on WhatsappShare on TelegramShare on LineShare on Email

Juruketik.com – Lebih dari 1.300 kasus suspek campak ditemukan di Kota Bogor dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penularan penyakit tersebut masih aktif terjadi di tengah masyarakat.

Hal itu seperti diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dr. Erna Nuraena pada Selasa 31 Maret 2026.

Ia menjelaskan, Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan menyebar melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Gejalanya ditandai dengan demam, munculnya bercak merah yang biasanya diawali dari belakang telinga lalu menyebar ke seluruh tubuh, serta disertai batuk, pilek, dan mata merah atau berair.

Baca Juga: Semrawut! Dedie Rachim Potong Kabel Internet di Sepanjang Jalan Sudirman Bogor

Penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi berat seperti pneumonia, diare, gizi buruk, hingga kematian, khususnya pada balita dan individu yang belum mendapatkan imunisasi.

Secara nasional, hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat 58 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun dan menurun menjadi 177 kasus pada minggu ke-11, seiring pelaksanaan berbagai intervensi seperti Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch-Up Campaign (CUC) campak/MR.

Kelompok usia paling terdampak adalah anak usia 1–4 tahun dengan proporsi 43 persen, disusul usia 5–9 tahun sebesar 26 persen. Hal ini menunjukkan bahwa balita dan anak usia sekolah dasar masih menjadi kelompok paling rentan terhadap penularan campak.

Di tingkat Provinsi Jawa Barat, tren peningkatan juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir, dengan 3.414 kasus suspek pada 2024 dan meningkat menjadi 7.684 kasus pada 2025. Hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sekitar 3.442 kasus suspek campak.

Baca Juga: 2 Direktur Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Dilantik, 1 Kursi Masih Kosong

Sementara itu, di Kota Bogor, dalam periode 26 Januari hingga 22 Maret 2026, tercatat 1.318 kasus suspek campak dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Sebanyak 75 persen laporan berasal dari rumah sakit dan 25 persen dari puskesmas.

Dari total tersebut, 61 persen merupakan warga Kota Bogor, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Bogor dan luar wilayah.

Secara wilayah, kasus tertinggi terkonsentrasi di Kecamatan Bogor Barat dengan 293 kasus, diikuti Tanah Sareal (167 kasus) dan Bogor Selatan (141 kasus). Adapun wilayah Bogor Utara, Bogor Timur, dan Bogor Tengah mencatat jumlah kasus lebih rendah namun tetap menjadi perhatian.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan memperkuat sistem surveilans dan deteksi dini di seluruh puskesmas dan rumah sakit, termasuk pelaporan cepat, penyelidikan epidemiologi, serta pelacakan kasus di lapangan.

Selain itu, pelaksanaan Catch-Up Campaign (CUC) campak/MR terus digencarkan dengan hasil capaian melampaui target. Lebih dari 2.300 anak telah mendapatkan imunisasi dari target awal sekitar 2.251 anak, melalui layanan di puskesmas, posyandu, hingga kegiatan sweeping dari rumah ke rumah.

Di fasilitas rujukan, rumah sakit juga memperketat triase dini, menyiapkan ruang isolasi sesuai standar, serta memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan. Pengawasan juga diperkuat melalui tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan unit keselamatan pasien.

Erna menegaskan bahwa campak bukan penyakit ringan dan dapat menyerang semua kelompok umur, termasuk remaja dan orang dewasa yang belum memiliki kekebalan. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan.

“Imunisasi adalah kunci utama pencegahan. Dengan imunisasi lengkap, kita tidak hanya melindungi anak, tetapi juga lingkungan sekitar dari penularan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 31 Maret 2026.

Masyarakat diimbau untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi campak/MR sesuai jadwal, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam dan ruam merah.
Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan 119 untuk mendapatkan penanganan cepat.

Dengan upaya imunisasi yang masif, deteksi dini, dan akses layanan kesehatan yang cepat, Pemerintah Kota Bogor optimistis dapat menekan risiko komplikasi dan kematian akibat campak. (3RY)

Tags: CampakDinkes Kota BogorErna Nuraena

BERITA LAINYA

Pasar Bogor Ditarget Rampung Dibongkar Desember 2026, Bakal Punya Convention Hall dan Kantong Parkir Wisata

Pasar Bogor Ditarget Rampung Dibongkar Desember 2026, Bakal Punya Convention Hall dan Kantong Parkir Wisata

by admin juruketik
2 Juli 2026
0

Juruketik.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan pembongkaran Pasar Bogor selesai pada Desember 2026 nanti. Setelah pembongkaran selesai, Pemkot Bogor...

Dua Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Ikut Seleksi SKODI, Kadispora Optimis Lolos Pelatnas

Dua Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Ikut Seleksi SKODI, Kadispora Optimis Lolos Pelatnas

by admin juruketik
2 Juli 2026
0

Juruketik.com - Dua atlet disabilitas binaan Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) NPCI Kabupaten Bogor mengikuti seleksi tertutup Sekolah Khusus Olahragawan Disabilitas...

Pilkades Serentak 2027 di Kabupaten Bogor Terancam Gagal, Ini Penyebabnya

Pilkades Serentak 2027 di Kabupaten Bogor Terancam Gagal, Ini Penyebabnya

by admin juruketik
2 Juli 2026
0

Juruketik.com - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak pada 2027 terancam tidak berjalan sesuai...

Dua Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Ikut Seleksi Nasional SKODI, Berpeluang Bela Indonesia di Kancah Internasional

Dua Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Ikut Seleksi Nasional SKODI, Berpeluang Bela Indonesia di Kancah Internasional

by admin juruketik
2 Juli 2026
0

Juruketik.com - Dua atlet disabilitas binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor mendapat kesempatan mengikuti seleksi nasional Sentra Khusus...

Next Post
Kepala UPT PPOPM Pensiun, Sampaikan Pesan Heroik Ini ke Para Atlet Bogor

Kepala UPT PPOPM Pensiun, Sampaikan Pesan Heroik Ini ke Para Atlet Bogor

Pemkot Bogor Berlakukan WFH ASN Mulai Pekan Depan, Kepala Dinas hingga Camat Tetap Ngantor

Pemkot Bogor Berlakukan WFH ASN Mulai Pekan Depan, Kepala Dinas hingga Camat Tetap Ngantor

Kabupaten Bogor Target Dikunjungi 16 Juta Wisatawan Tahun Ini

Kabupaten Bogor Target Dikunjungi 16 Juta Wisatawan Tahun Ini

5 Orang di Bogor Tersengat Listrik saat Pasang Wifi, Korban Alami Luka Bakar

5 Orang di Bogor Tersengat Listrik saat Pasang Wifi, Korban Alami Luka Bakar

Pemkab Bentuk Satgas Khusus Cegah Peredaran Narkotika hingga Obat Terlarang di Bogor, Libatkan Forkopimda Plus hingga Tingkat Desa

Pemkab Bentuk Satgas Khusus Cegah Peredaran Narkotika hingga Obat Terlarang di Bogor, Libatkan Forkopimda Plus hingga Tingkat Desa

BERITA POPULER

  • Jenal Mutaqin Minta Pasar Jambu Dua Bogor Segera Benahi Fasilitas, Soroti Area Kuliner yang Masih Panas

    Jenal Mutaqin Minta Pasar Jambu Dua Bogor Segera Benahi Fasilitas, Soroti Area Kuliner yang Masih Panas

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
  • Pilkades Serentak 2027 di Kabupaten Bogor Terancam Gagal, Ini Penyebabnya

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Dua Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Ikut Seleksi Nasional SKODI, Berpeluang Bela Indonesia di Kancah Internasional

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Dua Atlet Disabilitas Kabupaten Bogor Ikut Seleksi SKODI, Kadispora Optimis Lolos Pelatnas

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Kisah Panjang Jembatan Paledang-Pasir Jaya Bogor, Sempat Gagal 4 Tahun Kini Mulai Dibangun

    7 shares
    Share 3 Tweet 2

Rekomendasi

PKS Usung 2 Kadernya Maju jadi Cawalkot Bogor 2024

PKS Usung 2 Kadernya Maju jadi Cawalkot Bogor 2024

24 Juni 2022 - Updated on 9 Juni 2026
Idul Adha, Hery Antasari : Momentum Asah Keikhlasan dan Kepedulian Sosial

Idul Adha, Hery Antasari : Momentum Asah Keikhlasan dan Kepedulian Sosial

20 Juni 2024

Rekomendasi 8 Tempat Bermain Anak Murah di Bogor

29 September 2024
Pro Kontra Jalan Batutulis, DPRD Kota Bogor Pastikan Jalan Baru Tak Ganggu Situs Bunker dan Sumur Tujuh

Pro Kontra Jalan Batutulis, DPRD Kota Bogor Pastikan Jalan Baru Tak Ganggu Situs Bunker dan Sumur Tujuh

24 Mei 2026
ZM : Kemegahan Pembukaan Fornas ke VII Jadi Tolak Ukur Kemenangan Jabar Juara

ZM : Kemegahan Pembukaan Fornas ke VII Jadi Tolak Ukur Kemenangan Jabar Juara

3 Juli 2023
Hadeuh! Drainase Mampet hingga TPS Liar jadi Biang Kerok Banjir di Jalan KH Abdullah Bin Nuh Bogor

Hadeuh! Drainase Mampet hingga TPS Liar jadi Biang Kerok Banjir di Jalan KH Abdullah Bin Nuh Bogor

7 April 2026
JURU KETIK

Selamat Datang di Juruketik.com
Portal Berita yang dikelola oleh PT JURUKETIK MEDIA DIGITAL - SK Kemenkumham : AHU-044948.AH.01.30.Tahun 2022

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KILAS
    • WISATA
    • EKONOMI BISNIS
    • UMKM
    • AGROBISNIS
    • SELEBRITIS
    • GALERI

© 2022 <a href="https://juruketik.com/" All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist