Juruketik.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menekankan pentingnya peran aparatur pemerintah sebagai garda terdepan dalam membangun komunikasi publik yang kuat di era digital.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Talkshow 3 Pilar yang mengangkat tema komunikasi publik bagi aparatur pemerintah di tengah arus misinformasi, di auditorium Setda, pada Rabu (6/5/26).
Rudy Susmanto menekankan bahwa tantangan komunikasi saat ini tidak lagi sederhana. Menurutnya, kerja-kerja pemerintah yang telah dilakukan dengan baik kerap tidak disampaikan secara utuh kepada masyarakat.
Baca Juga: Krisis Energi Disiasati, Pemkab Bogor Berhasil Pangkas BBM ASN hingga 44 Persen
“Kita merasa sudah bekerja dengan baik, namun ketika dilihat di media sosial, seolah-olah kita belum melakukan apa-apa. Ini menjadi tantangan bagi kita semua,” ujar Rudy.
Ia menegaskan bahwa setiap aparatur pemerintah mempunyai tanggung jawab sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan kesamaan langkah dan narasi agar informasi yang diterima masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Baca Juga: Rudy Susmanto dan Panglima Kopassus Sepakat Perkuat Sinergi untuk Masyarakat Bogor
“Kita ini bukan hanya pelayan masyarakat, tapi juga juru bicara pemerintah. Apa yang kita lakukan harus mampu kita komunikasikan dengan baik,” tegasnya.
Rudy Susmanto juga menyoroti bagaimana media sosial dapat dengan cepat membentuk opini publik. Ia mengingatkan bahwa ketika narasi negatif sudah terbangun, maka klarifikasinya tidak mudah diterima.
“Saat narasi sudah terbentuk, apa pun yang kita sampaikan bisa dianggap salah. Maka kita harus hadir dengan komunikasi yang jelas, fakta yang kuat, dan pendekatan yang menyejukkan,” jelas Rudy.
Lebih lanjut, Bupati Bogor menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami berdiri bersama masyarakat. Tidak mungkin pemerintah tidak berpihak kepada rakyat. Oleh karena itu, sinergi dan komunikasi yang baik harus terus kita jaga,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh aparatur dan elemen masyarakat untuk memperkuat kembali nilai gotong royong sebagai landasan dalam menghadapi tantangan, termasuk derasnya arus informasi di era digital.
“Persatuan adalah kekuatan kita. Jangan sampai perbedaan narasi memecah belah. Mari kita bangun komunikasi yang menyatukan,” pungkas Rudy Susmanto.
Melalui kegiatan ini, Bupati Bogor berharap seluruh aparatur pemerintah semakin adaptif, responsif, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang efektif dan berintegritas.
Kemudian, Danrem 061/SK Brigjen TNI Thomas Rajunio menyampaikan, bahwa gagasan kegiatan ini berangkat dari diskusi bersama kepala daerah, termasuk Bupati dan Wali Kota, terkait perlunya peningkatan dukungan aparatur negara terhadap program pemerintah, khususnya dalam hal diseminasi informasi.
Menurutnya, selama ini program-program pemerintah telah berjalan baik di lapangan. Namun, masih terdapat kekeliruan dalam upaya mengomunikasikan dan mengaplifikasi keberhasilan tersebut kepada masyarakat luas.
“Kita sebagai bagian dari aparatur negara, baik TNI, Polri, maupun ASN, belum maksimal dalam mendukung, khususnya dalam menyebarluaskan program-program pemerintah,” ujarnya.
Danrem menegaskan bahwa seluruh aparatur negara mempunyai tanggung jawab yang sama dalam menyampaikan informasi yang benar dan membangun kepada masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran bahwa program pemerintah pada dasarnya adalah program bersama yang dijalankan oleh seluruh elemen negara.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, masih banyak narasi yang tidak seimbang dan berpotensi menimbulkan misinformasi.
“Kita ini bekerja secara nyata di lapangan, tetapi di media sosial seolah-olah pemerintah berjalan sendiri tanpa dukungan. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Danrem juga menghadirkan Deddy Corbuzier sebagai narasumber untuk berbagi wawasan terkait strategi komunikasi publik di era digital.
Ia menilai pengalaman dan pengaruh Deddy di dunia digital dapat menjadi referensi bagi aparatur dalam menyampaikan pesan secara efektif. (*)







